
"Panji , Panji" suara itu cukup familiar dan dengan terpaksa Panji membuka mata nya. dan di hadapan nya seorang gadis cantik yang di kenalnya terlihat cemas menunggu Panji sadar.
"Laras...??" kata Panji lirih.
"plakkkk" tamparan keras sudah cukup menyadarkan Panji.
"bodoh aku bukan Laras, lihat dengan matamu"
"aku Welang" Welang benar benar marah karena memanggilnya dengan nama Laras.
"hehehehe, sakit juga pukulan mu ya" kata Panji terkekeh dan mengusap pukulan Welang di wajahnya.
"aku ko sampai di sini??" tanya Panji.
"bodo, pikir aja sendiri" Welang masih aja cemberut.
"eh eh, kenapa??"
"jangan cemberut gitu donk"
"cantik mu ilang lho" goda Panji dan mencolek dagu Welang.
"panjiii....!!"
Welang berniat memukul Panji, tapi dengan mudah Panji berkelit dan berlari meninggalkan gadis harimau itu.
"Panji, jangan lari, tunggu"
"awas kau ya...!!!!"
"berani mempermainkan aku" Welang mengejar Panji
"welanggggg....!!!
"kalau kau mampu duluan sampai dari pada aku, kau akan ku jadikan istri pertama ku" kata Panji berteriak.
mendengar itu wajah Welang bersemu merah.
"istri??"
"Panji melamar ku..???"
Welang bersemangat tapi bayangan Panji telah menghilang di telan pepohonan.
"Panji tunggu akuuuu...!!! teriak Welang dan melesat ke arah Panji.
**********
Benua kuning.
"Mahapatih, utusan dari kerajaan merak telah sampai" lapor salah seorang prajurit.
"suruh masuk ke ruang utama" perintah Mahapatih Demar.
utusan dari kerajaan merak itu langsung masuk dan kaget saat melihat Demar menerima kedatangan mereka.
"kauuu...!!!" Mahapatih Seroja kaget bukan kepalang.
"maafkan aku, tapi seperti nya ini bukan waktu yang tepat untuk membahas tentang kenapa kau dalam istana ini"
"mari masuk dan silahkan duduk" kata Mahapatih Demar sopan.
utusan kerajaan merak yang di wakili Mahapatih Seroja duduk dalam ruang pertemuan.
"pasti raja Bahar telah menerima undangan kami"
"iya, dan kau langsung yang kemari karena ini menyangkut kedamaian dan keberadaan seluruh benua" jawab Mahapatih Seroja.
"mana raja kalian??" lanjut Mahapatih kerajaan merak itu.
"kalian pasti sudah mengenal raja kami"
__ADS_1
"saat ini raja Satria sedang ke pulau es" jawab penasehat Angga
"pulau es??"
"jangan jangan??"
"iya benar, raja kami adalah Panji" jawab penasehat Angga memastikan kekagetan Mahapatih Seroja.
"bagaimana bisa penasehat??"
"keris Liuk tujuh yang langsung memilihnya Mahapatih"
"baiklah, sambil menunggu yang mulia kembali, ada baiknya kita perkuat kerjasama kita dan kalau kau bersedia kami ingin beraliansi dengan kerajaan kalian"
"kalian pasti mendengar kalau benua kegelapan telah menguasai benua biru??"
"iya, kami telah mendengar nya"
"ternyata pemikiran kita sama"
"tapi bagaimana kita akan menghadapi benua kegelapan yang beringas itu??" tanya Mahapatih Seroja.
"sebaiknya kita mulai membangun pertahanan yang kuat, tembok yang kokoh dan mungkin beberapa jebakan" kata Mahapatih Demar memberi ide.
"tapi dimana??"
"benua kuning dan benua merah bukan lah wilayah kecil" kata Mahapatih Seroja.
"kau pasti mengetahui bukit seribu bukan??"
"aku merasa kita akan membangun pertahanan di sana..!!!"
"bagaimana menurut mu Mahapatih??" tanya Mahapatih Demar kepada Mahapatih Seroja.
"aku setuju, tapi bagaimana dengan rakyat benua merah??"
"mereka pasti akan menjadi lahan pembantaian benua kegelapan" kata Mahapatih Seroja cemas.
"apa dan bagaimana kalian akan mengatasinya??"
"bawa semua rakyat kalian ke benua kuning"
"dengan bersatunya kedua kerajaan aku yakin kekuatan kita akan mampu menahan pergerakan benua kegelapan" kata penasehat Angga dan itu cukup mengagetkan Mahapatih Seroja.
"apa kalian yakin??"
"kenapa tidak Mahapatih, dan kau pun pasti ingin berada di sini bukan??"
"bagaimana pun benua kuning ini tanah kelahiran mu Seroja" kata penasehat Angga.
"baik, aku menerima penyatuan kekuatan ini"
"dan aku jamin raja Bahar juga akan setuju"
"dalam beberapa hari kami akan mulai mengungsi ke benua kuning ini" kata Mahapatih Seroja.
"baik kami akan menunggu kalian, sebelum kedatangan kalian kami akan mempersiapkan bahan makanan secukupnya untuk kelangsungan hidup kita"
"rakyat kami juga sudah memulai menimbun bahan makanan persiapan untuk perang" kata Mahapatih Seroja.
"segitu siapnya kah kalian menghadapi perang ini penasehat??" tanya Mahapatih Seroja.
"semenjak raja Satria pergi, kami tahu kalau perang akan di mulai, jadi kami memberi perintah kepada seluruh rakyat untuk mengumpulkan sebanyak banyak nya bahan makanan"
"baik kalau begitu aku harus segera kembali ke kerajaan ku"
"karena untuk membangun tembok besar pasti butuh tenaga bukan??"
"dengan bantuan prajurit ku aku yakin kita akan mampu membangun tembok pertahanan itu" kata Mahapatih Seroja dan pergi meninggalkan kerajaan Bintang kejora.
"mereka telah siap secara mental materi dan persiapan"
__ADS_1
"aku tak menyangka nya" gumam Mahapatih Seroja dan memacu kudanya secepat mungkin.
dalam satu hari tanpa mengenal lelah dan istirahat Mahapatih itu sampai dan langsung melapor pada raja Bahar.
"hamba kembali yang mulia" kata Mahapatih Seroja berlutut tanda hormat.
"cepat sekali kau kembali Mahapatih, bagaimana??" tanya raja Bahar.
Mahapatih Seroja menceritakan hasil pertemuan dan itu cukup mengagetkan raja Bahar, dan dia hampir melompat saat Mahapatih Seroja mengatakan raja dari kerajaan bintang kejora di pimpin oleh Panji.
"apa Panji??"
"bagaimana bisa??"
"kita tak bisa atau pun tak perlu memikirkan itu yang mulia"
"yang terpenting saat ini bagaimana mengungsikan semua rakyat ke benua kuning??"
"baik, beri perintah kepada rakyat untuk berangkat ke benua kuning"
"dengan atau tanpa rombongan"
"secepatnya" perintah raja Bahar kepada beberapa panglima.
"bagi yang tak ingin mengungsi tinggalkan, tak perlu di bujuk" kata raja Bahar.
"kita kapan akan berangkat yang mulia??" tanya Mahapatih Seroja.
"kita pasti akan berangkat secepatnya, atau mungkin besok"
"karena kerajaan Bintang kejora pasti membutuhkan tenaga kita"
"prajurit, siapkan semua persiapan"
"besok kita akan berangkat ke kerajaan Bintang kejora" perintah Mahapatih Seroja kepada prajurit kerajaan.
Dalam beberapa hari gelombang manusia mulai berdatangan ke benua kuning, dan sambutan dari rakyat benua kuning benar benar hangat, dan mereka menyambut bagaikan keluarga jauh.
"beberapa prajurit berjaga di perbatasan dengan benua hitam"
"kalau ada rombongan atau sesuatu yang mencurigakan segera laporkan" perintah Mahapatih Demar.
"Senopati Kalingga, pimpin para prajurit untuk mengawasi perbatasan"
"dan ingat jangan terlalu dekat dengan perbatasan, karena kau yakin mereka juga mengawasi kita"
"baik kami akan berangkat sekarang" jawab Senopati Kalingga.
penasehat Angga melihat semua berjalan sempurna.
"yang mulia cepatlah kembali"
"kami membutuhkan kepemimpinan mu" gumam penasehat Angga menerawang jauh.
"kenapa penasehat??" tanya Mahapatih Demar.
"entah lah Mahapatih"
"tapi sepertinya aku merindukan yang mulia" jawab penasehat Angga
"semua rakyat merindukan yang mulia, termasuk aku penasehat"
"percaya lah yang mulia akan kembali dan memimpin kita dalam pertempuran ini"
"yang mulia kembali lah"
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
author hanya meminta like aja kok, dan kalau bisa di like yang kelupaan ya.
terima kasih.
__ADS_1