
Wulan..??
ada apa mencari ku?? tanya Panji
perkenalkan ini ayah ku"
panggil saja Ki ponggoh" ayah Wulan mengenalkan diri pada Panji
siapa mereka kakang?? tanya diyah Pitaloka
ohhh mereka"
ini Wulan"
aku menolong nya dari penjahat saat akan menuju ke sini" kata Panji sedikit menjelaskan pada diyah
diyah Pitaloka menatap tajam pada Panji.
silahkan duduk" kata Panji.
Wulan dan ayah nya duduk di samping Panji dan di ikuti oleh diyah Pitaloka.
terima kasih sudah menolong putri ku" kata Ki ponggoh
tak usah sungkan paman"
Panji terus bercerita dengan Ki ponggoh dan tak menghiraukan diyah pitaloka ataupun Wulan.
jadi paman seorang tabib ya? tanya Panji.
aku hanya tabib biasa dan tak begitu banyak tahu tentang pengobatan kata Ki ponggoh merendah.
bagaimana kalau Panji ikut ke rumah ayah"
kita bisa menjamu nya karena telah menolong ku" kata Wulan penuh harap.
diyah Pitaloka yang mendengar ucapan Wulan sedikit emosi.
kakang Panji akan di jamu oleh ayah" kata diyah Pitaloka dingin.
Wulan ingin bicara tapi langsung di potong Panji.
aku sudah memesan kamar si penginapan ini"
jadi tak perlu repot paman" kata Panji
aku tak merasa repot Panji"
kalau memang ada waktu datang lah berkunjung ke rumah ku" kata Ki ponggoh
suatu saat aku akan berkunjung paman"
ayo Wulan" kata Ki ponggoh
tapi ayah"
Panji??
Ki ponggoh tersenyum melihat tingkah putri nya.
lain kali Panji akan datang" kata Ki ponggoh dan sedikit menarik Wulan. dengan terpaksa Wulan mengikuti ayah nya.
apa hubungan kakang dengan gadis itu?? tanya Wulan penuh selidik
hubungan??
tak ada hubungan kakang dengan dia Dinda"
kakang hanya menolongnya"
itu saja"
kenapa Dinda?? tanya Panji
eh tidak apa apa ko kakang"
ayo kita ke dalam kakang"
kakang tamu kami sekarang"
dan akan menginap di kamar keluarga"
bukan kamar tamu" kata diyah Pitaloka
Pitaloka tak menunggu persetujuan Panji dan langsung menarik Panji masuk ke rumah.
ayah..
ibu..
kakak..
lihat siapa yang datang" diyah Pitaloka langsung memanggil keluarga nya.
eh nak Panji"
yang mulia" Panji hampir berlutut tapi langsung di tahan raja Mahameru.
__ADS_1
sekarang aku bukan raja"
panggil paman saja" kata Mahameru
dan aku panggil bibi" kata permaisuri iyeng Anggi.
pangeran" kata Panji
panggil Candra" kata pangeran Candra
pelayan pun mengambil semua barang Panji dari kamar penginapan dan menaruh di kamar keluarga.
di sini kamar kakang" kata diyah Pitaloka
Panji tetap merasa berat tapi tak bisa menolak.
Panji pun keluar dari kamarnya dan menemui Mahameru dan iyeng Anggi. Panji menceritakan semua hal yang terjadi di kerajaan ganda lima.
sebaiknya mulai saat ini paman dan bibi perkuat penginapan ini"
karena tak lama lagi hal yang buruk akan mendatangi seluruh benua" kata Panji
Mahameru terdiam mendengar ucapan Panji.
sebaiknya kakang istirahat dulu ya"
kakang pasti capek" kata diyah Pitaloka
Panji tersenyum menatap Pitaloka
baik Dinda"
Panji melangkah masuk ke kamar dan istirahat.
saat pagi hari.
kakang ayo makan" Pitaloka tanpa malu masuk kamar Panji dan membangunkan Panji dari tidur nya.
ehh Dinda"
kenapa masuk kamar kakang??
Pitaloka langsung merasa malu dan keluar dari kamar Panji. wajahnya yang putih langsung merah merona karena kata kata Panji. Panji pun keluar dan makan bersama keluarga diyah Pitaloka.
selesai makan Panji berjalan ke belakang dan melihat keindahan hutan di kejauhan.
lagi mikirin apa kakang??
mikirin Dinda ya?? tanya diyah Pitaloka
Dinda""
kenapa kakang??
tak lama lagi kegelapan akan menyerang seluruh benua"
sementara kakang belum memiliki kekuatan untuk membantu atau menyelamatkan orang orang yang membutuhkan dan juga orang orang kanda sayangi" kata Panji ringkas.
Dinda percaya kakang pasti bisa" diyah Pitaloka meyakinkan Panji.
terimakasih Dinda"
setelah ini kakang akan kemana??
apa Dinda boleh ikut??
Panji menatap diyah Pitaloka
kakang akan menuju padepokan gagak hitam Dinda"
kapan kakang??
untuk apa kakang??
kakang ingin membalaskan kematian ayah kakang Dinda"
nanti siang kakang berangkat" kata Panji.
Pitaloka memegang tangan Panji.
apa kakang akan kembali lagi ke sini?? tanya diyah Pitaloka penuh harap.
kakang pasti kembali ke sini Dinda"
hanya di sini kakang di anggap keluarga"
di sini ada orang orang yang menyayangi kakang"
paman"
bibi"
Candra"
dan juga Dinda sudah kakang anggap keluarga kakang" kata Panji.
apa Dinda boleh ikut??
__ADS_1
Dinda di sini saja"
tunggu kedatangan kakang"
tapi harus tetap cantik" kata Panji mulai berani menggoda diyah Pitaloka.
Pitaloka langsung bersemu merah mendengar kata kata Panji.
kakang akan kembali untuk Dinda" kata Panji dan memegang tangan diyah Pitaloka.
eheeemmm
tiba tiba Candra datang
aku selalu saja datang di saat yang tepat"
iya kan adik ku" Candra menggoda Pitaloka
kakak" Pitaloka sedikit merajuk pada Candra
Candra yang merasa mengganggu meninggalkan Panji dan Pitaloka.
setelah semua ini berakhir dengan damai kakang akan membantu kalian membangun kembali kerajaan ganda lima" kata Panji menatap Pitaloka.
Dinda sudah tak terlalu berharap kembali ke istana kakang"
Dinda sudah bahagia seperti ini"
apalagi kalau bersama kakang" kata Pitaloka menundukkan kepala nya karena malu.
Panji memegang tangan Pitaloka.
kakang akan selalu ada untuk dinda"
Pitaloka merasa senang dan tanpa sadar memeluk Panji.
Dinda hanya untuk kakang"
Dinda akan tunggu kakang selamanya"
Panji terharu dan membalas pelukan Pitaloka.
dan pada hari ini dua insan itu mulai merajut kasih cinta manusia.
saat siang mulai menerobos panasnya alam Panji bersiap akan menuju padepokan gagak hitam.
kakang akan pergi hari ini?? tanya diyah Pitaloka.
iya Dinda"
kakang harus secepat nya membereskan masalah ini sebelum masalah yang lebih besar datang" kata Panji
Mahameru, iyeng Anggi, Candra dan Pitaloka mengantar Panji sampai ke pintu keluar penginapan.
aku permisi" kata Panji.
kakang...
Pitaloka tak bisa menahan rasa sedih karena harus berpisah lagi dengan Panji dan berlari ke pelukan Panji.
mahameru, iyeng Anggi dan Candra hanya melongo melihat kelakuan Pitaloka.
Dinda"
kakang pasti akan kembali dengan selamat" kata Panji dan menghapus air mata diyah Pitaloka.
kakang janji?? Pitaloka terisak dalam pelukan Panji.
iya Dinda"
kakang janji" kata Panji.
Pitaloka menatap Panji dengan wajah sedih.
selama selendang ini bersama kakang"
kakang akan terus mengingat Dinda" kata Panji meyakinkan pitaloka
Dinda percaya kakang" kata Pitaloka masih tetap terisak.
kakang permisi Dinda"
Panji melepas pelukan Pitaloka dan mendekatkan diri pada pitolaka dan memberi ciuman di kening Pitaloka. wajah Pitaloka bersemu merah, sebelum Pitaloka berbicara Panji telah melesat meninggalkan penginapan rasa langit.
di depan padepokan gagak hitam.
GAGAK IRENG...
KELUAR...
AKU DATANG UNTUK MENCABUT NYAWAMU...
bammmm
pukulan bertenaga dalam tinggi langsung menghancurkan pintu masuk padepokan itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
like vote n komen ya