Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 101 siapa dia??"


__ADS_3

"Sepanu"


Gantika menjerit keras melihat panglima benua kegelapan itu memilih untuk bunuh diri.


"keparat kau Demar, tak tahu asal mu"


"mati kau"


Gantika berniat untuk menyerang Demar tapi Panji menahan pergerakan nya.


"aku lawan mu, jangan coba coba alihkan perhatian mu" kata Panji


"diammm, ini masalah antara kami"


"bukan urusan mu" kata Gantika menatap dingin


"hehhhh, kau bilang bukan urusan ku??"


"apa kau tak terpikir semua terjadi ini ulah kalian, kau bilang bukan urusan ku??"


"setiap kalian berbuat kejahatan itu menjadi urusan ku" jawab Panji


"biarkan aku selesaikan dengan Demar"


"setelah itu kita lanjutkan urusan kita" kata Gantika meminta pertimbangan Panji.


"kenapa aku harus memenuhi permintaan mu??"


"sementara aku memiliki kekuatan untuk mengalahkan mu??"


"lagian Demar telah menjadi bagian kami, dan aku pasti akan membantunya"


"sebagai balas budi karena tadi dia sudah menolongku"


"kurang ajar"


"baik, aku habisi kau terlebih dahulu"


Gantika menyerang Panji dan tak lagi mengalihkan perhatian nya kepada Demar. sementara Demar menonton pertarungan itu dan tak memperdulikan pertempuran di sekitar istana.


hiatttt"


panglima Gantika mulai memberondong Panji dengan berbagai variasi serangan, setiap serangan nya mengandung pukulan pukulan mematikan dan selalu mengarah ke tubuh vital Panji.


Panji mencoba menahan dan menganalisa setiap serangan dari Gantika, dengan langkah langit Panji bergerak bagai ular, meliuk liuk menangkis dan menahan sesekali memberi serangan balasan yang tak terduga.


berpuluh jurus kembali terjadi dan kedua nya kembali bertukar serangan, Gantika mencoba masuk dengan tapak nya tapi Panji selalu menahan juga dengan tapak petir nya.


"kita hentikan saja pertarungan sia sia ini"


"atau kita berdua akan mati" kata Gantika dan menatap Panji.


Panji tak menggubris nya dan mengambil inisiatif menyerang Gantika. dan mau tak mau Gantika harus bertahan dan meladeni setiap serangan dari Panji.


"seperti nya tak ada jalan lain selain menggunakan senjata" gumam Gantika dan mencabut golok panjang nya.


"baik aku ladeni dengan senjata" kata Panji.


"cletarrr"

__ADS_1


suara petir bergemuruh begitu Panji mencabut golok petir dari sarung nya.


"senjata apa lagi itu??"


"aku belum pernah melihat nya" gumam Gantika mundur dua langkah.


memegang golok petir aura Panji berubah seperti malaikat yang begitu menyeramkan dan siap mencabut nyawa Gantika.


melihat aura menyeramkan dari Panji membuat Gantika merasakan sedikit kengerian.


Panji melesat cepat dan mengayunkan golok petir ke arah Gantika. tapi Gantika yang juga memiliki golok setan mampu menahan golok petir Panji.


"trangggg"


kedua golok itu berbenturan dan mau tak mau kedua nya surut ke belakang.


"belum ada senjata selain pedang langit yang mampu menahan golok setan ku"


"senjata apa lagi yang di miliki pemuda ini"


"pemuda ini benar benar misterius dan memiliki banyak senjata pusaka"


Gantika yakin akan senjata nya menyerang dengan mengalirkan tenaga penuh nya ke goloknya yang juga termasuk senjata pusaka dari benua kegelapan merasa percaya diri.


tapi Panji juga merasa percaya diri dengan golok petir nya, dengan rasa percaya diri akan kemenangan kedua nya maju sama sama ke depan. dan memastikan serangan ini akan jadi serangan terakhir.


tranggg"


"balaaarrrtt"


suara petir dan suara dentingan terdengar saat benturan dua pusaka itu, Gantika menyabet golok ke leher tapi Panji merunduk, Gantika menendang saat Panji merunduk tapi tangan Panji di bawah menahan tendangan Gantika, belum selesai kembali Gantika mengayunkan goloknya berniat membelah tubuh Panji tapi Panji dengan mudah bersalto ke belakang dan berhasil menghindari serangan Gantika. tiga serangan Gantika mampu dengan mudah di hindari Panji.


"trangggg"


"trangggg"


dengan tangan nya Panji berniat menyodok lambung Gantika tapi golok Gantika menahan pergerakan Panji dan dengan cepat mengehentikan gerakan nya sebelum tangan nya buntung.


"wuuuuttt"


deru angin dari golok setan milik Gantika terasa di wajah Panji saat golok Gantika lewat tipis di wajah nya.


"sekarang, aura emass"


Panji mengeluarkan kesaktian yang paling jarang dia gunakan.


"ada apa ini, kenapa semua terasa berat??"


saat itu lah Gantika melihat Panji mengayunkan goloknya dengan cepat.


"tranggg". Gantika masih mampu menahan serangan golok Panji tapi serangan berikutnya Gantika terlihat pasrah.


"bukkkk"


tinjuan Panji menghantam telak ulu hati Gantika.


"akhhh, uhuk uhukkk"


perut Gantika rasanya di aduk aduk dan itu membuat dia tertunduk menahan muntah karena pukulan Panji yang begitu keras. Gantika limbung dan mundur ke belakang.

__ADS_1


Gantika mengalirkan tenaga dalam ke perut nya untuk mengurangi sakit, tapi saat itu lah serang Panji telah datang.


"breeettt"


ayunan golok Panji langsung merobek dada Gantika. panglima terkuat dari benua kegelapan itu langsung terlempar dan luka hangus hitam legam terlihat di luka yang menganga.


"akkkhhhh" Gantika mengeluh kesakitan, tak ada darah yang keluar karena luka terbakar itu. dan itu menandakan Gantika mengalami luka dalam yang sangat parah.


Panji berjalan bagai malaikat maut.


"seperti nya nyawamu dan perjuangan mu untuk benua mu berakhir di sini Gantika"


"mati lah"


Panji mengayunkan goloknya ke leher Gantika, Gantika hanya bisa pasrah dan tak melakukan perlawanan lagi, Gantika menutup matanya dan bersiap menghadapi kematian.


"matilahhhhhh"


Panji dengan tenaga dalam tinggi menyabetkan goloknya.


"bammmm"


pukulan bertenaga dalam tinggi menahan golok Panji bahkan melempar Panji ke belakang. Panji begitu kaget saat merasakan pancaran tenaga dalam yang sangat besar, bahkan belum pernah Panji menemukan orang yang memiliki tenaga dalam sebesar itu.


"tak semudah itu kau membunuh semua panglima ku se enak mu bocah"


suara lelaki itu begitu serak dan menakutkan.


"aku akan mengurus mu lain kali"


lelaki itu mengibaskan tangan nya, angin kencang bertenaga dalam tinggi menerpa Panji dan lagi lagi Panji tak mampu menahan nya dan itu kembali melemparkan Panji ke belakang. saat Panji bangun dan berniat melawan orang itu telah menghilang bersama panglima Gantika.


"siapa dia??"


"kekuatan nya begitu menakutkan"


"aku harus berhati hati"


"sepertinya dia panglima terkuat dari benua kegelapan"


Panji melangkah ke arah Demar, dan Panji melihat Demar begitu ketakutan dan wajah nya putih pucat.


"ada apa dengan mu??" tanya Panji


"dia..., dia..." Demar tak mampu meneruskan bicaranya.


"ada apa??"


"dia siapa??"


"kau mengenal orang yang tadi??"


"dia yang...!!!"


belum selesai bicara Demar suara riuh terdengar dari dalam istana.


"bawa raja lalim itu, kita adili bersama sama"


sebagian prajurit memilih menyerah setelah kematian Mahapatih Sepanu dan beberapa panglima. dan dengan mudah rakyat menangkap raja Selese dan membawanya ke halaman istana, mereka membawanya ke depan Panji.

__ADS_1


"untuk apa kalian membawanya kepada ku??"


__ADS_2