
Benua kuning, benua terbesar dari seluruh benua, di benua kuning ada beberapa padepokan kecil yang baru karena waktu penghancuran yang di lakukan iblis darah padepokan padepokan besar hancur, tapi setelah kematian iblis darah padepokan itu kembali membangun pondasi nya.
kerajaan Bintang kejora merupakan penguasa tunggal di benua kuning, raja Selese merupakan generasi penerus dari dinasti ayahnya. raja Selese selalu menginginkan kekuasaan dan ingin menguasai seluruh benua tapi para menteri tak mendukung keinginan nya itu.
Tapi setelah Mahapatih baru di angkat raja Selese semakin bertambah keinginan nya untuk menguasai benua yang lain, dan Mahapatih baru mendukung keinginan raja nya. Mahapatih itu bernama Mahapatih sepanu.
Mahapatih Sepanu merupakan salah satu dari tujuh panglima kegelapan. dengan segala keahlian dan kelicikan nya dalam waktu singkat dia berhasil menjadi Mahapatih baru menggantikan Mahapatih Seroja yang di angkat menjadi gubernur di daerah jajahan yaitu benua merah dan bertempat di kerajaan merak.
Mahapatih Sepanu mendapat tugas dari raja kematian untuk terus menghasut raja Selese untuk menyerang seluruh benua. dan pastinya keinginan nya itu langsung di sambut oleh raja Selese. nafsu kekuasaan telah mengalahkan hati nurani raja Selese.
"yang mulia"
"hamba mendengar kalau benua biru sedang terjadi kekacauan besar" kata Mahapatih Sepanu saat bicara berdua dengan raja Selese
"kekacauan besar??" tanya raja Selese membulatkan matanya.
"iya yang mulia, saat ini kerajaan itu terjadi kudeta yang dilakukan oleh pangeran ketiga, putra dari selir raja yang sah"
"dan aku juga mendengar raja yang sah telah di bunuh oleh pangeran itu"
"jadi bagaimana menurut mu Mahapatih??"
"menurut hamba ini kesempatan besar yang mulia"
"kita bisa dengan mudah menguasai wilayah dan kerajaan Kayu upam tanpa susah payah, karena kondisi negara mereka sedang tak stabil"
"hahahaha, aku suka ide mu itu Mahapatih"
"tak salah memang aku memilihmu menjadi Mahapatih dan membuang Seroja ke kerajaan Merak"
"baik, lakukan rencana mu Mahapatih"
"kirimkan beberapa mata mata untuk melihat situasi benua biru"
"kalau memang mereka selemah itu kita akan menyerang mereka" kata raja Selese dengan mata berbinar.
"baik yang mulia, segera akan aku kirim beberapa mata mata terbaik kita"
"hahahaha, minum lagi Mahapatih"
"raja bodoh, setelah semua kehancuran yang kau lakukan aku yang akan menghancurkan mu dan menduduki takhta mu"
"siap siap saja meninggalkan takhtamu itu dan menjadi orang yang paling di benci di seluruh benua" gumam Mahapatih Sepanu dalam hatinya.
Di benua merah di sebuah jurang yang begitu dalam, sesosok tubuh sedang bersemedi dan mencoba mengembalikan tenaga dalam nya. tangan orang itu buntung sebelah kiri, sudah empat purnama dia berada di dasar jurang itu dan terus bersemedi.
"karena penyerangan dari Sepanu keparat itu tangan ku jadi buntung"
"tapi karena itu segel kegelapan dalam diriku terlepas"
"dengan ini aku bebas" kata orang itu yang ternyata salah satu panglima benua kegelapan, panglima Demar.
"benua kegelapan telah mengkhianati ku"
"aku akan membalasnya"
"aku juga sudah muak terus jadi pesuruh raja kematian"
"aku akan ikut memerangi mereka"
"aku akan menggunakan kekuatan ku untuk membantu kebaikan"
"tapi ini belum saat nya"
__ADS_1
"aku harus memperkuat diri ku dan juga tenaga dalam ku" gumam Demar
"aku yakin semua ini rencana panglima Gantika"
"aku dikorbankan untuk kejayaan mereka"
"aku tak pantas di korban kan"
"aku sudah banyak berkorban demi benua kegelapan"
"benua kegelapan...."
"tunggu kehancuran kalian" kata Demar dengan suara lirih tapi penuh dendam.
\*
Di sebuah kedai di pinggiran benua kuning, seorang pemuda sedang menikmati makan nya.
"Ki, apa kedai mu ini menyediakan penginapan??" tanya pemuda itu.
"anak muda, kami tak menyediakan penginapan tapi kalau kau ingin menginap kau bisa tinggal di belakang"
"di sana ada kamar kosong" kata pemilik kedai.
"tapi bisa aku minta tolong Ki??"
"apa anak muda??"
"mari ikut aku Ki" ajak pemuda itu yang ternyata Panji.
dengan mengerutkan dahinya pemilik kedai itu mengikuti Panji. Panji memasuki kamar yang di tunjukkan pemilik kedai.
"tolong bantu mengobati luka ku Ki" kata Panji dan membuka bajunya.
"dari mana kau dapatkan luka ini??" kata lelaki itu sambil mengoleskan obat yang di berikan Panji
"dari benua hitam Ki"
"aku mengacau di benua itu dan ini lah oleh oleh dari sana" kata Panji bercanda menahan perih di punggung nya
"mengacau di benua hitam??"
"jangan jangan kau pemuda yang menggegerkan itu??"
"jangan bilang kau orang yang telah membunuh pemimpin tengkorak hitam" tanya pemilik kedai.
"akkhh, pelan pelan Ki" kata Panji mengeluh saat merasakan pemilik kedai itu menekan lukanya agak keras
"maaf , maaf, aku tak sengaja"
"sudah selesai, istirahat lah di sini untuk sementara waktu"
"baik terima kasih Ki" kata Panji
beberapa hari Panji bertahan di kedai itu dan menunggu luka nya mengering.
"setelah ini kemana tujuan mu??"
"aku akan ke kerajaan Ki"
"untuk apa??"
"kerajaan sekarang bukan tempat yang menjadi tempat perlindungan untuk warga"
"aku akan membunuh Mahapatih kerajaan ki" kata Panji tak menyimpan rahasianya
__ADS_1
"apa, kenapa??" pemilik kedai itu mundur ke belakang mendengar ucapan Panji.
"Mahapatih kerajaan itu salah satu panglima benua kegelapan"
"apa aku pernah mendengar tentang benua kegelapan??" tanya Panji
"benua kegelapan??"
"kakek buyut ku pernah menceritakan itu dan cerita itu di teruskan secara turun temurun"
"tapi secara jelas nya aku tak paham anak muda"
"benua kegelapan telah kembali"
"dan siap memulai kekacauan di seluruh benua"
"dan target mereka benua kalian, benua kuning" jelas Panji.
"apa aku melihat bayangan hitam di langit beberapa hari yang lalu??"
"suara gemuruh itu ya??"
"semua orang melihat nya"
"dan banyak yang mengatakan itu pertanda buruk"
"aku pun merasa begitu Ki"
"tapi aku belum mengetahuinya secara pasti"
"kau harus berhati hati anak muda"
"kalau kau sampai di kota temui Ki Jabat"
"katakan aku yang menyuruh mu"
"dia pasti akan membantu mu"
"baik aku akan mengingatnya Ki"
"tapi bagaimana mungkin Ki Jabat akan percaya sementara aku tak mengenal aki" kata Panji
"bilang saja nama ku , aku Ki Rampak"
"Ki Rampak, baik aku akan mengingatnya" kata Panji.
"sebelum kau pergi boleh aku bertanya??" kata Ki Rampak
"apa Ki??"
"sampai di mana tingkatan ke pendekaran mu??"
"dari awal kita jumpa aku terus mengukur tingkat ke pendekaran mu tapi aku tak mampu menjangkau nya"
"aku telah mencapai tahap pendekar dewa Ki" jawab Panji.
"aku permisi"
dalam sekejap hanya bayangan Panji yang terlihat di kejauhan.
"pendekar dewa??"
"sekuat apa ya pendekar dewa itu"
"pemuda yang luar biasa di usia nya yang masih muda.
"dunia persilatan memang penuh misteri"
__ADS_1