Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 106 beruang es


__ADS_3

Roaaarrrrrr....


suara itu bergumuruh sampai menggetarkan ruangan gua.


"apa itu??" Panji langsung mengintip dan melihat sesuatu yang begitu besar dan memilik bulu yang cukup tebal. Panji terbelalak melihat mahkluk yang begitu besar dan cukup ganas.


pelan pelan Panji mencoba melangkah dan memantau dari dalam gua.


"hey anak manusia, keluar lah"


"aku tahu kau ada di dalam" makhluk itu berbicara layaknya manusia.


mendengar suara itu membuat Panji kaget dan memberanikan diri untuk keluar.


"apa urusan ke tempat ini??"


"kau bukan penghuni pulau ini??" makhluk itu bertanya dan tak suka akan kehadiran Panji


"maaf, aku hanya mencari sesuatu yang sangat berguna bagi benua kami" Panji hati hati dalam berbicara.


"sesuatu yang penting??"


"kau hanya ingin mengambil sumber daya kami"


"kalian dari dunia benua sama saja"


"selalu mementingkan diri sendiri"


makhluk yang seperti beruang itu menyerang Panji dengan cakar nya yang tajam,.


""wuushhhh"


angin dari serangan itu begitu kuat, Panji hanya menghindar dan mundur ke belakang. tapi beruang itu terus saja menyerangnya dengan membabi buta dan tak menjaga pertahanannya.


"bukkk" Panji dengan telak memukul beruang yang langsung terlempar cukup jauh. tapi sesuatu terjadi karena beruang itu tak mengalami luka apa pun.


"apa kau pikir aku tak memiliki pertahanan"


"sekeras apa pun kau memukulku hasil nya akan sama".


beruang itu kembali menyerang dan kali ini meningkatkan kecepatan Tan kekuatan nya.


"brakkk"


sebatang pohon langsung tumbang saat Panji menghindar dan pukulan beruang itu menghantam pohon besar. belum jauh Panji menghindar beruang itu kembali datang dengan serangan menggunakan cakar nya yang tajam.


"bammmm"


Panji menahan pukulan beruang itu tapi rasa kaget langsung masuk ke relung hati Panji. rasa sakit terasa saat dia menahan pukulan itu. Panji lagi lagi harus menghindar cukup jauh.


"bagaimana mungkin, aku telah melembari tangan ku dengan separuh tenaga dalam ku"


"tapi aku masih merasakan tubuhku bergetar saat menahan serangan beruang ini"


"sekuat apa sih dia"


Panji menatap ke arah beruang yang telah datang dengan serangan nya.


"aku tak bisa terus menghindar"


"hiaaatttt"


Panji menambah tenaga dalam nya dan menyerang beruang itu. dengan kecepatan dan tenaga dalam tingginya Panji mampu mendesak beruang itu.


"bammm"


"bammmm"


dua pukulan bertenaga dalam tinggi kembali menghantam tubuh beruang itu. tapi lagi lagi Panji kaget, pukulan nya seperti membentur karet, pukulan nya mental dan kembali kepadanya. saat itu lah Panji sedikit lengah.

__ADS_1


"breeeettttt"


cakar beruang itu menyambar tipis dada Panji.


"akhhhhh"


bahkan cakaran yang tipis itu mampu melempar Panji sampai tujuh meter jauhnya.


"ihkkk"


Panji meringis menahan perih di dadanya.


"kau akan mati di sini"


"jangan harap kau bisa melarikan diri dari sini"


"duaaarrrr"


petir langsung menyambar saat Panji mencabut golok petir nya.


"aku akan memenggal kepala mu"


Panji menyerang dengan kekuatan penuh nya,


dan langsung menyabetkan golok petir. tapi beruang itu menahan dengan cakarnya.


"tranggg"


beruang dan Panji sama sama tertahan tapi Panji lebih cepat bereaksi dan kembali mengayunkan goloknya.


"breeettt"


golok Panji memang menebas dada beruang itu dengan telak dan beruang itu terlempar. Panji menunggu apakan beruang itu akan terluka karena pedang nya. dan lagi lagi Panji menelan pil pahit.


"kau ternyata memiliki pusaka yang menarik"


"tapi itu belum mampu melukai ku"kata beruang itu dan menepuk dada nya, saat itu lah bulu beruang itu berjatuhan ke es.


"kau tak akan ku ampuni"


Panji semakin waspada saat golok petir pun hanya sedikit merontokkan bulu beruang itu.


"kalau bukan karena kecepatan nya yang lambat, aku sudah dari tadi tewas di tempat ini" gumam Panji dan menunggu serangan beruang itu.


"tranggg"


kembali benturan terjadi, tapi kali ini beruang itu menggunakan segenap kekuatannya, dan itu membuat Panji terhuyung ke belakang. melihat posisi Panji agak limbung beruang kembali mengayunkan cakar nya, dengan sekena nya Panji menepis dengan golok petir.


"trangggg"


dan benturan itu benar benar membuat Panji terlempar jauh. Panji langsung berdiri dan mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya yang gemetaran.


"pedang darah"


tiba tiba di tangan Panji telah ada lagi sebilah pedang. dan kali ini Panji menggunakan dua pusaka untuk melawan beruang itu.


beruang itu kaget saat melihat Panji memegang dua senjata, dan kedua senjata itu memiliki pamor yang begitu kuat.


"kau tak menyerang, baik aku yang akan menyerang mu"


Panji kembali datang dan menyerang beruang kuat itu.


"brett, brettt, Brett,


tiga ayunan dari pedang nya kembali mengenai dada beruang itu dan belum selesai, saat beruang itu limbung Panji mengayunkan golok petir ke area yang sama. empat serangan beruntun di area yang sama dan itu langsung melemparkan beruang itu ke belakang. Panji meyakini beruang itu tak akan mampu berdiri tapi kembali keyakinan nya pupus.


dengan susah payah beruang itu berdiri walaupun sempoyongan.


"apa??"

__ADS_1


Panji sampai mundur ke belakang karena kaget. tapi saat itu lah Panji merasa sedikit merasa tenang, cairan warna merah keluar dari sela sela bulu beruang itu yang artinya Panji telah melukai beruang itu.


"kurang ajar, kau telah melukai ku"


roaaarrrrr"


rooarrrrr"


rooaaaarrrrr"


beruang itu berteriak cukup keras sebanyak tiga kali dan menatap Panji dengan penuh amarah. beruang itu diam tak menyerang dan itu membuat Panji heran.


"ada dengan beruang itu??"


"kenapa perasaan ku menjadi tak tenang??"


"jangan jangan dia menunggu bantuan??"


Panji mengambil inisiatif menyerang dan berniat membunuh beruang itu.


tranggg"


tapi hanya sekali itu lah beruang es mampu menahan sabetan Panji, serangan berikut nya beruang itu pasrah dan menghindar seadanya. dan berkali kali sabetan Panji merontokkan bulu bulunya tapi tak mampu untuk membunuh beruang itu.


beruang itu telah kepayahan bahkan napasnya telah ngos ngosan, sama seperti Panji Karena melawan beruang itu Panji harus mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya.


"breeetttttt"


akkhhhhh"


beruang itu menjerit kesakitan saat pedang darah menebas dan melukai punggungnya. Panji berjalan dan mendekati beruang yang telah terkapar itu. Panji berniat menusuk beruang dan mengakhiri hidup beruang itu.


"roaaarrrrrr"


"roaaarrrrrr"


sahutan dari suara beruang memenuhi tempat itu dan di kejauhan Panji melihat belasan beruang berlari ke arah nya. Panji mundur ke belakang dengan wajah yang pucat.


"bagaimana mungkin??"


"satu beruang saja aku sudah kesulitan menghadapinya"


"apalagi sebanyak itu??"


Panji hanya mampu untuk pasrah dan menunggu sebuah keajaiban. saat itu lah belasan beruang itu telah mengepungnya dari berbagai arah.


"kau memang bodoh Garsi"


"melawan anak manusia saja kau tak mampu"


"maafkan aku yang mulia"


"dia cukup kuat" kata beruang yang bernama Garsi


"kuat??"


"atau kau yang lemah"


"harusnya kau sadar di antara kita semu kau lah yang paling lemah"


"apa??"


"paling lemah??"


"dia begitu kuat tapi dia paling lemah"


"bagaimana kekuatan semua beruang ini??"


Panji memutar tubuhnya dan melihat semua beruang yang mengepungnya menyeringai kepada nya seperti akan menelan tubuhnya.

__ADS_1


"habis lah sudah"gumam Panji


__ADS_2