
Lima orang berpakaian perang itu masuk ke istana tanpa permisi kepada penjaga gerbang.
"siapa kalian??" teriak penjaga gerbang.
Salah satu menatap teriakan penjaga gerbang itu, dan itu sudah cukup membuat penjaga gerbang menunduk tak berkutik. penjaga itu seperti kehilangan keberanian nya.
Beberapa prajurit mencoba menghadang tapi begitu merasakan aura yang kuat prajurit itu langsung berkeringat dingin tak mampu untuk bergerak dari tempat nya.
Mahapatih Demar merasakan aura kuat itu terbang melayang ke halaman istana dan turun di depan kelima orang itu.
"siapakah para kisanak ini??"
"dan apa tujuan kisanak ke istana ini??" tanya Mahapatih Demar sopan.
Mahapatih Demar bertanya dengan menahan tekanan yang begitu kuat di sekujur tubuhnya, tubuh nya bagaikan di timpa ribuan ton batu karena aura kuat dari kelima orang tak di kenal itu.
"kami tak ada urusan dengan mu, menyingkir lah" ucap salah satu dari ke lima orang itu dan mengibaskan tangan nya.
Angin pelan langsung menerpa Mahapatih Demar, Mahapatih Demar mencoba menahan gelombang angin itu, tapi wajah nya langsung pucat saat merasakan itu bukan angin biasa.
"akkkkhhhh..."
Mahapatih Demar merintih menahan perih di lengan nya. dan kekagetannya semakin bertambah saat melihat cairan warna merah keluar mengucur dari lengan nya.
Angin pelan yang coba di tahan Mahapatih Demar sudah mampu memberikan luka di lengannya, walaupun tak dalam tapi itu sudah membuat orang nomor dua di kerajaan bintang kejora itu kaget bukan kepalang.
"tenaga dalam yang luar biasa" gumam Mahapatih Demar.
"biarkan mereka masuk paman" teriakan keras itu di kenal Mahapatih Demar dan itu suara Panji
Kelima nya memandang sinis pada Mahapatih Demar dan tak sedikit pun memandang hormat, mereka melangkah melewati begitu saja.
"Selamat datang di istana ku"
"apa tujuan para kisanak semua ke kerajaan ku??" tanya Panji menyambut lima orang yang memiliki aura kuat itu.
kelima nya diam dan tak menjawab pertanyaan Panji.
"apa kau yang mengirim dewa Alimpa ke istana langit??" tanya orang yang seperti nya pemimpin kelima orang itu.
"dewa Alimpa??"
"siapa dia, aku tak mengenal nya kisanak" tanya Panji.
"huhhh, jangan sok tak mengenal nya, kalian menyebut nya dewa sesat, apa kau yang mengirimnya kembali ke istana langit??" kembali orang itu bertanya dan mencoba Panji dengan menekan dengan aura dan tenaga dalam nya.
"iya aku orang nya, dan dengan siapa aku berbicara??" tanya Panji mulai waspada saat merasakan tekanan kuat itu di arahkan kepadanya. Panji mengambil inisiatif untuk mengeluarkan aura emas untuk mencoba menahan tekanan dari orang di depan nya.
"tak mungkin" desis Panji saat merasa aura emas nya tak berpengaruh pada orang itu.
"aku Agatha, bersiap lah" kata orang yang bernama Agatha.
"bersiap unt...."
"hey...."
__ADS_1
"blarrrr...."
Suara Panji sudah hilang di telan oleh benturan tenaga dalam antara Panji dan Agatha.
Agatha masih berdiam di tempatnya sementara Panji terhuyung lima langkah ke belakang.
Panji sangat kaget karena merasa tenaga nya membentur tembok tebal, tak hanya itu pukulan nya juga tak berarti apa apa bahkan dia sampai terhuyung karena kalah adu tenaga dalam.
"siapa mereka??"
"aku tak menyangka masih banyak orang kuat di benua ini" gumam Panji tak percaya.
"jangan bermain main, cepat keluarkan semua kekuatan mu, jika tidak kau akan mati di sini" kata Agatha sangat serak dan kembali menekan Panji dengan aura kuat nya.
"kita bertarung di belakang" kata Panji dan melesat ke halaman belakang, Panji tak mau melukai para prajurit nya yang sangat dekat dengan nya.
"bagaimana mungkin??"
Mulut Panji menganga dan terbuka lebar, saat dia sampai di halaman belakang ke lima orang itu sudah terlebih dahulu sampai, padahal Panji sudah mengerahkan ilmu meringankan tubuh terbaik nya, tapi dia masih kalah cepat dari lima orang yang tak di kenal nya itu.
"bukkkk...."
Pukulan telak langsung bersarang di perut Panji, Panji yang baru saja mendarat sudah langsung di serang dan itu sangat cepat, bahkan Panji hanya merasakan sesaat sebelum tubuh nya terkena pukulan telak itu.
Panji langsung terlempar jauh, dan baru berhenti saat membentur pohon besar.
"luar biasa, siapa sebenar nya dia??" gumam Panji bertanya dalam hati nya.
"ayo serang aku, jangan hanya melamun" teriak Agatha.
"hiattt....."
Aura emas..."
Panji menyerang Agatha di barengi dengan aura emas menekan dan menyerang, kombinasi yang cukup bagus,
"huhhh, hanya segitu saja kemampuan mu"
"kau memang masih bocah" Desi Agatha.
"mati..." teriak Panji
"blarrrr...."
Pukulan petir membentur tubuh Agatha, dan petir langsung menyambar tubuh Agatha, tapi lagi lagi Panji tak percaya dengan penglihatan nya.
Pukulan petir yang mampu menghancurkan gunung hanya di tahan dengan satu jari, ya hanya satu jari telunjuk.
"petir membelah langit"
Agatha mengeluarkan jurus petir yang lebih kuat dari pada Panji. jari telunjuknya menyentuh Panji sangat pelan, tapi itu sudah melemparkan kembali Panji.
Panji mulai mengalami luka ringan. Panji geleng kepala karena elemen petir yang di keluarkan oleh Agatha lebih kuat dari elemen petir nya.
"Elemen api"
__ADS_1
"elemen angin"
"elemen petir"
"pukulan api menggulung petir"
Tiga elemen langsung Panji pergunakan karena merasa tak lagi mampu melawan jika hanya satu atau dua elemen.
Panji maju dengan tangan yang sudah merah membara, tubuhnya juga sudah di aliri listrik yang begitu kuat.
"bammm...."
"bammmmm"
Dua pukulan beruntun Panji berikan kepada Agatha. tapi bukan nya Agatha yang terlempar, malah Panji yang kembali terlempar. Agatha menahan dua pukulan beruntun Panji dengan tapak nya dan memberikan pukulan balasan kepada Panji.
Panji yang mendapatkan pukulan keras dari Agatha merasa heran, karena walaupun sudah di pukul keras tubuh nya hanya mengalami luka ringan.
"siapa dia sebenarnya??"
"aku merasa dia tak berniat membunuh ku"
"pukulan lima elemen"
jurus terkuat di miliki oleh Panji dia keluarkan.
"kurungan es..." teriak Panji sekalian Panji melompat ke udara.
"bammmmm"
pukulan Panji menghantam kurungan es yang di ciptakan nya, saat hantaman Panji mengenai gumpalan es langsung berceceran entah kemana. pukulan Panji terus saja maju dan baru berhenti saat membuat lubang besar di tanah.
"bagaimana mungkin???" desis Panji saat melihat pukulan nya hanya mengenai tanah kosong.
Panji melompat dan melihat Agatha berdiri tak jauh dari diri nya.
"bagaimana mungkin??"
"kapan dia keluar dari kurungan yang aku buat???" gumam Panji semakin tak percaya.
"apa sekarang kau melihat beda antara aku dan dirimu??"
"batasan mu ada tapi aku tak memilik batasan"
"dengan jari ku ini sudah cukup untuk membunuh mu" kata Agatha dan memutar telunjuknya di depan mata Panji.
"sadari batasan mu dan sadari diri mu bukankah yang terkuat" kata Agatha dan berjalan ke arah Panji.
"wajah Panji pucat saat melihat telunjuk Agatha berubah menjadi merah bagaikan bara api"
"apa kau serius menghadapi ku???" teriak Panji.
***************
Like n komen ya sahabat
__ADS_1