Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 37 tipu muslihat istana


__ADS_3

Panji menatap diyah pitaloka tak percaya akan ucapan gadis itu.


maaf hamba yang hina ini tak tahu diri tuan putri" kata Panji.


diyah Pitaloka tersenyum lebar melihat Panji.


tampan juga pemuda ini" pikir gadis itu.


diyah Pitaloka tak tahu kalau Panji buronan kerajaan dan juga orang yang telah melukai saudaranya. karena diyah Pitaloka tak pernah melihat sketsa wajah Panji.


apa kau mau mengawal ku sampai ke istana Panji?? pinta Pitaloka pada Panji.


hamba siap melayani tuan putri" jawab Panji sopan.


diyah Pitaloka yang biasa nya selalu dalam kereta kudanya kali ini menunggangi kuda nya sendiri dan kuda nya berjalan cepat di dekat kuda Panji.


di istana ganda lima.


yang mulia..!!


yang mulia...!!!!


ada apa pengawal??


mengagetkan saja" jawab raja gusar.


tuan putri hampir sampai di kerajaan yang mulia" lapor prajurit itu.


itu kan bagus..!!


jadi kenapa kau seperti ketakutan" tanya raja Mahameru.


tuan putri bersama dengan pemuda yang melukai tuan pangeran yang mulia" jawab prajurit itu.


apaa...??????


tidak mungkin..!! raja tak percaya dengan ucapan prajurit itu.


TUANN PUTRII TELAHH TIBAA...


Suara keras terdengar dari luar memberitahukan kalau tuan putri kerajaan telah sampai di kerajaan.


prajurit langsung siaga melihat Panji. tapi karena Panji bersama putri diyah Pitaloka prajurit tak berani menyerang Panji. tanpa tahu yang terjadi diyah Pitaloka menemui ayahandanya. sementara Panji menunggu di halaman istana, duduk merenung menunggu.


Ibunda...!!


diyah Pitaloka langsung memeluk bunda nya.


ayahanda..!!


Pitaloka juga memeluk ayahnya.


bagaimana perjalanan mu putri ku?? tanya permaisuri iyeng Anggi.


diyah Pitaloka menceritakan semua kejadian yang terjadi di hutan beriak. diyah Pitaloka juga menceritakan Panji yang telah menyelamatkan nyawanya.


jadi panglima Sentanu telah tewas" gumam raja Mahameru.


putri ku,,


apa kau tahu kalau anak muda yang menolong mu itu orang yang telah melukai saudaramu?? tanya raja mahameru


apppaaaa..??


diyah Pitaloka kaget.


diyah Pitaloka tak menyangka orang yang melukai kakak nya orang telah menolongnya. gadis itu dalam dilema. di satu sisi dia menghargai dan mengagumi sosok Panji tapi di sisi lain dia tak akan menerima orang lain melukai saudaranya.


diyah tak terima kakak di lukai orang lain bunda tapi.." diyah Pitaloka terdiam lesu menggigit bibir nya.


kenapa putri ku?? tanya permaisuri mengelus lembut rambut panjang putri nya.

__ADS_1


apa yang harus aku lakukan ayah?? tanya diyah Pitaloka kepada raja Mahameru.


beri dia makan dan minuman yang beracun yang hanya melemahkan tenaga dalam nya..!!


dengan begitu prajurit istana akan mudah meringkusnya..!!


kerajaan akan memberikan pemuda itu hukum pancung" jelas Sri raja Mahameru pelan pada putrinya.


baik ayah" jawab diyah Pitaloka lemas.


diyah Pitaloka keluar dan berjalan menuju tempat Panji menunggunya.


ayo aku antar ke kamar mu" kata diyah Pitaloka.


aku mau menemui yang mulia..!!


aku ingin minta maaf karena telah melukai pangeran Candra" jawab Panji.


besok kau bisa menemui ayahanda..!!


sekarang ayahanda lagi sibuk" kata diyah Pitaloka.


diyah Pitaloka membawa Panji ke ruangan yang cukup besar. dengan kamar yang sangat mewah. kamar seorang tamu undangan.


kau akan menginap di sini malam ini dan besok aku akan menemani mu menemui ayahanda" kata diyah Pitaloka sekalian meninggalkan Panji.


Panji duduk termenung di kamar itu.


tok tok tok


masuk" kata Panji.


3 orang pelayan membawa hidangan makan dan minuman untuk Panji. tanpa curiga Panji menyantap makanan yang telah di taburi racun pelemah tenaga dalam.


di pagi hari.


tok tok tok


selesai makan Panji keluar dari kamarnya dan berjalan menuju halaman istana. Panji melihat penjagaan dari prajurit sedikit di perketat.


ada apa ini?? Panji bertanya dalam hati.


Panji melihat sebuah belenggu kayu terletak di halaman istana. rantai besi juga ada terletak di sebelah belenggu itu.


apa itu belenggu untuk seorang tahanan pikir Panji.


kemarin itu belum ada" bathin Panji lagi dalam hati nya.


Panji tetap merasa tenang.


kapan aku akan menemui yang mulia ya gumam Panji.


tapi...


hehh buronan...!!


suara keras tiba tiba terdengar dari belakang Panji.


Panji berbalik dan melihat 3 orang panglima kerajaan lengkap dengan pakaian perang.


buronan??


siapa yang kalian sebut buronan paman?? tanya Panji tak mengerti.


belum hilang rasa tidak mengerti Panji dari dalam istana keluar Patih mering songo dan Mahapatih adijaya.


Panji melihat ada yang tidak beres dan berjalan pelan ke tengah halaman istana kerajaan.


dan tanpa ada basa basi ke 5 orang itu mengepung Panji.


menyerah atau kau mati hari ini bocah" kata Mahapatih adijaya.

__ADS_1


apa salah ku paman??


apa karena aku melukai pangeran Candra??


aku kemari untuk minta maaf paman..!! jelas Panji.


minta maaf lah setelah kau sampai di neraka" jawab panglima satu dan langsung menerjang Panji. serangan panglima satu di ikuti rekan rekan nya. 5 orang langsung menyerang Panji. sementara prajurit kerajaan menyiapkan panah jika Panji akan melarikan diri.


Panji mampu menahan serangan ke 5 orang itu dengan langkah langit. tapi dalam posisi bertahan Panji tetap lah manusia biasa yang masih minim pengalaman bertarung.


Patih mering songo menyerang dari samping kiri. saat Panji menangkis serangan itu dari belakang panglima satu menebas dengan pedang, Panji terpaksa melenting ke udara. tapi saat Panji menjejakkan kaki nya di tanah sebuah pukulan dari kanan langsung mengarah ke dada nya.


baaaammmm


Panji menahan pukulan itu dengan tapak nya. tapi belum selesai serangan itu sebuah serangan susulan menyerang dan serangan itu lebih besar dari serangan biasa.


dua tapak beradu.


blaaaarrrt


Panji terdorong dan keseimbangan nya belum sempurna dan tiba tiba Patih mering songo menendang dada nya


Panji mencoba menahan serangan itu dengan melenting ke udara tapi..


baaaammmm


akkkhhhhh


Panji terjatuh dari udara karena Panji tak mampu menangkis sebuah pukulan sajak jauh. dan pukulan itu berasal dari sepuh Jagaraga yang memang telah menyiapkan serangan dadakan. dan semua nya pun gelap.


saat Panji tersadar lehernya telah terbelenggu dan kedua tangan dan kaki nya telah di rantau besi. Panji mencoba melepaskan diri dengan mengerahkan tenaga dalam tapi Panji tak merasakan sedikit pun tenaga dalam di tubuh nya.


ada apa ini..??


dan ada apa dengan penduduk ini pikir Panji.


akkkhhh


erangan Panji menahan sakit.


plaaaakkkkk


sebuah tamparan keras mengarah ke wajah Panji.


hari ini kau akan mati bodoh" tamparan dan makian itu terdengar dari seorang pemuda yang ternyata pangeran Candra.


bisik bisik penduduk terdengar jelas di telinga Panji. tanpa Panji sadari Panji telah pingsan selama 1 Minggu dan hari ini adalah hari dimana Panji akan di pancung. algojo telah bersiap di samping Panji.


rakyat ku yang damai...!!


hari ini seorang penghianat akan kita musnahkan dari negeri yang cintai ini..!!


jadi lihat dan saksikan kematian penghianat ini..!!


algojo..!!


pancung kepalanya..!!


Panji hanya bisa menutup mata. saat pedang algojo sudah siap memancung kepala panji.


akkkhhhhhhhhh......


jeritan kematian terdengar dari belakang menghentikan pedang algojo tersebut.


********************************


bagaimanakah selanjutnya??


ikuti terus perjalanan Panji ya kawan kawan


like vote n komen y

__ADS_1


__ADS_2