
Panji menatap dengan pandangan cemas
"bagaimana ini??"
"sepertinya ini lah akhir petualangan ku" gumam Panji putus asa.
"tapi aku tidak akan menyerah, aku akan membawa beberapa dari kalian"
Panji mempersiapkan dirinya.
"serang dia" pemimpin beruang memberi perintah pada empat beruang yang dekat dengan Panji. dan tanpa menjawab ke empat nya menyerang Panji. mereka menyerang dari empat penjuru angin.
"whuussss"
Panji melompat dan menghindar, kedua pedang nya seperti tak ada arti. tapi setiap Panji menghindar beruang yang lain telah menunggunya. lama lama Panji semakin terdesak juga.
"bretttt"
punggung Panji kena cakaran beruang dari belakang.
akhhh"
Panji menjerit keras, darah segar keluar dari punggung nya dan luka itu memang cukup parah.
Panji berdiri sempoyongan dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya, wajahnya di selimuti ketakutan.
Panji memasukkan pedang darah dan golok petir ke kantong semesta, dan mengeluarkan pusaka tertinggi pedang rembulan langit. cahaya biru bercampur keemasan memancar dari tubuh Panji.
ke empat beruang yang mengelilinginya langsung pucat, senyum kemenangan yang awalnya tersungging di wajah mereka menghilang.
raja beruang itu juga kaget melihat pamor dari pedang langit.
"kalian, bantu saudara kalian"
"dan ambil pedang pemuda itu" perintah raja beruang.
sepuluh beruang kini menyerang bersama sama dan itu benar benar mendesak Panji. saat ada kesempatan Panji mengayunkan pedang nya.
"breeetttt"
akkkhhhhh"
salah satu beruang itu terlempar dan terluka dengan dada melebar.
"pedang langit ternyata mampu melukai mereka"
tapi itu hanya sebentar dan kembali Panji harus menerima serangan dari berbagai penjuru. Panji bersalto tinggi dan melayang cukup jauh dan mendarat walaupun sempoyongan.
tapi lagi lagi beruang itu dengan ganas menyerang ke arah Panji. salah satu beruang itu maju terlebih dahulu dan menyerang dengan membabi buta. bahkan beruang itu tetap bertahan saat Panji menebas tubuhnya dan melukai dengan pedang rembulan langit.
saat itu lah bahaya benar benar menghampiri Panji, beruang itu mengorbankan dirinya demi kematian Panji.
"breeetttttt"
dan cakar salah satu beruang menghantam dada Panji.
"akhh"
__ADS_1
Panji merintih pelan. belum cukup sampai di situ,
brettt"
lagi punggung Panji kena cakaran beruang itu, dan itu serangan yang cukup untuk menghabiskan tenaga Panji. Panji memasukkan pedang rembulan langit sebelum dia kehabisan tenaga. Panji langsung jatuh dan tersungkur ke tanah.
"akhhh" Panji menjerit menahan perihnya segala luka di tubuhnya, darah segar telah membasahi baju dan tubuhnya.
salah satu beruang mendekat dan mencengkram leher Panji dengan cakarnya yang tajam, leher Panji langsung merah berdarah karena cakar beruang itu masuk menusuk lehernya.
"ini akhir hidup mu anak manusia"
"selamat tinggal, dan sampai jumpa di neraka"
"matilah"
tunggu" beruang itu berhenti saat beruang itu akan memberikan serangan terakhirnya.
"yang mulia, ada apa??"
"bawa dia kemari"
"biarkan adikmu Garsi yang mengambil nyawanya"
beruang itu menendang tubuh Panji dan melayang jatuh tepat di depan raja beruang.
"bagaimana anak manusia??"
"aku yakin kau menyesal telah memasuki pulau ini"
"tapi menyesal pun akan percuma"
Garsi mendekat dan bersiap menghabisi nyawa Panji.
"sebaiknya aku menyiksa mu sebelum menghabisi nyawa mu"
"itu sepertinya menyenangkan" kata Garsi dan mengangkat tubuh Panji.
"bammmm"
Garsi melempar Panji dan terlempar tanpa sedikit perlawanan. Garsi juga mencakar paha Panji.
"akkkhhhhh" Panji menjerit kesakitan
"cukuupppp"
"Garsi bunuh dia"
"jangan lagi bermain main" kata salah satu beruang.
"aku belum puas, apa kalian tak melihat luka di tubuh ku ini" jawab Garsi dan menendang tubuh Panji seperti bola.
"lakukan apa yang ingin kau lakukan Garsi"
"kami ingin melihat seberapa baik kau menyiksa" kata raja beruang.
"baik yang mulia"
__ADS_1
Garsi mengikat dan menggantung Panji layaknya boneka nya, dan sedikit pun Panji tak mampu lagi melawan.
"hahahahah"
belasan beruang itu tertawa seperti mendapat mainan baru saat melihat Panji terayun bagaikan monyet.
"kau cukup mampu menghibur kami Garsi" kata salah satu beruang.
Garsi mendekat dan menempelkan cakarnya di punggung Panji, dan pelan pelan Garsi menyayat punggung Panji, ketajaman kuku Garsi bagaikan pisau dan itu benar benar melukai daging Panji.
"akkhh"Panji merintih pelan menahan sakit. untuk bersuara pun Panji tak mampu apalagi untuk melawan.
"aku akan menyayat mu sampai darah dalam tubuh mu habis terceceran ke tanah"
"dan kau akan mati dengan kehabisan darah"
dan benar Garsi kembali menyayat punggung Panji, darah terus berjatuhan ke tanah yang berselimut es, warna es itu telah merah karena darah Panji.
"bukkk"
Garsi memukul dada Panji dan itu membuat Panji kembali terayun.
"huaaakkk"
Panji langsung muntah darah, dan itu menandakan luka dalam yang sangat parah, bukan hanya luka dalam parah, fisik dan tubuh Panji juga penuh dengan luka yang benar benar parah.
"bagaimana??"
"apa kau merasakan sakit aak manusia??"
"tenanglah, sebentar lagi kau akan menemui dewa kematian" kata Garsi.
"crassss"
Garsi memberi luka di wajah tampan panji, tiga goresan menganga di wajah Panji langsung mengeluarkan darah segar. seperti nya luka itu akan jadi cacat seumur hidup.
"sekarang kau sudah sejelek kami"
"dan bersiap lah menerima kematian mu"
"tunggu aku di neraka" kata Garsi dan mengayunkan cakar nya"
"mati lahhhh" teriak Garsi.
"akkkkhhhhhhh"
jeritan kesakitan mengagetkan para beruang.
*****************
sampai di sini dulu ya kawan. kalau banyak typo atau kata yang salah dari kata kata author maaf, hanya itu yang mampu author ucapkan. dan kalau kalian tak puas dengan cerita author, apalah yang bisa author katakan, author akui author tak sehebat penulis lain dalam merangkai kata kata, tapi ke depan nya author akan meningkatkan kualitas tulisan author. terima kasih telah mengikuti selama ini. perjalanan masih panjang dan seperti nya baru di mulai.
akhir kata untuk kawan kawan semua
besok kita lanjut lagi.
like dan komen ya.
__ADS_1
terima kasih