
Gantika kaget saat melihat pukulan nya di tahan dan mundur ke belakang saat melihat sesosok tubuh melayang tenang di udara.
"pemuda itu lagi, aku tak akan mampu melawan nya" gumam Gantika dan berniat untuk melarikan diri.
gantika mengerahkan seluruh tenaga dalam nya untuk melarikan diri.
"hahhh, bagaimana bisa kau...!!!"
"bammmm..!!!"
pukulan Panji langsung terarah ke dada Gantika,
"akhhhh..!!!"
Brukkk"
Gantika terhempas jatuh dari atas bukit seribu dan menghantam tanah tanpa tertahan. kalau bukan karena tenaga dalam nya telah di tambah raja kematian, Gantika sudah di pastikan tewas karena pukulan itu.
"kau tidak apa apa Mahapatih??"
"Panji??" Mahapatih Seroja senang saat mengetahui sosok yang menolongnya orang yang mereka harapkan kehadiran nya.
"jangan banyak bergerak dulu Mahapatih" kata Panji dan mengalirkan hawa murni ke tubuh Mahapatih Seroja.
"cukup Panji, simpan tenaga dalam mu"
"aku bisa mengobati nya" kata mahapatih Seroja.
"baik Mahapatih, selanjutnya aku yang akan melawan dia"
"Mahapatih bantu prajurit yang lain"
"huppp..!!"
Panji melompat turun dan berdiri di depan Gantika yang masih berusaha menghilangkan rasa sakit di tubuhnya.
Gantika menatap Panji tak percaya,
"tenaga dalam nya paling tidak sudah bisa mengimbangi yang mulia"
"aku tak akan selamat" gumam Gantika.
"tapi aku akan mengulur waktu sampai yang mulia merasakan pancaran energi nya"
"hiattt....!!!"
Gantika mulai menyerang dengan jurus jurus nya, tapi Panji dengan mudah mampu menahan semua serangan Gantika bahkan dengan mudah kembali menyarangkan pukulan di perut Gantika.
"bammm..!!!"
"akkhhhh"
gantika menjerit mundur menahan perutnya yang terkena pukulan Panji.
__ADS_1
Gantika tak menyangka perkembangan Panji begitu pesat, dulu Panji harus bersusah payah menghadapi nya, tapi sekarang Panji menjadikan nya seperti anak kecil.
Gantika semakin pasrah dan mencabut pedang nya.
"baik aku ladeni"
"blaaarrrr"
petir menyambar begitu Panji menarik golok petir dari warangka nya. Panji berniat memainkan jurus pedang yang di pelajari di pulau es.
"pedang ilusi...!!"
Panji memainkan jurus pertama dari jurus pedang dewa milik Ki Rangkas. jurus ini penuh tipuan dan ilusi. di mata Gantika pedang Panji terlihat berlipat ganda menjadi tujuh pedang. dan gantika tak mengetahui mana yang asli.
Panji menyerang dengan kecepatan yang telah di pastikan nya mampu menahan setiap serangan Gantika.
sementara Gantika diam karena tak mengetahui mana yang asli. tapi Gantika bukan orang bodoh, dia sudah banyak makan garam dalam dunia persilatan.
"di sini"
"tranggg..!!!"
Gantika mampu menerka ayunan pedang Panji karena dia merasakan pancaran energi dari angin golok Panji tapi itu tak cukup untuk menahan golok petir.
"blaaarrrr"
gelombang energi dari benturan kedua pedang bagaimana ledakan dan Gantika kembali terlempar ke belakang. tangan nya kesemutan.
Panji tak mau menunggu lama, saat posisi Gantika sedang oleng Panji kembali menyerang dengan jurus golok nya.
selongsong cahaya kekuningan melesat bersama dengan sosok Panji dan tanpa perlawanan yang berarti Panji menebas tangan Gantika hingga tangan kanan nya buntung.
"akkhhhh..!!!"
"ampun..."
"aku menyerah..!!!" teriak Gantika putus asa.
tapi Panji tak memberi ampunan dengan cepat dia menusuk dada Gantika sebelum dia berubah pikiran.
"akhhhh..!!!"
dada Gantika gosong bagaikan terbakar, bahkan dari ubun ubun nya keluar asap tebal karena petir yang keluar dari golok petir meledak dalam dadanya. panglima benua kegelapan itu tewas dengan dada bolong dan tubuh hangus terbakar.
"panglima???" teriak prajurit benua kegelapan dan dengan membabi buta menyerang Panji. bukan nya menunggu atau lari tapi Panji juga menyongsong prajurit benua kegelapan itu dan mengayunkan golok petir.
Kembali terjadi pertempuran besar, dan kali ini prajurit benua kegelapan menyerang Panji dengan kekuatan penuh, semua nya ingin membunuh Panji. tapi dengan tenang Panji mengayunkan pedang nya, itu bukan pertempuran tapi pembantai an. setiap ayunan pedang Panji selalu membawa nyawa kembali ke penciptanya.
"Ayo maju, kenapa diam??" kata Panji saat prajurit kegelapan diam dan tak berani lagi menyerang.
"baik, aku yang akan menyerang"
"pukulan halilintar"
__ADS_1
"blarrr"
"bammm" puluhan tubuh langsung gosong dan bau daging terbakar tercium begitu pukulan halilintar menghantam prajurit kegelapan. belum selesai Panji melesat ke tengah tengah prajurit dan kembali mengambil puluhan nyawa. rasa putus asa membuat prajurit kegelapan menyerang Panji walaupun nyawa mereka taruhan nya.
Dalam waktu setengah jam Panji telah menumpuk mayat di bawah kaki nya, pakaian putih nya juga telah berubah merah, tapi itu bukan merah darah nya, darah dari prajurit benua kegelapan yang muncrat setiap tebasan goloknya mengambil nyawa prajurit.
saat pembantaian berlangsung sosok hitam datang dan menghantam Panji, tapi Panji cukup waspada dan mengetahui kedatangan sosok itu.
"bammmm...!!!" benturan dua telapak tangan bertemu, Panji dan sosok itu sama sama terjungkal ke belakang. sosok itu tak menunggu lama dan kembali menyerang Panji.
tendangan mampu Panji tepis, pukulan Panji mampu di hindari sosok itu. kedua nya terus bertarung bahkan tanpa sadar keduanya telah bertarung sampai ke udara. yang terlihat hanya dua bayangan yang melesat bagai cahaya.
"bammmm...!!!!"
kembali benturan terjadi di udara, setelah itu dua sosok turun pelan dan berdiri bertatapan dengan jarak yang tak jauh.
"kau pasti pemuda yang ingin menyegel ku bukan??" tanya sosok itu yang ternyata raja kematian Habiyang.
"aku tak akan menyegel mu, tapi akan membunuh mu" jawab Panji.
"hahahaha, membunuh ku??"
"tak akan ada orang yang berani membunuh ku" kata raja kematian jumawa.
"aku akan memastikan kematian mu hari ini"
"bersiap lah"
Panji melesat dengan kekuatan penuh dan tak ingin menahan tenaganya lagi. raja kematian juga begitu dia juga ingin bertempur dengan kekuatan penuh nya.
"bammmmm...!!!"
\*\*\*\*\*\*\*\*
"saya sebagai author minta maaf karena dua minggu ini gak up cerita ini"
"seperti yang saya bilang, aku hanya kuli dan aku harap kawan kawan memahaminya.
"author sadar cerita ini tak seperti legenda pendekar naga..!!"
"atau pun pendekar dewa matahari, novel ini tak sebanding "
"jauh, terlalu jauh"
"tapi bagaimana pun author sangat menghargai dan mencintai karya author ini"
"jika memang kawan kawan tak menyukai karya ini saya tak akan memaksakan nya"
"tapi yang pasti saya akan tetap meneruskan karya ini"
"akhir kata terima kasih dan maaf baru up"
"semoga kita semua dalam lindungan nya.
__ADS_1
"ikuti terus perjalanan ini"
like n komen.