Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 127. gejolak benua putih


__ADS_3

Pagi hari di kerajaan Bintang kejora.


Awan putih memayungi alam di benua kuning, hari itu mendung tapi itu tak mengurangi antusias rakyat yang ingin melihat raja mereka yang telah sadar.


Begitu banyak rakyat yang berdiri menunggu raja Satria untuk menemui mereka, saat mereka mengetahui raja mereka telah sadar rakyat berbondong bondong ke istana dan berkumpul di halaman istana.


"yang mulia, temui lah dulu rakyat"


"mereka sangat ingin melihat mu" kata mahapatih Demar.


"iya Mahapatih, aku akan menemui mereka"


penasehat Angga tersenyum mendengar ucapan Panji. penasehat itu tersenyum karena Panji begitu malas, malas menjadi raja.


"ayo yang mulia" kata penasehat Angga


Panji berjalan dengan pakaian kebesaran nya sebagai raja, dan mahkota di kepala nya membuat nya memang raja yang gagah.


"yang mulia..!!" teriak rakyat nya begitu bahagia melihat kehadiran Panji


Melihat antusias rakyat nya Panji tersenyum lebar karena dia begitu di terima oleh rakyatnya. Panji datang ke halaman istana dan menemui para rakyat yang berlutut.


"berdiri lah kalian semua"


"aku bukan dewa yang harus di sembah" kata Panji dengan suara keras.


Rakyat berpandangan mendengar ucapan Panji, raja yang dahulu akan menghukum jika ada rakyat yang berdiri sejajar dengan nya, tapi raja Satria lain. dengan ragu rakyat berdiri dan semua nya memandang wajah Panji.


"kalian manusia dan aku manusia, kita tak ada perbedaan, jadi kalau pun karena aku raja kalian berlutut setelah itu kalian harus berdiri" kata Panji.


Panji masuk ke dalam keribunan rakyat nya dan memandangi wajah wajah yang cerah setelah perang usai.


"siapa namanya??" tanya Panji kepada seorang ibu paruh baya yang menggendong bayi.


"Baruna yang mulia" jawab ibu itu.


"aku akan menambah nama nya menjadi Baruna Kurnia"


"apa kau setuju bibi??" tanya Panji.

__ADS_1


"hamba setuju yang mulia, terima kasih" ibu itu terharu saat raja Satria memberi tambahan nama untuk putra nya.


"mulai sekarang aku akan memanggilnya dengan nama Kurnia" lanjut ibu itu.


"apa bibi tahu arti Baruna Kurnia??" tanya Panji.


"tidak yang mulia, apa artinya yang mulia??"


"Baruna Kurnia itu berarti anugerah dalam peperangan"


"kau mempertahankan putra mu dalam peperangan ini sudah anugerah bagi kerajaan ini"


"Kurnia akan menjadi salah satu punggawa kerajaan di kemudian hari, percaya lah" kata Panji.


"terima kasih yang mulia" ibu itu hampir berlutut kembali tapi dengan cepat Panji menangkap tubuh ibu itu dan mencegah nya untuk berlutut.


"aku harap kalian masih memiliki semangat untuk membangun negeri kita setelah perang"


"aku akan selalu meminta dukungan kalian" kata Panji lantang.


"kami rakyat mu, kami siap melaksanakan titah mu" gemuruh suara itu membuat Panji terharu bahkan hampir menjatuhkan air mata nya. tapi dia menahan nya demi harga diri seorang raja.


"baiklah, sekarang kalian kembali lah"


Mendengat perintah langsung dari raja Satria semua rakyat langsung meninggalkan halaman istana dengan perasaan lapang dan lega, apalagi saat melihat raja Satria begitu memperhatikan mereka, rakyat merasa negeri akan mencapai puncak kejayaan nya di bawah raja Satria.


"mati kita ke aula utama, kita harus membahas negeri ini setelah perang ini" kata Panji dan mengajak para punggawa dan menteri menuju ruang utama kerajaan.


*******


Jauh di benua putih, setelah mendengar kabar kematian raja kematian Habiyang, keadaan di istana ganda lima langsung bergejolak. beberapa pejabat yang mengabdi pada raja Habiyang mencoba untuk menguasai singgasana, apalagi saat ini keberadaan raja Mahameru tak di ketahui berada dimana.


Ada tiga pejabat yang begitu menginginkan singgasana, sehingga dalam waktu dekat akan terjadi perang saudara di kerajaan itu. takhta memang membuat gelap mata.


Para pejabat itu mulai menyewa pendekar hitam dari benua hitam, sehingga kerajaan mulai penuh dengan orang orang golongan hitam, para pejabat tak menyadari bahwa sewaan mereka sudah merencanakan akan menjadikan istana ganda lima bagian markas golongan hitam di benua putih.


"Bagaimana kapan kita habisi semua pejabat pejabat bodoh itu??" tanya seseorang yang seperti nya pemimpin golongan hitam.


"secepatnya ketua, saat kita di suruh berperang saat itu lah kita membunuh mereka"

__ADS_1


"bagus, mereka sangat bodoh"


"pejabat yang sangat bodoh" kata pemimpin golongan hitam yang bernama setan Hitam.


Di ruangan menteri pertahanan


"prajurit, panggil setah hitam kemari" kata menteri Sagara


"baik tuan" jawab prajurit yang di suruh.


Tak berapa lama setan Hitam datang dan menemui menteri Sagara.


"setan Hitam, aku rasa malam ini kita akan menyerang kediaman menteri kadam"


"kita akan menghabisi menteri itu, setelah itu kita habisi menteri Majid, dengan begitu aku akan menjadi raja" kata menteri Sagara.


"baik tuan menteri, akan ku siapkan anak buah ku" kata setan Hitam.


"bagus, siapkan secepatnya"


"prajurit ku akan membantu penyerangan nanti malam" kata menteri Sagara.


"di kediaman menteri kadam.


Iblis sesat, bawahan setan Hitam menghadap kepada menteri kadam.


"tuan menteri aku mendengar kabar kalau malam ini menteri Sagara akan menyerang kita" kata iblis sesat.


"apa, begitu ingin kah dia singgasana kerajaan??"


"dari mana kau mengetahui nya iblis sesat??" tanya menteri kadam.


"dari mata mata yang aku sisipkan di prajurit menteri sagar tuan menteri" jawab iblis sesat.


Iblis sesat mendapat kabar penyerangan itu dari setan Hitam, mereka semua para golongan hitam yang ada di istana terhubung oleh ular suruhan setan Hitam, sehingga apa pun kabar istana dengan cepat seluruh golongan hitam akan mengetahui nya.


Matahari mulai menghilang di barat, bulan menggantikan matahari melanjutkan tugas menerangi benua. dari sudut istana puluhan orang berpakaian hitam berjalan mengendap-endap.


"seranggg..!!!!"

__ADS_1


"bunuh sebanyak yang kalian bisa...!!!"


***************


__ADS_2