Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 163 akhir pertarungan


__ADS_3

Tubuh lima elemen memang sudah menyegel tato simbol iblis di tubuh Panji, tapi itu hanya sementara waktu, bahkan tubuh lima elemen tak tahu, sampai kapan segel itu akan berfungsi.


"kami selalu berharap kau akan terus di jalan kebenaran Panji"


"jangan kalah karena simbol itu" kata tubuh petir.


"baik lah Panji, saat nya kita berpisah"


"tugas kami sudah selesai di dunia ini" kata tubuh api yang memang selama ini paling banyak membantu Panji.


"mari kita kembali dewa sesat, kau harus menerima hukuman dari raja dewa" kata tubuh es sedikit memaksa.


"tak perlu kalian paksa, aku dari dulu sudah siap menerima hukuman dari raja dewa"


"aku sudah lelah" jawab dewa sesat.


Tubuh lima elemen memborgol dewa sesat dengan elemen masing masing sehingga dewa sesat tak mampu untuk bergerak.


"selamat tinggal Panji, ingat jangan putus asa"


"semoga kita bertemu lagi" kata tubuh api.


"dan ingat jaga baik baik buah api naga, suatu saat kau akan merasakan sendiri kegunaan mustika itu"


"jaga diri mu baik baik Panji, dan berusaha lah mencari cara untuk bebas dari simbol iblis itu"


Ke lima tubuh elemen memutari tubuh Panji, mereka menyalurkan tenaga dalam tambahan ke tubuh Panji.


"dengan ini tugas kami selesai, teruslah perangi kebathilan, dan berjalan lah di jalan kebenaran" kata tubuh tanah berbicara.


"terima kasih kalian sudah banyak membantu ku"


"aku juga berharap kita bertemu kembali"


"bertemu bukan sebagai musuh, tapi tetap sebagai kawan"


Lima tubuh elemen perlahan lahan memudar dan menghilang dari pandangan Panji. Saat itu lah Panji kembali tersadar.


Panji memandang ke sekeliling sesaat setelah Panji mendapatkan kembali kendali atas tubuh nya, mulut terbuka lebar karena bekas pertarungan nya dengan dewa sesat telah menghancurkan sekitar bukit seribu.


Panji berjalan perlahan dan seperti tak memiliki semangat, segel iblis pada tubuhnya seperti menghilangkan semangatnya, dia sungguh tak mau menjadi pengikut iblis.


Panji melihat Mahapatih Demar yang terduduk mengatur pernapasan nya.


"paman, ada apa dengan paman??" tanya Panji


Mahapatih Demar menatap Panji seperti mencoba menerka apakah orang yang di depan nya benar benar raja Satria atau dewa sesat. tapi senyum Mahapatih Demar langsung mengembang saat merasakan aura kehangatan dari tubuh Panji.


"aku tak apa apa yang mulia, bagaimana??"


"apa kita akan kembali yang mulia??" tanya Mahapatih Demar.


"iya paman, aku ingin istirahat"


"setelah ini banyak yang ingin aku ceritakan kepada paman"


"mari paman" ajak Panji


Mahapatih Demar memutuskan untuk tak menceritakan saat pertarungan singkatnya dengan dewa sesat yang mengambil alih tubuh Panji, Mahapatih Demar merasa itu hanya akan menjadi menambah beban untuk pikiran Panji.

__ADS_1


Saat mereka sampai di istana tanpa banyak bicara Panji langsung masuk ke kamar pribadi nya untuk istirahat. sementara Mahapatih Demar memutuskan untuk memanggil semua pejabat istana.


Istana kerajaan Bintang kejora kembali ramai tapi itu tak membuat Panji merasa mendapat ketenangan.


"aku harus mencari tahu semua tentang segel iblis ini"


"paman, datang ke kamar ku" kata Panji kepada Mahapatih Demar melalui kekuatan bathin nya.


Mahapatih Demar kaget karena kekuatan bathin seperti itu sangat jarang di miliki oleh pendekar biasa, pendekar kelas atas pun harus berlatih keras demi kekuatan bathin sekuat itu.


"aku baru sadar ternyata yang mulia memang sudah sekuat dewa" gumam Mahapatih Demar dan berjalan ke kamar Panji.


"masuk saja, gak di kunci paman" kata Panji saat mendengar langkah kaki Mahapatih kerajaan itu.


"ada apa yang mulia memanggil ku??"


"ada hal yang harus aku ceritakan kepada paman"


"tapi aku harap paman merahasiakan semua nya" pinta Panji.


"ceritakan saja yang mulia, aku akan menjaga rahasia yang mulia sampai aku mati"


"itu janji ku"


"tapi tentang apa??" tanya Mahapatih Demar penasaran.


"apa paman pernah mendengar segel atau simbol iblis??" tanya Panji


"simbol iblis??"


"dari mana yang mulia mengetahui itu??"


"ceritakan yang paman tahu tentang segel iblis" pinta Panji.


"Segel iblis itu pertama kali di gurat di tubuh seorang pertapa sakti, dan itu segel yang membuat pertapa itu menyeleweng menjadi golongan hitam"


"segel itu seperti kutukan"


"saat pemilik segel mati, maka segel itu akan berpindah, begitu seterus nya sampai pembuat segel itu mati"


"apa paman tahu siapa pembuat segel itu??" tanya Panji.


"kalau aku tak lupa segel itu di buat oleh raja iblis Gondomayit"


"kenapa yang mulia menanyakan itu??" tanya Mahapatih Demar semakin penasaran.


Panji tak menjawab tapi mengangkat baju nya, dan memperlihatkan segel iblis kepada Mahapatih Demar.


"apa paman mengenal segel ini??" tanya Panji


Mahapatih Demar sampai mundur ke belakang karena tato itu sangat di kenal nya.


"yang mulia??"


"bagaimana bisa yang mulia mendapatkan segel terkutuk itu??"


"dewa sesat selama ini juga tersegel karena tato ini"


"tapi dia tak menceritakan kenapa dia bisa mendapatkan segel terkutuk ini"

__ADS_1


"apa paman tahu bagaimana cara melepas segel ini??" tanya Panji ingin tahu.


"seperti yang aku bilang yang mulia, hanya dengan memberikan segel itu pada golongan putih"


"dan dengan membunuh raja iblis Gondomayit"


"apa paman tahu bagaimana cara membunuh raja iblis Gondomayit??" tanya Panji lebih lanjut.


"kalau itu aku tak tahu yang mulia, hanya para dewa yang tahu"


Panji diam dan tak memaksa untuk bertanya lagi.


"aku harap paman menjaga rahasia ini baik baik, aku masih harus mencari cara untuk melepaskan segel terkutuk ini"


"untuk sementara waktu segel ini masih terkunci, tapi aku tak tahu kapan kunci segel ini akan terbuka"


"pasti akan aku jaga rahasia yang mulia"


"aku tak mungkin membeberkan rahasia dadi raja ku sendiri"


"aku percaya pada paman"


"tinggalkan aku sendiri paman" kata Panji.


Mahapatih Demar tak menjawab, tapi mengikuti kemauan Panji untuk meninggalkan raja muda itu.


"aku harus bertanya pada siapa lagi??"


"apa paman maung Sabda mengetahui sesuatu??"


"aku harus ke sana dan menanyakan langsung"


"dan semoga segel ini terkunci sampai aku menemukan jawaban yang aku cari gumam Panji.


********


Lima sosok berpakaian perang terbang di langit dan turun di bukit seribu, bukit bekas pertempuran Panji dan dewa sesat.


"kita harus menemui anak muda itu secepatnya, dan mengatakan semua titah yang mulia" kata pemimpin rombongan itu.


Ke lima orang itu berpakaian sungguh aneh, mereka berlima memakai baju perang lengkap dengan jubah dan senjata di bahu mereka. Sementara pemimpin dari kelompok itu tak terlihat memiliki senjata apa pun.


Saat mereka tiba di istana bintang kejora mereka mengeluarkan aura panas yang hanya Panji merasakan nya.


"aura ini??"


"ini aura yang sangat luar biasa"


"siapa yang memiliki aura sebesar ini??" gumam Panji


************


like n komen ya sahabat.


terima kasih masih terus mengikuti perjalanan Panji.


Mari kita teruskan perjalanan kita.


perjalanan menuju langit.

__ADS_1


__ADS_2