
Panji sejenak termenung dalam kekesalan nya. Seorang pendekar akan mampu meredam segala emosi yang ada dalam hati nya. itu lah pendekar sejati. kata kata dari resi Raspati terbayang di pikiran Panji. Panji tersenyum dan perlahan lahan menurunkan segala emosi nya.
"ayo kilat..!!"
Panji kembali menuntun kuda nya berjalan menyusuri lembah Iblis. Panji tak bisa terbang karena keberadaan si kilat. kadang keberadaan kuda nya itu menghalangi langkah nya tapi dengan keberadaan si kilat jadi ada kawan bicara walaupun Panji bicara sendiri.
Panji berjalan dan melihat sebuah bangunan seperti istana, di luar telah menunggu perempuan perempuan yang cantik dan itu menggugah jiwa muda Panji. tapi dengan jiwa bathin yang telah kuat Panji mampu melihat kalau perempuan perempuan itu hanya lah sekumpulan siluman yang ingin memangsa nya.
"apa kalian kekurangan pakaian??"
"kalian ko memakai pakaian setengah jadi??" tanya Panji mengejek.
Para siluman berparas bidadari itu terkejut dengan perkataan Panji. selama ini hanya segelintir orang yang mampu menahan hasrat jika sudah melihat mereka dan salah satu nya penghuni tengah lembah.
Lima perempuan terbang dan turun dengan gaun yang sangat transparan, bahkan sampai memperlihatkan lekuk tubuh yang menggiurkan. kelima nya berdiri di depan Panji dan menatap dengan tatapan menggoda dan tatapan lapar.
"kalian memang cantik..!!" kata Panji
Pujian itu membuat kelima nya tersenyum.
"tapi aku sudah bertemu dengan perempuan yang lebih cantik dari kalian" lanjut Panji
perkataan Panji itu membuat ke lima perempuan itu menjadi marah.
"asal kau tahu, kami di kenal dengan lima bidadari warna"
"dan hari ini kau harus menjadi milik kami" kata salah satu perempuan yang menjadi pimpinan yang berpakaian merah.
"dara biru, dara hijau, ringkus dan bawa ke kamar ku" kata dara merah.
Dara biru dan dara hijau maju dan mengibaskan gaun mereka di depan Panji, dari kibasan gaun itu keluar sepercik debu beraroma wangi dan itu merupakan debu beracun. mereka berniat membuat Panji terkena racun dan membawa menuju istana mereka.
Panji bahkan dengan sengaja menghirup racun itu.
"wanginya..!!" kata Panji mengejek bahkan sampai menutup matanya seolah menikmati bau wewangian itu.
"apa apa an??" Dara hijau dan dara biru kaget karena Panji tak terpengaruh oleh racun mereka.
"Ringkus secara paksa" perintah dara merah
__ADS_1
Dara biru dan dara hijau bergerak meliuk liuk bagikan menari tapi tarian itu mengandung tenaga dalam. Panji melihat tarian itu tersenyum.
"baik, mari kita menari" kata Panji
"tarian naga"
"menari di atas langit"
Panji maju menyambut serangan dara hijau dan dara biru juga menari nari dengan jurus mematikan nya. Tangan Panji meliuk liuk mengikuti gerakan dara biru dan hijau.
Gerakan Panji cukup mengejutkan dara merah.
"dara putih, dara hitam bantu saudara mu"
Empat perempuan menyerang Panji dengan serangan lembut tapi mematikan. Panji yang melawan dengan jurus jurus tarian naga mampu mengimbangi ke empat nya, tapi sangat tak memiliki kesempatan untuk membalas.
"elemen petir, tapak petir"
Panji mengubah gerakan jurus nya, berubah menjadi jurus keras. dan pertarungan yang sebenarnya telah di mulai.
Tangan dara hijau menyerang dada Panji, Panji menahan tangan itu.
"blaaarrr..!!!" Panji memukul mundur dara hijau, belum selesai Panji bersalto dan menyerang dara biru dengan petir menyembah. tangan Panji seperti bertapa dan dengan cepat menghantam dada dara biru.
"apa???" dara merah kaget saat melihat Panji dengan mudah membunuh dara biru dan memukul mundur dara hijau.
"pergunakan selendang besi" kata dara merah dan ikut masuk ke pertarungan.
Para bidadari warna mengambil posisi dan mengayunkan selendangnya dan itu merupakan serangan jarak jauh. Panji melompat menghindar dari semua serangan, tapi setiap Panji melompat selendang lain sudah menghampiri nya.
"clepppp..!!!!" Panji tak mampu menghindar dan selendang merah membelit tubuh nya, di ikuti selendang hijau , putih dan selendang hitam. Panji sedikit meronta.
"sekuat apa pun kau meronta, kau tak akan bisa membebaskan diri mu"
"jangan remeh..
"blarrrr...!!!!"
belum selesai ucapan dara merah belitan selendang itu telah hancur terkoyak. dan di tangan Panji telah tergenggam golok petir. tanpa menunggu lama Panji menyerang dara merah.
__ADS_1
"golok petir penarik raga"
Panji melesat cepat.
"blesss..!!!"
perut dara merah langsung terkoyak, Panji tak menoleh lagi tapi menyerang dara hitam yang termangu.
"tapak petir"
"blarrr..!!!"
dara hitam hanya melihat bayangan setelah itu dari kepala nya mengepul asal tipis dan bau terbakar.
"dara merah, dara hitam??" dara putih dan dara hijau berseru dan mulai ketakutan,
Panji mendekati mereka dan akan memberikan serangan lanjutan.
"whussss..!!!" lagi lagi angin kencang menerpa Panji. Panji berputar putar di udara dan melihat sesosok bayangan berlari ke tengah lembah.
"aku melihat mu" gumam Panji.
"mata langit" Panji menggunakan mata langit dan melihat kemana sosok itu melarikan diri, atau tepatnya menghindar dari Panji. Panji mengejar sehingga terjadi kejar mengejar antara Panji dan sosok itu. setelah cukup lama kejar kejaran sosok itu berdiri seperti menunggu Panji.
"aku sudah menepati janji ku untuk menemui mu"
"dan sekarang tinggal janji lain" kata Panji
"kilatttt..!!!" teriak Panji saat teringat akan kudanya.
"kau hebat, tapi kau akan mati di sini" kata sosok yang cukup tua itu.
"dari awal aku sampai di sini, aku sudah tak bisa menghitung berapa orang yang sudah mengatakan itu kepada ku"
"aku harap kau yang terakhir mengatakan itu" jawab Panji.
"bersiap lah...!!!!"
"hiattttt...!!!!"
__ADS_1
***********
like n komen ya sahabat.