
Panji tak lagi menghiraukan suara itu tapi berjalan semakin ke dalam lembah, dia mencari dimana tengah tengah dari lembah itu.
"suara apa itu??" Panji mendengar suara seperti sedang makan tapi suara itu juga di barengi suara rintihan kesakitan. Panji mengendap endap dan mengintip.
"ada apa dengan lembah ini??"
Di pandangan Panji, Panji melihat seorang lelaki gundul memakan manusia cebol, bahkan tanpa kasihan lelaki gundul itu menyayat bagian bagian tubuh manusia cebol dan memakan dagingnya walaupun masih berlumuran.
Panji hampir muntah melihat pemandangan sadis di depan mata nya. Panji berniat menjauh tapi gerakan nya sudah di ketahui lelaki botak itu dan pandangan kedua nya beradu.
Jantung Panji berdetak kencang karena saling pandang dengan lelaki botak itu.
( bukan jatuh cinta ya kawan kawan).
Lelaki botak itu mengusap bibir nya yang merah berlumuran darah.
"makanan baru..!!" gumam lelaki itu dan berlari ke arah Panji, pisau kecil nya tergenggam di tangan nya dan berniat menjadikan Panji hidangan penutup nya.
"sleppp...!!!" pisau itu lewat sedikit di wajah Panji, Panji hanya miring sedikit dan sudah mampu menebak kemampuan lelaki botak itu.
mengetahui serangan pertama nya gagal, lelaki gundul itu berputar dan mengayunkan pisau nya. Tapi Panji dengan mudah menghindar dan menangkap pergelangan lelaki gundul itu, selanjutnya Panji dengan mudah membanting lelaki gundul itu.
Lelaki gundul itu tak peduli dengan bantingan Panji, dia benar benar sudah lupa diri karena menganggap Panji makanan nya. kembali lelaki itu menyerang dengan pisau kecil nya dan sasaran nya perut Panji.
"wuuutttt..!!!" angin dari pisau lelaki itu mengarah dan Panji melompat ke belakang dan sudah mampu menghindari serangan itu.
"tahan..!!!" kata Panji dengan mengangkat tangan nya ke depan.
"arrgghhhhh..!!!" Lelaki itu menyeringai keras karena serangan gagal lagi. dan ternyata itu sebuah tanda bantuan. dari semak semak keluar lagi belasan lelaki botak yang sama sama memegang pisau kecil.
Mata para manusia gundul itu berbinar saat melihat tubuh Panji yang mulus.
"makanan segar" begitu lah di pikiran mereka.
"aaarrrrgggghhhhh" lelaki gundul itu kembali menyeringai, dan saat itu lah belasan lelaki gundul itu sama sama menyerang Panji. tapi Panji hanya menghindar dengan jurus langkah langit, jangan kan untuk melukai, mendekati Panji pun mereka tak mampu. tapi yang membuat Panji merasa heran mereka tetap dan terus menyerang Panji secara membabi buta.
Terus menghindar membuat Panji sedikit demi sedikit mulai terpojok.
"tarian naga"
"menari di atas langit"
Panji membalas dengan jurus tarian naga, tangan Panji memukul dan memberi pukulan yang di barengi tenaga dalam. dada kepala dan punggung manusia botak itu jadi sasaran serangan Panji. dalam waktu sebentar belasan orang itu terkapar tanpa mampu bertahan.
"kalian ini manusia atau apa??" tanya Panji
"menjauh dia milik ku..!!"
suara keras datang dan menyerang Panji
Panji memalak serangan itu.
"blarrr..!!" dua tapak bertemu dan menggetarkan lembah iblis.
__ADS_1
"kau cukup hebat, tapi kau tak akan mampu keluar dari sini"
"kau akan jadi makanan ku" kata lelaki itu
"aku tak berpikir begitu"
"apa kau pikir aku tersesat ke lembah ini??"
"kalau aku mau dengan mudah aku bisa keluar dari lembah ini" kata Panji sombong.
"bicara mu sangat sombong bocah, aku Ki retak raga akan mencoba mu" kata lelaki itu yang bernama retak raga.
"baik aku akan meladeni mu"
"aku Panji, akan memberikan mu penghormatan terakhir" jawab Panji.
Ki retak raga mulai menyerang dengan jurus jurus nya, dan Panji juga tak mau kalah dia memainkan jurus elemen petir, karena jurus elemen petir sangat ampuh untuk melumpuhkan musuh nya.
"tapak Petir"
tangan Panji di aliri listrik. dan menyerang Ki retak raga. Ki retak raga menendang ke arah dada Panji Panji menghindar, tapi Ki retak raja belum selesai saat tendangan nya bisa Panji hindari Ki retak raga bersalto dan menyerang dengan tinju nya. posisi ini cukup menguntungkan Ki retak raga, tapi dia tak menyadari Panji memiliki tenaga dalam yang berlebihan.
Panji melihat ini kesempatan untuk mengetahui sekuat apa Ki retak raga, Panji berniat menahan tinjuan Ki retak raga dengan tapak petir nya.
"Blarrrr..!!!!!"
saat tinju dan tapak bertemu petir menyambar. Panji terhuyung ke belakang. sementara Ki retak raga terlempar cukup jauh.
"keparat..!!!"
"ajian retak raga"
Ki retak raga mengeluarkan jurus pamungkasnya. saat itu lah tubuh Ki retak raga bertambah menjadi lima bagian.
"jurus ilusi??"
Panji mundur, jurus ilusi sangat jarang Panji temukan dan kali ini Panji harus berhadapan dengan orang yang memiliki jurus ilusi.
"kenapa apa kau takut??"
lima tubuh Ki retak raga sama sama menyerang dari lima penjuru mata angin.
"takk..!!"
setiap serangan masih mampu Panji hadang dan hindari, tapi setiap Panji berhasil memukul yang Panji pukul hanya bayangan Ki retak raga.
Panji melompat mundur menjauh mencoba manghindar tapi Ki retak raga tak membiarkan Panji untuk mundur ataupun mengambil napas.
"blarrr...!!!"
Ki retak raga melepaskan pukulan jarak jauh. Panji susah payah menghindar. dan saat Panji di udara Ki retak raga tersenyum.
"saat nya kematian mu" Ki retak raga bersama ke empat bayangan nya menyiapkan pukulan terkuat mereka. Panji yang masih bersalto di udara juga ternyata telah mempersiapkan rencana nya.
__ADS_1
"jurus pedang seribu"
Padang darah, golok petir dan keris liuk tujuh langsung terbang dengan kecepatan penuh dan menebas tiga dari lima tubuh Ki retak raga.
"apa apa an??"
belum hilang keterkejutan Ki retak raga Panji sudah menebas bayang lain.
"ternyata kau yang asli..!!"
"pedang membelah awan..!!"
dengan gerakan cepat dan masih di udara pedang langit menebas.
"akkkk...!!!!
luka memanjang di punggung ku retak raga telah melepaskan nyawa nya dari raga nya.
Panji diam dan memandangi tubuh Ki retak raga yang terbujur menggelepar. setelah itu pandangan nya beralih kepada belasan manusia botak yang menunduk ketakutan.
"masuk..!!!"
Panji memberi perintah dan semua senjata nya kembali masuk ke dalam tubuhnya. Panji berjalan tanpa memperdulikan manusia botak yang masih menginginkan tubuhnya untuk makana mereka.
"hahahahahah"
"semakin menarik..!!"
"aku sudah bosan menunggu, cepat lah kemari"
suara itu kembali terdengar.
"kalau bosan datang kemari, kita bertarung sekarang" Panji berteriak dan mulai kesal.
Panji merasa sosok yang menantang nya itu hanya ingin membuang tenaga nya saja.
"hahahahah"
"pukulan halilintar"
Panji melepaskan pukulan halilintar ke arah suara tawa itu.
"blarrrr...!!!!" tempat yang terkena pukulan Panji langsung hancur berantakan.
"aku akan datang"
"tunggu kematian" ancam Panji.
Tapi seperti biasa suara itu menghilang, dan kekesalan Panji telah sampai pada puncak nya.
"aku akan membunuh siapa pun yang berani menghalangi ku menemukan mu" gumam Panji.
********
__ADS_1
like n komen ya sahabat