
Panji terbangun di saat matahari sudah meninggi. Panji merasa sedikit keheranan karena dia merasa waktu di dunia setengah khayangan sangat cepat berjalan.
Dewa obat datang dan melemparkan Panji sepotong roti kering.
"makanlah, itu cukup untuk membuatmu kenyang" kata dewa obat.
"ini??"
"makanan sekecil ini cukup mengenyangkan??" gumam Panji dan menatap roti kecil di genggaman nya.
hanya sekali telan roti itu sudah masuk ke dalam perut Panji.
"ada apa ini???"
Panji merasakan perut bergolak bagaikan di aduk aduk.
"hahahah, aku ternyata belum memberitahumu cara makan roti itu" dewa obat tertawa melihat Panji yang pucat setelah menelan roti kering itu.
"menikmati roti itu harus memakan nya sedikit demi sedikit"
"tapi sudah terlanjur, ya sudah lah" kata dewa obat tanpa merasa sedikit pun penyesalan.
Perut Panji masih bergejolak tapi itu hanya sebentar, seperti yang dewa obat katakan, perut Panji sudah kenyang hanya karena roti kecil itu.
"keluar lah, aku akan mengajarimu untuk mengendalikan tenaga mu"
"aku akan membuatmu menjadi pendekar dewa yang sesungguhnya" kata dewa obat dan berjalan keluar.
Panji yang sudah mengetahui kalau dia akan di latih dewa obat mengikuti dari belakang.
Dewa obat memegang sebuah ranting. dewa obat melakukan seperti yang di lakukan oleh Ki Sranggilangit. mengalirkan tenaga dalam ke ranting kecil itu. dewa obat melompat dan menebas sebatang pohon dengan ranting kecil itu. tebasan itu terlihat pelan tapi hasilnya luar biasa.
"kkrakk krakkk, bommmm...!!!"
batang pohon itu langsung tumbang begitu ranting yang pegang dewa obat menebasnya.
Lagi lagi Panji terperangah melihat kemampuan yang di perlihatkan dewa obat.
"ajari aku, bagaimana caranya??" kata Panji antusias.
"pletokkk...!!!!
"panggil aku guru" kata dewa obat tersenyum melihat ke antusiasan Panji.
"ajari aku guru" kata Panji dan mengusap kepala nya di ketok oleh dewa obat.
"bagus, tapi tak akan semudah itu"
"perhatikan baik baik" kata dewa obat.
Mata Panji sedikit pun tak berkedip, perhatian nya tertuju pada dewa obat dan ranting si tangan dewa obat. tapi Panji tak melihat sedikit pun yang berubah dari ranting itu.
Panji menggaruk kepala nya yang gak gatal.
"apa kau paham??" tanya dewa obat.
"tidak, sedikit pun aku tak memahami sesuatu" jawab Panji jujur.
__ADS_1
"hadeh, bagaimana bisa pemuda sebodoh mu mencapai pendekar dewa??"
"pertama kau harus merasakan ruang dosong di ranting ini, setelah itu alirkan tenaga dalam mu ke ranting yang kosong"
"setelah itu kau akan mampu melakukan apa yang aku lakukan"
"paham??" tanya dewa obat.
"paham..!!!" jawab Panji sangat cepat.
"ternyata tak sepayah yang aku bayangkan" gumam Panji.
Dewa obat melemparkan satu ranting kecil untuk Panji.
"coba kalau memang kau sudah paham" kata dewa obat dan tersenyum
Panji menangkap ranting itu. Panji mengalirkan tenaga dalam nya ke ranting itu, tapi yang terjadi ranting itu layu dan jatuh patah menjadi kecil kecil.
"bagaimana mungkin??" Panji tak percaya jika dia gagal.
"kau pikir akan semudah itu??"
"lanjutkan latihan mu, jika kau sudah berhasil panggil aku" kata dewa obat dan pergi meninggalkan Panji
Panji kembali mengulangi seperti yang di lakukan oleh dewa obat, tapi lagi lagi Panji gagal.
"apa ada yang aku lewatkan??" Panji berpikir dan mengingat semua perkataan dewa obat.
"rasakan ruang kosong di ranting ini, dan alirkan tenaga dalam ke ruang kosong itu"
"bagaimana merasakan ruang kosong di ranting ini??"
Panji duduk dan merenung, bukan putus asa tapi berpikir.
"sebaiknya aku coba ranting yang lebih besar"
Panji mengambil ranting yang tiga kali lebih besar dari ranting yang di genggam nya.
Panji menggenggam ranting itu erat, Panji merenung dan konsentrasi dan mencoba pelan pelan menyalurkan tenaga dalam nya.
"sedikit lagi, sedikit lagi"
"bukkk..!!!!"
lagi lagi ranting itu jatuh.
Melihat Panji mulai mampu memahami cara itu, dewa obat sangat terkejut.
"aku tak menyangka dia mulai memahami nya padahal dia baru mencoba nya"
"sebaiknya aku memberikan nya petunjuk yang baru"
Dewa obat kembali mendatangi Panji.
"bagus, kau mulai memahami nya, memang benar yang kau lakukan itu, memulai dari ranting besar"
"intinya adalah, tenaga dalam mu jangan sampai keluar dari dalam ranting"
__ADS_1
"tenaga dalam mu harus bertahan di dalam ranting"
"paham??" kata dewa obat.
"baik, aku akan mencoba nya lagi"
Panji mulai mencoba lagi,
"benar benar harus mengendalikan tenaga dalam"
"selama ini aku memang hanya mengandalkan tenaga dalam tanpa mencoba mengendalikan nya sesuka hati ku"
Panji meneruskan latihan nya.
**************
Di sebuah pulau kecil, Di tengah lautan di barat benua hitam, seorang lelaki berparas seperti raja kematian tersenyum karena semua kekuatan nya sudah mulai pulih.
"hiattttt...!!!!"
Lelaki yang mirip raja kematian itu yang telah menjadi dewa sesat mengeluarkan tenaga dalam dan hawa kegelapan mulai menyelubungi daerah di sekitar lautan itu.
Air lauk bergejolak karena pancaran tenaga dalam yang sangat besar itu. gempa juga terjadi si seluruh benua, retakan retakan besar juga mulai terlihat, terlihat kalau antara benua ingin berpisah. retakan itu bagaikan parit besar yang seperti pemisah dan tanda wilayah.
Semua orang berpikir apa yang terjadi, ini sebuah fenomena yang sangat jarang dan bahkan belum pernah terjadi. tapi orang orang di kerajaan bintang kejora merasakan dan mengetahui jika semua itu awal kembali nya dewa sesat.
Di kerajaan bintang kejora.
"bagaimana ini Mahapatih??"
"sampai sekarang yang mulia belum kembali"
"apa kau merasakan jika benua telah kembali bergejolak??" tanya penasehat Angga kepada Mahapatih Demar.
"aku pasti merasakannya penasehat, dan aku yakin ini semua ulah dewa sesat"
"semoga lah yang mulia kembali secepatnya, jangan terlambat"
"jika tidak, semua orang termasuk kita akan jadi korban kesaktian dewa sesat"
"hanya yang mulia yang memiliki kemampuan menghadapi dewa sesat" kata Mahapatih Demar.
Kedua kembali berbincang, tapi gempa besar kembali terjadi sehingga kedua berlari keluar dari istana.
Di luar mereka melihat awan hitam pekat berjalan sangat cepat, bahkan sudah menutupi benua kuning. awan hitam itu menutupi matahari, sehingga walaupun hari masih siang tapi kegelapan telah menutupi wilayah benua kuning dan juga benua yang lain. itu sebuah pertanda jika dewa sesat telah mulai memiliki kekuatan nya yang dahulu.
"yang mulia kembali lah secepat mungkin"
*******
Ko tak ada pertarungan di arc ini ya??"
Author hanya fokus kan pertarungan nanti saat menghadapi dewa sesat, dan bagaimana mungkin akan banyak pertarungan, benua baru saja hancur karena raja kematian.
Author harap kawan kawan memahami nya.
terima kasih masih setia mengikuti Panji.
__ADS_1
Like n komen ya sahabat.