Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 94 kekacauan berlanjut


__ADS_3

Panji memasuki sebuah penginapan dan melepas penatnya dengan memesan sebuah kamar.


"ternyata bertarung tanpa henti menguras tenaga dalam ku begitu banyak"


Panji merebahkan tubuhnya dan tidur dengan rasa nyaman. Panji tak menyadari kedatangan nya menyita perhatian se isi penginapan.


"apa pemuda itu yang membuat kekacauan di benua ini??"


"sepertinya iya, dari ciri ciri nya aku yakin pasti dia"


bisik bisik tamu di penginapan itu terdengar cukup riuh.


"aku akan pergi dari sini"


"aku tak mau jadi korban dari pengacau itu"


"aku juga" sambung yang lain.


dalam beberapa saat penginapan itu cukup sepi menyisakan beberapa orang yang merasa memiliki kemampuan tinggi tetap bertahan di penginapan itu.


Panji terbangun karena rasa lapar telah mengalahkan kantuknya.


"paman, sediakan aku makanan" kata Panji dan duduk di sebuah kursi makan.


karena penginapan agak sepi pesanan Panji datang cepat dan tanpa menunggu lama Panji melahap hidangan nya.


Panji menatap seisi ruangan dan merasakan ruangan itu sepi tak seperti saat dia datang penginapan itu sangat ramai.


"sepertinya kehadiran ku sudah cukup membuat gempar"


"aku harus lebih berhati hati" gumam Panji dan melangkah menuju kamarnya.


pagi harinya Panji bangun dengan tubuh yang sudah fit dan segar. Panji kembali memesan makanan.


"apa diantara kalian mengetahui dimana markas tengkorak hitam??" tanya Panji keras mengejutkan se isi penginapan.


"untuk apa kau ke sana??"


"itu bukan urusan kalian" jawab Panji dingin


"kau ya pengacau yang di bicarakan itu??" lanjut pertanyaan dari seseorang pemuda


"bisa jadi bisa iya, tergantung"


"kami lima kelabang telah mencari mu dan dari ciri ciri mu pasti kau orang nya"


"bunuh dia"


lima orang berpakaian hutang langsung mengurung Panji


"aku harus cepat"


"aku tak mau tenaga ku sia sia menghadapi mereka"


"aura emas"


Panji langsung mengeluarkan aura emas, walaupun menggunakan tenaga dalam cukup besar tapi pengaruh nya dalam pertarungan sangat besar.


lima kelabang kaget saat merasakan tubuh mereka besat dan sulit mengeluarkan tenaga dalam.


kesempatan yang sebentar itu tak di sia sia kan Panji. Panji langsung menarik pedang darah dan mengayunkan nya ke arah lima kelabang. tanpa sempat menghindar dua dari lima kelabang langsung tewas dengan kepala terpenggal.


tiga orang yang tersisa kaget akan serangan cepat Panji, mereka hanya bisa menelan ludah karena telah salah memilih lawan.


"cihh, sepertinya aura emas ku tak berpengaruh banyak kepada mereka"


Panji mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu tapi sepertinya tiga orang tersisa sudah waspada akan serangan Panji.


mereka bertiga mengeroyok Panji dari tiga arah berbeda, tapi dengan langkah langit Panji mampu menghindari bahkan mampu mengimbangi setiap serangan mereka.


"matii"


Panji melihat seorang dari tiga kelabang tersisa lengah dan mengayunkan pedang nya.

__ADS_1


"akhhhh"


orang itu hanya bisa menjerit kesakitan dan menatap Panji penuh dendam. Panji kembali mengayunkan pedang nya dan mengambil nyawa orang itu.


"kawan kalian sudah tewas"


"berikut nya kalian"


"rajawali mencakar badai"


Panji mengeluarkan jurus rajawali yang telah lama tak di gunakan nya. ayunan pedang nya begitu cepat bahkan sulit untuk di ikuti oleh mata dari dua kelabang yang tersisa.


"akkkhhhh"


tahu tahu suara jeritan kematian telah terdengar dari samping.


melihat itu satu orang tersisa hanya bisa pasrah dan gemetaran karena ketakutan.


"dimana kesombongan mu yang tadi??" tanya Panji dingin.


"ampun??"


"bagaimana kau ingin mati??"


"menyerahlah"


"biarkan aku mengambil nyawamu"


"ampunnn"


orang itu menyembah dan mendekat dengan berlutut. tapi sebelum dia makin dekat Panji telah mengayunkan pedang nya kembali. dan kepala nya langsung menggelinding di lantai.


Panji kembali menyarung kan pedangnya dan menatap ke seisi ruangan.


"aku tahu kalian tak akan memberi tahu di mana letak markas tengkorak hitam"


"biarkan aku cari sendiri"


Panji berjalan dan mengelilingi kota dan berharap mendapat petunjuk dimana markas tengkorak hitam berada.


"sepertinya markas mereka di tempat itu" gumam Panji saat melihat sekelompok orang berpakaian hitam dan memiliki simbol tengkorak.


"saat nya melenyapkan kelompok ini dari muka bumi"


"pukulan naga menyembah langit"


Panji langsung mengeluarkan pukulan dari jurus pertama jurus tarian naga


"blaaaarrrrr"


deru angin yang kuat berwarna hitam menghantam pintu masuk.


"bammmm"


"brakkkk"


pintu masuk itu langsung hancur berantakan saat pukulan Panji mengenai telak pintu itu. Panji berjalan tenang dan memasuki tempat yang memang markas tengkorak hitam. Panji langsung di sambut ratusan orang dengan pedang di tangan.


"aku tak ada urusan dengan kalian"


"pergilah, sebelum aku berubah pikiran dan membunuh kalian"


"hahahaha, kau sudah memasuki tempat ini"


"jangan berharap keluar lagi"


"seranggggg"


dalam sekejap ratusan orang itu mengurung Panji. tapi dengan tenang Panji menunggu serangan mereka.


"cringgg"


Panji tak mau main main dan langsung mencabut pedang darah.

__ADS_1


tranggg"


benturan senjata langsung terdengar setiap Panji menahan setiap serangan yang mengarah kepadanya.


"breeetttt"


Panji mengayunkan pedangnya dan menewaskan beberapa orang. dalam waktu yang sebentar Panji telah menewaskan belasan orang anggota tengkorak hitam.


"laporkan kepada ketua"


"dia terlalu kuat"


"hanya ketua yang mampu menghadapinya"


"kalau di teruskan bisa bisa kita semua tewas" kata seorang yang sepertinya pemimpin cabang.


"baik" jawab salah seorang anggota dan berlari menuju ruangan panglima Saptika.


Panji tak memperdulikan pembicaraan mereka tapi terus bergerak dan membantai anggota tengkorak hitam. tiba tiba Panji merasakan getaran energi yang sangat besar mengarah ke padanya. Panji menoleh dan langsung menahan serang yang terarah ke padanya.


bammmm"


dua energi besar langsung bertemu dan menggetarkan tempat itu. orang yang menyerang itu melenting dan bersalto indah di udara dan mendarat dengan nyaman di tanah.


"hahahaha, ternyata kau datang juga"


"aku sudah lama menunggu mu"


"aku Saptika yang akan melayanimu"


Panji bersiap menyerang tapi panglima Saptika menahan nya untuk menyerang.


"aku ingin tahu apa alasan mu membantai anggota ku??" tanya panglima Saptika


"baik aku akan mengatakan nya"


"karena kau panglima benua kegelapan"


"kalau aku tak menghentikan mu kalian akan membuat kerusakan di seluruh benua"


"jadi kau yang membunuh panglima pertama kami??"


"ya, dan berikutnya kamu" tantang Panji


"hehehehe, menarik"


"tapi aku ingin mencoba kekuatan ku"


"maukah kau bermain main sebentar sebelum kita serius??"


"aku tak ingin bertarung secara serius tanpa menikmati pertarungan"


"dan kita akan bertarung secara ksatria??"


"bagaimana??" tanya panglima Saptika


Panji memandang ke sekitar tempat dan melihat semua anggota kelompok tengkorak hitam.


"kau tenang saja"


"aku jamin selama pertarungan kita tak akan ada seorang pun yang mengganggu kita"


"kalian semua"


"siapa pun yang mengganggu pertarungan kami akan mati di tangan ku" kata panglima Saptika tegas dan melihat ke arah anak buah nya.


"biasa kita mulai??"


tanpa Panji sadari tempat itu telah di kepung oleh pendekar pendekar golongan hitam yang bersatu untuk membunuh Panji.


Panji berteriak keras dan menyongsong serangan panglima Saptika.


hiattttt...."

__ADS_1


__ADS_2