
Panji menambah kewaspadaan setelah serang anak panah dari dalam bangunan. Panji menatap bangunan itu.
apa ada orang di dalam??
atau hanya jebakan agar orang tidak masuk ke dalam" gumam Panji
Panji melangkah dan masuk ke dalam. lagi lagi belasan anak panah terbang ke arah Panji. Panji melenting dan menangkis belasan anak panah itu. belum selesai serangan itu belasan tombak lagi lagi terbang ke arah Panji. Panji menahan serangan itu dan merontokkan semua serangan. untuk sesaat serangan berhenti.
Panji tetap waspada dan masuk semakin ke dalam. pelan pelan tapi pasti Panji semakin masuk ke dalam bangunan berbentuk kuil itu. dan Panji sampai di tengah ruangan. Panji melihat ruangan itu kosong tanpa apa pun.
pasti ada sesuatu di sini"
tak mungkin eyang pariga menyuruh ku kemari tanpa memastikan mustika itu di sini"
atau aku salah tempat" gumam Panji.
Panji berjalan mengelilingi ruangan itu.
eh apa ini??
Panji menemukan sebuah tulisan samar.
KERAS SEPERTI BATU
MENGALIR SEPERTI AIR
JANGAN DI LAWAN
MAKA KAMU AKAN BINASA
apa makna kata kata ini???
Panji terus memikirkan makna kata kata itu dan terus memikirkan nya.
air"
batu"
apa aku harus mengikuti arus langkah ku"
tapi kemana petunjuk dari kata kata ini??
Panji keluar dan melompat naik ke atas bangunan itu, dari kejauhan Panji melihat sebuah batu besar.
batu"
akh tak ada salah nya mencoba"
Panji terbang dan melesat ke arah batu itu.
air"
Panji menemukan air terjun yang cukup deras.
air terjun"
kuat"
jangan di lawan"
baiklah"
Panji terjun dan mengikuti arus air terjun itu.
byuurrrrrr
Panji tercebur ke dalam sebuah kolam besar. Panji mencoba melawan deras arus air terjun. tapi Panji teringat kata kata di ruangan kuil. dan Panji pun membiarkan tubuhnya tersedot kuatnya arus air. Panji terus terombang ambing dan terus masuk ke dalam ke dalam kolam. Panji terus mencoba menahan napasnya selama mungkin.
apa itu??
sebuah mulut gua"
Panji mengerahkan tenaga dalam nya dan berenang ke mulut gua dalam kolam itu. Panji berusaha keras untuk mencapai gua dalam kolam. dan dengan susah payah Panji berhasil masuk.
buuuaaaaaahhhhhh
__ADS_1
begitu Panji masuk dalam gua Panji langsung mengisi rongga dada nya yang hampir kosong akan udara.
hampir saja" gumam Panji.
Panji berjalan menelusuri ke dalam gua. tapi tetap tak menemukan apa yang di cari nya.
harus nya di sini"
atau ada petunjuk lain??
Panji menoleh ke atas dan melihat ada sebuah keanehan dari gundukan batu. gundukan batu itu seperti tersusun dan memilik tuas tersendiri.
Panji melompat dan memukul tuas itu.
brakkkk..!!!
gundukan tanah itu runtuh dan hampir menimbun Panji. Panji melihat sebuah tangga dan jalan rahasia. Panji mengerahkan meringankan tubuh nya dan masuk ke lobang bertangga itu.
Panji mengikuti jalan yang seperti lorong. dan menemukan sebuah ruangan yang cukup luas. di tengah ruangan itu Panji melihat sebuah peti kecil. Panji juga melihat 3 tengkorak manusia yang telah mengering, seperti telah mati ratusan tahun.
apa ini penjaga tempat ini?? gumam Panji memandangi ke 3 tengkorak itu.
Panji mendekati peti kecil itu dan membuka peti itu dan menemukan sebuah mustika berwarna kuning. Panji memasukkan mustika itu ke dalam prisma segi lima nya dan warna mustika itu memudar dan berubah menjadi batu biasa.
Panji melihat setitik cahaya dari kejauhan dan merasa itu jalan keluar dari tempat itu. Panji melangkah dan akan keluar dari tempat itu.
brollll
tiba tiba keluar sesosok lelaki dari dalam tanah dan tubuhnya penuh dengan rantai besi
hahahahahaha
ratusan tahun aku terkurung di tempat biadab ini"
hari ini aku bebas"
bebas dari segel resi raspati keparat itu"
Panji kaget mendengar dan melihat lelaki itu. rambut dan juga janggut lelaki itu telah memutih tapi sorot mata nya penuh dengan kekejaman.
maaf eyang"
hahahaha
manusia rendah"
sebelum kau mati aku akan menyebut nama ku agar roh mu tak penasaran siap yang membunuh mu.
aku pendeta sesar karang api" kata lelaki
kau orang pertama yang akan ku bunuh sebelum aku meninggalkan tempat ini" kata lelaki itu menunjuk Panji.
huatttttt.
wuuuttttt
deru angin menderu terdengar karena serangan yang begitu kuat dari lelaki itu. pendeta sesat itu melesat dan menyerang Panji dengan serang yang sangat cepat. tapi Panji mampu mengimbangi setiap serangan dari lelaki itu.
jurus tarian naga" pendeta sesat itu kaget dan mundur ke belakang.
kau"
apa hubungannya mu dengan Maganta??
Panji menatap pendeta itu penuh heran dan waspada.
Maganta??
siapa itu??
jurus jurus mu itu jurus tarian naga"
dan hanya Maganta yang memilik jurus itu"
aku tak mengenal siapa itu"
__ADS_1
aku hanya mengambil mustika ini" kata Panji.
setiap orang yang memiliki jurus tarian naga harus mati di tangan ku" kata lelaki itu dan melesat kembali menyerang Panji. lelaki itu mengerahkan tenaga dalam nya ke telapak tangan nya.
tapak suci"
lelaki itu memainkan jurus jurus tapak suci dari kuil kebenaran.
kedua bertukar serangan demi serangan. tapi tetap belum ada yang mampu mendesak ataupun terdesak.
hhiiaaattt...
naga mengamuk"
Panji memberondong dengan serangan yang mengarah ke organ vital pendeta sesat. tapi pendeta sesat tetap mampu menahan serangan Panji.
hiaaaaattt
Panji mengeluarkan segenap kekuatan nya. cahaya keemasan terpancar dari tubuh Panji. panji yang telah bersatu dengan pedang rembulan langit semakin memiliki tenaga dalam yang berlipat ganda.
kekuatan nya sangat besar"
pendeta sesat mundur melihat pancaran tenaga dalam Panji.
tapi kau harus mati"
pendeta itu mengeluarkan senjata nya berupa Toya panjang.
Panji tak mau kalah. Panji juga mengeluarkan pedang surga dan tergenggam di tangan nya.
hiaaatttt
keduanya sama sama maju dan mengayunkan senjata.
trannnngggg
benturan senjata itu menggetarkan tangan pendeta sesat seperti kesemutan.
dia terlalu kuat"
aku tak mungkin menahan nya"
masih ada waktu yang lain"
tapi jalan keluar hanya itu"
dan dia di sana"
pendeta sesat memikirkan cara untuk lari.
jurus toya maut
lelaki itu memutar tongkat nya.
wuutttt
deru angin dari tingkat nya terdengar menderu.
hiaaatttt
lelaki itu kembali menyerang sepenuh tenaga nya. tapi tetap saja tak mampu mendesak Panji.
wussssss
pedang Panji bahkan hampir saja membelah tubuh nya tapi dengan cepat pendeta sesat itu mundur dan melenting ke belakang.
pedang pembelah lautan.
Panji melompat dan mengayunkan pedang nya di udara. pendeta sesat kaget akan serangan cepat Panji dan terpaksa menahan serangan itu dengan Toya nya.
kraaaakkkkk
aaaaaakkkkkkkkhhhhhhh
pendeta sesat hanya bisa menjerit keras saat pedang Panji memotong Toya nya dan terus memotong tubuh nya.
__ADS_1
Panji tak sempat bernapas lama karena ruangan batu itu mulai runtuh. Panji melesat keluar dan terbang meninggalkan batu besar tempat mustika kuning di sembunyikan.
*******************