Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 147 keangkuhan yang runtuh


__ADS_3

Panji sampai di gerbang kerajaan merak dan prajurit telah memberitahukan kedatangan nya kepada Mahapatih Seroja.


Wajah Mahapatih itu cukup sumbringah karena raja muda dari kerajaan Bintang kejora berkunjung.


"bangunkan yang mulia raja Bahar, dia harus mengetahui kedatangan tamu agung ini" kata Mahapatih Seroja kepada prajurit yang melapor.


"tamu agung??"


"memangnya dia siapa Mahapatih??" tanya prajurit dengan rasa ingin tahu.


"dia raja kerajaan Bintang kejora"


"apa??"


"baik aku akan membangunkan yang mulia secepatnya" jawab prajurit itu dengan wajah pucat.


Prajurit itu ketakutan karena mereka sudah tak sopan kepada Panji. Dengan tergopoh gopoh Mahapatih Seroja mendatangi Panji.


"yang mulia raja Satria, kenapa tak memberi kabar kedatangan yang mulia??" Sambut Mahapatih Seroja.


"aku tak memerlukan sambutan Mahapatih, aku kemari hanya berkunjung dan bermalam"


"apakah boleh??" tanya Panji.


"hahahaha, yang mulia terlalu rendah hati, mari kita ke istana" ajak Mahapatih Seroja


"siapa kau bilang??"


"Panji??"


Sama seperti Mahapatih Seroja raja Bahar juga kaget karena kedatangan Panji.


"Suruh koki istana menyiapkan hidangan terbaik"perintah raja Bahar.


"Raja Satria..!!!"


Raja Bahar langsung tersenyum dengan kedatangan Panji.


"yang mulia" jawab Panji


"ada apa sampai selarut ini berkunjung yang mulia??" tanya raja Bahar.


"apa kita tak bisa bicara tak memakai yang mulia atau embel embel kerajaan??" bisik Panji kepada raja Bahar dan Mahapatih Seroja.


"hahahah, kau memang tak berubah Panji" kata raja Bahar tertawa.


"mari kita makan, aku tahu kau belum makan, koki istana sudah menyiapkan masakan terbaik untuk mu" ajak raja Bahar.


"aduh, tak perlu sungkan sungkan" jawab Panji merasa jengah.


"sudahlah, ayo" Mahapatih Seroja malah menarik tangan Panji memaksa nya untuk ikut makan malam.


Ketiga nya makan di kawal oleh para dayang istana, Panji merasa tak enak jika harus di jaga waktu makan, tapi tak bisa berkata apa pun.


"sebenarnya apa tujuan mu kemari Panji??" tanya raja Bahar tak lagi memakai embel embel kerajaan


"aku ingin menemui seseorang yang bernama Gumilang, apa salah satu petinggi kerajaan ini memiliki anak yang bernama Gumilang??" tanya Panji tak ber basa basi lagi.


"Gumilang??"


raja Bahar dan Mahapatih Seroja berpikir mencoba mengingat.


"iya ada, kenapa??" tanya Mahapatih Seroja.


"besok aku ingin bertemu dengan nya, tolong pertemukan aku dengan nya" pinta Panji


"baik, besok aku akan menyuruh ayahnya untuk membawa Gumilang, tapi kalau boleh tahu apa maksud mu ingin bertemu dengan nya??" tanya raja Bahar.


"besok kalian akan mengetahui nya" jawab Panji dengan senyum yang penuh misteri.


"baiklah, aku tahu pasti dalam perjalanan jauh, dayang istana sudah menyiapkan kamar untuk mu"


"jangan menolak" kata raja Bahar karena raja Bahar tahu Panji akan menolak

__ADS_1


"baik, baik"


"aku akan bermalam di sini malam ini"kata Panji memilih mengalah


Ketiga nya masih terus bicara sampai larut malam, dari keduanya Panji mendapat kan kabar jika seluruh benua terjadi gempa yang sangat kuat dan telah ada retakan retakan besar di perbatasan benua.


Tanpa mereka beritahu Panji sudah tau dan juga tahu jika itu ulah dewa sesat, tapi demi menghilangkan kegelisahan Panji memilih untuk tak menceritakan jika semua itu ulah dewa sesat.


"seperti nya aku harus istirahat"


"besok aku masih harus kembali ke istana" kata Panji.


"baik mari kami antar"


raja Bahar dan Mahapatih Seroja membawa Panji menuju kamar tamu. setelah Panji masuk kedua nya masih berbincang.


"menurut yang mulia apa tujuan Panji??" tanya Mahapatih Seroja.


Raja Bahar paham maksud Mahapatih nya itu.


"aku juga tak tahu, semoga saja Gumilang tak menyinggung Panji, saat ini di seluruh benua satu orang pun tak ada yang mampu menandingi kemampuan nya"


"kalau tak salah Gumilang itu putra bangsawan Pura"


"dan kelakuan nya sering semena mena"


"mungkin saja dia menyinggung Panji" kata Mahapatih Seroja.


"iya kita tunggu saja besok pagi, saat pejabat Pura datang aku yang akan langsung menyuruhnya menjemput putra nya" kata Raka Bahar.


Kedua nya masih dalam pikiran masing masing tapi tak mendapatkan jawaban.


Pagi hari di kerajaan merak.


"Pejabat Pura, jemput putra mu Gumilang"


"aku ingin bertemu dengan nya"


"aku ingin mengenalkan nya dengan seseorang" perintah raja Bahar.


"ada apa yang mulia ingin menemui Gumilang??"


"Gumilang, sudah berapa kali aku katakan jangan memancing masalah, tapi malah membuat masalah, itu pun dengan yang mulia"


"semoga saja yang mulia masih memberi muka kepada ku nanti, bagaimana pun aku harus membela putra ku" gumam pejabat Pura saat berjalan menuju rumah menjemput putra nya.


Gumilang tak berani membantah saat ayahnya mengatakan yang mulia raja Bahar ingin bertemu dengan nya. kedua nya naik kuda dengan cepat menuju istana.


"yang mulia, hamba sudah membawa putra hamba"


"apa sebenarnya kesalahan putra hamba??"


"mohon yang mulia ampuni putra hamba"


belum apa apa pejabat Pura sudah memohon ampun, tanpa mengetahui apa salah putra nya.


"bukan aku yang ingin bertemu dengan putra mu" jawab raja Bahar.


"bukan yang mulia, jadi siapa??" tanya pejabat Pura.


"akuuu..!!!"


Suara keras dari belakang terdengar memaksa orang dalam ruang pertemuan menoleh ke arah suara itu.


"kau..!!!"


"akhirnya kita bertemu di sini"


"di pulau pelangi kau boleh merasa hebat dengan mengalahkan tokoh hitam itu, tapi si sini, kau tak bisa berbuat apa apa"


Gumilang langsung bicara panjang lebar.


"dan aku juga pastikan jika kuda mu itu harus jadi milikku"

__ADS_1


"kau tak memiliki daya untuk tak memberikan nya kepada ku" lagi lagi Gumilang bicara.


"ternyata kau tak berubah, apa kau ingat yang aku katakan"


"apa yang kau miliki sudah pasti aku miliki, tapi yang aku miliki tak akan pernah kau miliki"


"apa kau ingat??" tanya Panji dan berjalan ke arah Gumilang.


"diam kau, ayah dia lah orang yang telah membuat ku tak mendapatkan putri Delima" tuduh Gumilang dengan menunjuk ke arah Panji.


"Gumilang, jaga ucapan mu"


"apa kau tahu dia siapa??" Mahapatih Seroja bicara keras menahan suara nya.


"aku tak peduli siapa dia, aku pastikan dia harus membayar semua perlakuan nya kepada ku" jawab Gumilang masih dengan sikap angkuhnya.


"dengan apa kau akan menghadapi aku Gumilang??"


"dengan prajurit??"


"atau dengan kemampuan mu??" tanya Panji tersenyum.


"hahahaha, apa kau tahu, aku bisa saja meminta untuk membunuhmu karena telah mempermalukan putra pejabat"


"dan itu sudah hukum kerajaan" kata Gumilang masih tinggi hati.


"betul, tapi ada satu pengecualian, hukum itu tak berlaku untuk seorang raja" kata Panji


"raja??"


"kau raja???"


"hahahah, lelucon apa ini??"


"aku ingin yang mulia adil dan memperlakukan hukum yang berlaku" kaya Gumilang kepada raja Bahar.


"aku tak bisa, karena hukum melarang"


"melarang??"


"kenapa melarang??" kata Gumilang dengan masih suara yang hormat kepada raja Bahar.


"hukum itu tak berlaku untuk nya, apa kau tak mengetahui, dia adalah raja Satria dari kerajaan Bintang kejora"


"ap.. raja Satria???"


Wajah Gumilang berubah warna, dan langsung berlutut ke kaki Panji, Gumilang sudah mendengar semua kehebatan Panji dan sedikit pun tak akan memiliki kesempatan untuk menang.


"maaf, maaf yang mulia, hamba tak tahu, hamba memiliki mata tapi tak bisa melihat"


"maafkan hamba" Gumilang begitu ketakutan.


Panji geleng kepala melihat tingkah Gumilang.


"aku kemari bukan untuk menghukum mu Gumilang"


"aku hanya ingin kau membuka mata mu, saat ini negeri kalian dalam kondisi yang tak stabil, bersikap dewasa lah"


"jadi lah seorang laki laki yang laki laki"


"jangan bersikap seperti kau merasa paling hebat"


"ingat langit itu tak satu lembar, di balik langit itu masih ada langit yang aku pun tak tahu berapa lapis langit di atas sana" kata Panji


Kata kata bijaksana dari Panji itu seperti siraman air bagi semua yang ada dalam ruang utama.


"aku kemari hanya ingin berkata kepada kalian semua"


"bersiaplah, peristiwa yang lebih besar dari pada raja raja kematian akan datang"


"siapkan kerajaan kalian"


"aku permisi"

__ADS_1


**********************


like n komen ya sahabat


__ADS_2