
Dewa sesat dengan pukulan nya mampu memukul mundur Panji, dan kembali membanting tubuh raja muda itu sampai membentur dinding bukit seribu.
Tubuh Panji tergolek tak bergerak di atas tanah. dewa sesat sudah yakin jika Panji sudah tewas.
"Hahahaha..."
"Seluruh benua sekarang jadi milikku..." Teriak dewa sesat begitu keras.
Dewa sesat berjalan mendekat ke arah Panji.
"ihhh..."
Panji bernapas merintih.
Dewa sesat kaget dan kembali waspada saat mendengar lirihan dari Panji. saat kaget nya belum hilang, Panji sudah berdiri dan berhasil menguasai keseimbangan di tubuhnya.
"bagaimana bisa???"
Refleks dewa sesat mengirimkan pukulan jarak jauh nya ke tubuh Panji.
Panji dengan mudah menggerakkan tangan kanan nya, dan menepis semua pukulan jarak jauh dewa sesat.
"bammm...
"bammmm..."
Pukulan dewa sesat yang di tepis oleh Panji menghantam dan menghancurkan sebagian bukit seribu.
Panji terbang, melesat ke arah dewa sesat. Panji tak mau main main lagi. kombinasi serangan mulai di keluarkan nya.
"penjara es..."
Pukulan badai api.."
Panji mengkombinasi tiga elemen secara bersamaan.
Tiba tiba dari tanah keluar es sekuat baja, dan langsung mengikat tubuh dewa sesat. kejadian itu berlangsung sangat cepat sehingga dewa sesat tak sempat bereaksi sehingga tubuh nya beberapa saat terkunci oleh gumpalan es yang sangat besar
Saat dewa sesat menyadari semua nya, dan menyadari tubuh nya terkunci, Panji sudah di depan mata nya dengan salah satu pukulan terkuat nya.
"pukulan badai api..."
Angin berhawa panas tingkat tinggi langsung menghantam telak di tubuh dewa sesat.
"dummmm...!!!!"
Dinding es yang mengurung dewa sesat pecah bersamaan dengan terlemparnya dewa sesat ke belakang.
"elemen tanah..."
"lumpur kematian"
Tubuh dewa sesat yang berdebum jatuh ke tanah, langsung di sambut oleh tanah lembek, dan itu lah lumpur kematian dari elemen tanah.
Tubuh dewa sesat langsung terbenam ke dalam lumpur buatan Panji. Panji langsung bersalto ke udara.
"pukulan halilintar..!!!"
"glarrrr....!!"
"jledarrt...!!"
Lumpur yang membenamkan dewa sesat langsung mencar kemana mana saat pukulan halilintar menghantam dan kembali tubuh dewa sesat terlempar naik ke udara.
__ADS_1
Panji yang di udara sudah menunggu,
"tarian naga langit.."
"bamm...bammm..bamm..!!!"
Dada, punggung dan perut dewa sesat menjadi bulan bulanan pukulan dari jurus Panji. Dewa sesat tak mampu untuk bereaksi karena semua serangan Panji itu telah dikombinasikan sedemikian rupa.
Tubuh dewa sesat kembali terlempar dan jatuh ke tanah.
Panji turun dan menunggu berharap serangan nya akan sedikit melukai dewa sesat.
Dewa sesat terbangun dan menatap Panji dengan mata yang nanar penuh dengan kemarahan.
"bedebah, kau pikir serangan mu itu akan membuatku mati??"
"
kau salah, aku ini dewa..." teriak dewa sesat.
"aku tahu, itu tak akan membunuh mu, tapi aku yakin itu cukup melukai bukan??"
"atau kau merasakan sakit??" Panji memancing emosi dewa sesat.
"kau...."
"aku pastikan jantung mu akan ku makan..."
Dewa sesat melipat gandakan tenaga dalam nya, Panji juga melakukan hal yang sama.
Dua tenaga dalam tinggi telah membuat alam kembali bereaksi, Gempa besar mulai terasa bahkan sampai ke benua putih. topan dan badai juga ikut menjadi saksi pertempuran antara manusia dan dewa itu.
Mahapatih Demar yang dari kejauhan bahkan sampai bergetar melihat dua pancaran tenaga yang sangat begitu besar.
Dewa sesat kembali menyerang, tapi Panji tak mau lagi bertahan, kedua nya saling serang dan menyerang. pukulan tertahan pukulan, tendangan di tahan tangan.
Keduanya juga bergerak bagaikan kilat, kadang mereka sudah di udara, kadang sudah di tanah. pertempuran itu sudah melebihi pertempuran besar yang di lalui Panji saat melawan raja kematian
Dewa sesat melihat celah, dia meninju ke dada Panji, saat itu pun Panji melihat celah besar itu. mata mereka saling tatap saat pukulan mereka sama sama menghantam tubuh lawan nya.
Panji dan dewa sesat sama sama terjungkal ke belakang. tapi Panji mengalami luka yang lebih parah dari pada dewa sesat.
"sampai kapan kau bertahan bocah??"
"sampai kapan??"
"aku dewa, dan aku tak akan bisa mati" teriak dewa sesat yang mulai kesal karena Panji masih bisa mengimbanginya.
Panji menyeka darah yang mulai keluar di sela sela bibirnya.
"kau yakin tak bisa mati??"
"hari ini kematian mu dewa bejat" teriak Panji
"hahahah, dengan apa ayo jawab dengan apa??"
Napas dewa sesat mulai ngos ngos an karena pertempuran besar itu.
Tubuh Panji pun sebenarnya sudah mendekati batas, tapi karena lima tubuh elemen dalam tubuhnya terus memberikan nya tambahan tenaga dalam, maka tubuh Panji tak kekurangan akan kekuatan tenaga dalam.
"apa kau sadar, dari tadi aku hanya ingin menghabiskan tenaga dalam mu??"
"aku akan membunuhmu saat tubuhmu sudah kepayahan" kata Panji mengejek
__ADS_1
Panji kembali melesat ke arah dewa sesat.
"penjara es..."
mendengar itu dewa sesat terbang ke udara, dia tak mau terperangkap untuk kedua kalinya.
Panji tersenyum saat dewa sesat di udara, dewa sesat dengan kening berkerut heran melihat senyum Panji.
"badai petir"
Saat tubuh dewa sesat telah di udara, Panji sudah menyiapkan jurus yang lebih mengerikan lagi. penjara es hanya tipuan saja.
Dewa sesat ingin menghindar dari jurus Panji tapi semua sudah terlambat.
"jledar..."
"jledarr..."
Tubuh dewa sesat di sengat ribuan volt dari jurus badai petir milik Panji.
"akkkkhhhhhhh....."
Itulah jeritan pertama dari dewa sesat setelah mereka bertarung.
Tubuh dewa sesat terjatuh, Panji tak merasakan lagi energi dari dewa sesat.
"apakah dia mati??"
"tidak mungkin??"
"dia tak akan mati semudah itu" gumam Panji.
Panji melihat tubuh dewa sesat diam tak bergerak.
Dengan ragu ragu Panji melangkah mendekati dewa sesat. sekitar satu meter Panji berhenti tapi tak mengurangi kewaspadaan nya.
"crasss...!!!"
Dewa sesat tiba tiba bergerak begitu cepat, Panji sudah mencoba menghindar, tapi tetap saja cakar dewa sesat mengenai bahu Panji.
Darah langsung mengucur dari bahu Panji, Panji dengan cepat menotok dan menghentikan pendarahan yang terjadi di bahunya.
"hahahah, dengan begini pertarungan kita telah berakhir" kata dewa sesat dengan senyum kemenangan.
"berakhir??"
"apa kau yakin??" tanya Panji.
"apa kau tak tahu, cakar ku ini menyimpan racun yang paling kuat di seluruh benua ini"
"dan aku yakin tubuhmu tak akan kuat untuk melawan racun itu"
"racun??"
"apa kau yakin racun mu akan bereaksi pada tubuh ku??"
"oh iya aku lupa mengatakan kepada mu, tubuhku ini kebal terhadap semua racun"
"tidak mungkin" desis dewa sesat.
***********
Like n komen ya sahabat.
__ADS_1