Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 95 terkepung dan pertanda buruk


__ADS_3

Panji menyongsong serangan panglima Saptika, mereka bermain main dengan jurus jurus yang ringan terlebih dahulu seperti permintaan panglima Saptika. Panji meladeni dengan jurus jurus rajawali.


kedua nya saling tukar serangan silih berganti.


blarrrr"


pukulan bertenaga dalam sedang memekak kan telinga, itu membuat kedua nya mundur kebelakang dan sama sama terhuyung.


"menarik, sangat menarik kau anak muda"


"aku suka"


"baiklah, saat nya serius bukan??" kata panglima Saptika meningkatkan tenaga dalam nya


"baik, aku ikuti permintaan mu panglima"


keduanya kembali saling serang dan kali ini serangan mereka benar benar dahsyat, keduanya saling ingin menjatuhkan lawannya.


duggg"


pukulan panglima Saptika menghantam bahu Panji dan itu membuat Panji terlempar ke belakang. panglima Saptika menunggu Panji untuk siap menunggu serangan nya. Panji kagum akan jiwa satria panglima kegelapan itu.


"aku tak akan main main lagi"


jari petir"


tubuh Panji langsung di aliri petir bertegangan tinggi.


hiattt"


Panji ganti menyerang terlebih dahulu"


blaaarrrr


tangan panglima Saptika kaku saat berbenturan dengan tangan Panji. dan itu tak di sia sia kan Panji dengan cepat Panji menendang dada panglima itu.


"akhh" panglima Saptika gantian yang terhuyung ke belakang. seperti yang dilakukan panglima Saptika Panji juga menunggu sebelum memulai serangan yang baru.


begitu serius nya Panji bertarung tanpa dia sadari dia telah di kepung golongan hitam dari berbagai penjuru benua hitam. belasan pendekar tingkat tinggi siap membokong jika Panji lengah.


"bagaimana panglima??"


"bisa kita teruskan??" tanya Panji


"baiklah, aku akan menggunakan senjataku" kata panglima Saptika dan menarik sepasang pedang.


"aku juga akan menggunakan pedang ku panglima"


"tapi bukan pedang ini"


tiba tiba di tangan Panji telah ada sebuah pedang bergagang ular naga, ya Panji telah memegang pedang rembulan langit.


panglima Saptika tersenyum melihat pedang itu berada di tangan Panji, bukan nya takut seperti panglima benua kegelapan yang lain tapi itu malah membuat panglima Saptika bersemangat bertarung menghadapi Panji.


"pedang membelah awan"


tranggg"


benturan pedang itu memercikkan bunga api tapi ternyata serangan panglima Saptika tidak sampai di situ saat pedang nya berbenturan dengan pedang Panji salah satu pedang nya menyabet ke arah bahu Panji tapi itu sudah di prediksi Panji jadi dengan mudah Panji menghindari sabetan itu.


"hampir saja panglima" kata Panji


"itu belum seberapa"


panglima Saptika mengayun ayunkan pedangnya dan menimbulkan deru angin.

__ADS_1


hiaaattt


panglima Saptika menyerang dan sepertinya serangan ini akan menentukan siapa pemenang pertarungan ini.


satu pedang panglima Saptika mengarah ke leher Panji sementara pedang yang lain mengarah ke perut Panji, Panji menarik kepala nya dan bersalto ke atas menghindari serangan di perut nya dan langsung menyabet kan pedang nya di pundak panglima Saptika,


brettt"


"ukkkhhhh" panglima Saptika mengeluh kesakitan.


panglima Saptika membuang pedang nya tanda menyerah.


"ambilah nyawaku"


"biarkan aku pergi dengan tenang" kata panglima Saptika


Panji heran melihat sikap panglima kegelapan itu


"apa maksud mu panglima??"


"sebenarnya sudah lama aku ingin menemui mu"


"hanya kau yang bisa dan memiliki kemampuan untuk mengambil nyawa ku"


"aku semakin tak mengerti panglima" kata Panji


"selama benua kegelapan tersegel, aku sebenarnya telah mengubah pendirian ku"


"dan ingin merubah ke jalan yang benar"


"tapi segel kematian yang tertanam pada tubuhku membuat aku terpaksa mengikuti keinginan raja kematian"


"aku sudah bosan hidup penuh darah"


"anak muda, tanpa kau ambil pun aku akan mati, tapi aku akan mati dengan cara yang paling menyakitkan"


"bunuhkan aku, dan kurangi penderitaan ku" kata panglima Saptika menundukkan kepala.


"aku tak tahu hatimu sehalus itu panglima"


"maafkan aku yang salah menilai mu"


"aku akan mengabulkan permintaan mu" kata Panji


"sebelum kau membunuh ku akan aku sampaikan sesuatu"


"jangan bunuh raja kematian kecuali terpaksa"


"dalam tubuhnya tersegel sesuatu yang lebih mengerikan dari pada raja kematian"


"baik panglima, aku akan mengingatnya"


"lakukan cepat, dan tanpa rasa sakit" kata panglima Saptika


Panji dengan cepat mengayunkan pedang langit ke leher panglima Saptika, panglima kegelapan yang telah berubah itu tewas tanpa menjerit.


"ternyata ada juga orang yang baik dari benua kegelapan" gumam Panji dan memasukkan pedang langit kembali ke kantong semesta.


Panji berniat akan meninggalkan tempat itu tapi tiba tiba dari segala arah puluhan orang turun dari atap dengan senjata lengkap langsung mengurung Panji. Panji langsung waspada dan menarik pedang darah.


"mau kemana??"


"apa kau pikir semudah itu datang dan pergi dari benua ini setelah kekacauan yang kau perbuat" kata salah seorang yang mengurung Panji.


"kalian hanya akan mengantar nyawa" kata Panji sinis.

__ADS_1


"serang dan cincang tubuh pengacau ini"


puluhan orang itu langsung menyerang saat mendengar aba aba itu. Panji di serang dari segala arah.


tranggg


pedang Panji menahan sebuah serangan tapi serangan lain datang menyusul dari belakang.


Panji berputar tiga ratus enam puluh derajat sambil mengayunkan pedangnya.


"bretttt"


pedang Panji tanpa terhentikan menebas perut pembokong itu dan darah langsung muncrat dari perutnya.


"akhhhh" dia menjerit sambil memegangi perutnya.


Belum selesai Panji menendang dada orang itu.


dan dari arah depan gada besar menghantam ke arah Panji, Panji melenting ke belakang tapi di sana pun telah menunggu seseorang dengan tombak, dan telah bersiap menusuk Panji. Panji yang bersalto memutar pedang nya dan menyambut tombak itu.


tranggg"


dengan kekuatan penuh Panji menahan tombak itu dan berbalik menyerang


pedang membelah lautan.


sinar biru dari pedang menghantam tubuh pendekar bersenjata tombak dan tubuhnya langsung terpotong jadi dua. tapi Panji bukan tanpa luka, sebuah sabetan pedang entah dari mata melukai punggungnya. rasa perih langsung terasa saat darah mulai mengucur dari luka nya.


"aku harus kabur"


"aku tak mungkin menang menghadapi mereka"


"apalagi tenaga ku telah terkuras saat bertarung dengan panglima Saptika tadi"


"glaaaarrrr"


tiba tiba suara petir yang begitu keras terdengar mengejutkan puluhan orang yang menyerang Panji. untuk sesaat perhatian mereka teralihkan. awan hitam langsung mengelilingi seluruh benua hitam


"apa ini??"


"seperti nya pertanda buruk"


"glaaaarrrr"


lagi lagi suara petir itu begitu kuat sampai memekakkan telinga.


semua orang menatap ke langit dan melihat sebuah bayangan hitam menyeramkan melintas di langit.


"pertanda buruk" gumam seseorang


beberapa orang langsung meninggalkan pertarungan karena merasa tak tenang. Panji melihat sebuah kesempatan untuk melarikan diri.


"ini saat nya" gumam Panji dan melenting melompati atap. Panji langsung melarikan diri dengan menahan luka di punggungnya, Panji berpikir pasti puluhan orang itu akan mengejarnya. tapi di luar dugaan sampai Panji telah di perbatasan satu orang pun tak ada yang mengejarnya.


"apa tadi ya??"


"awan hitam dan bayangan itu"


"jangan jangan sesuatu yang buruk akan terjadi"


"aku harus secepatnya menuju benua kuning dan membunuh Mahapatih mereka"


"tapi sebelumnya aku harus mengobati luka ku" kata Panji dan melangkah masuk ke wilayah benua kuning.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2