Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 15 pergolakan dunia persilatan


__ADS_3

jauh di benua hitam di sebuah padepokan besar. padepokan darah iblis. padepokan besar yang menjadi tonggak golongan hitam.


bargola....


iblis darah memanggil bawahan nya


bargola berlari dan langsung bersujud gemetaran


ya ketuaa!!!


ada apa memanggil hamba??


panggil dan undang semua padepokan besar di semua benua..!!!


sebelum purnama depan semua harus berkumpul di sini..!!!


siap ketua...


bargola tak berani membantah atau bertanya apa tujuan iblis darah tapi langsung bergerak melaksanakan tugas itu.


##############################


terik matahari begitu panas. siang itu di pinggiran sebuah kota kecil. kota CAGAR,


seorang pemuda dengan rambut panjang se bahu berjalan sambil menikmati keindahan alam. pakaian lusuh warna hijau menutupi kulitnya yang kuning. mata nya dengan sorot ketegasan semakin menambah kedewasaan dari pemuda itu.


Panji dia lah pemuda itu. Panji yang baru keluar dari lembah kesunyian memandang kagum keindahan dari alam mayapada.


di depan gerbang kota saat Panji mau memasuki kota cagar.


brentii...!!!!!


seorang lelaki brewok yang menghentikan langkah Panji.


ada apa paman???


bayar Dulu sebelum masuk ke kita ini kata lelaki itu.


bayar???? kata Panji


ya bayar..!!


3 koin perak setiap masuk ke kota.


Panji yang tidak tahu apa apa memberikan 3 koin perak pada lelaki itu dan memasuki kota cagar.


Panji ternganga melihat keindahan kota cagar.

__ADS_1


untung ayah bercerita sedikit tentang dunia ini kalau tidak bisa bisa aku tidak tahu apa pun tentang dunia ini.


Panji memasuki sebuah toko pakaian.


Panji mengeluarkan 2 keping emas.


berikan aku pakaian terbaik dari toko ini..!!


tak berapa lama pelayan toko memberikan 3 buah baju untuk Panji.


Panji mengganti pakaian nya dan semakin kelihatan kedewasaan dan ke tampan an Panji.


Panji keluar toko dan memasuki penginapan.


Panji memesan sebuah kamar di penginapan itu.


hhhuuhhh


capek...


Panji pun turun da memesan makanan.


saat Panji masih menyantap makanan nya 3 orang berpakaian hitam memasuki restoran.


pelayannn...


pelayannn


kami 3 elang maut mau makan .


baik tuan kata pelayan itu gemetaran.


semua pelanggan di tempat itu mempercepat makan nya dan meninggalkan restoran itu.


hanya Panji dan seorang lelaki tua yang tersisa di restoran itu.


heehhh


masih ada kecoa yang bertahan di sini..!!!


ya kan Adi mas kata elang hitam pada adik nya.


iya kak jawab elang biru.


kasih saja pelajaran biar tahu elang merah menambah kata kata dari elang hitam.


elang biru berjalan mendekati Panji.

__ADS_1


anak muda kau memiliki berapa lembar nyawa???


kami 3 elang maut tidak suka kau di sini..


hhhmmmm


Panji hanya berdehem mendengar kata kata elang biru.


cuuiihhhh


elang biru meludahi makanan Panji


hahahahaha


dengan begitu kau akan pergi bukan kata elang biru sekalian meninggalkan meja Panji.


Panji hanya memandang dan terkata.


ilmu hanya setinggi dengkul sudah merasa seperti raja..!!!


manusia manusia Panji bergumam sendiri pelan tapi terdengar jelas di telinga 3 elang maut.


brakkkkk


meja di depan elang biru langsung hancur di pukul elang biru.


keparat...


kau tahu sedang berhadapan dengan siapa??


kematian sudah mengejarmu..!!


elang biru langsung menerjang dengan tangan kosong nya.


tinju elang kematian katanya..!!!


Panji hanya menggeser tubuh nya ke samping.


Panji berdiri.


hey kalian keroco keroco kudis..


sini aku mau coba sampai dimana kemampuan kalian.


aku Panji tidak akan gentar menghadapi manusia seperti kalian.


kematian kalian aku pastikan hari ini.

__ADS_1


Panji mengeluarkan tenaga dalam yang menggetarkan ke 3 elang maut.


###############################


__ADS_2