
Panji dan lelaki tua itu saling bertatapan seperti mengukur tingkat kemampuan masing masing.
"aku Ki rencah raga, penguasa lembah Iblis"
"hari ini akan aku pastikan kalau kau akan tinggal nama" kata Ki rencah raga menunjuk ke arah Panji. itu bukan sekedar menunjuk tapi sebuah serangan pembuka, dari telunjuk Ki rencah raga keluar selarik sinar kuning.
Panji melihat dan sedikit memiringkan kepalanya sinar itu lewat beberapa centi dari kepalanya.
Ki rencah raga tersenyum saat melihat Panji dengan mudah saja menghindari serangan nya.
Ki rencah raga maju dan menyerang Panji, Panji menyambut serangan Ki rencah raga. hantaman dan pukulan saling bersambut, dan mulai membuat arena pertarungan berantakan.
Ki rencah raga memainkan jurus jurus yang cukup lincah, tapi Panji selalu mengimbangi nya. Panji ingin melihat setinggi apa kemampuan Ki rencah raga, saat Ki rencah raga meningkatkan kekuatan nya Panji juga meningkatkan kekuatan nya.
Ki rencah raga menyerang bagian dada Panji , dengan menotol tanah Panji bersalto ke udara dan berputar putar menghindar, tapi Ki rencah raga tak membiarkan Panji menghindar begitu saja. Ki rencah raga melompat dan mengejar Panji yang di udara.
Panji tahu jika setiap serangan Ki rencah raga mampu membunuh nya, tapi dengan ketenangan dan pengalaman bertarung Panji mampu menahan setiap serangan yang Ki rencah raga perbuat.
"kesempatan" gumam Panji.
"menari di atas awan"
Panji mengubah pola dari bertahan menjadi menyerang, dan serangan terarah ke kepala Ki rencah raga, Ki rencah raga kaget akan perubahan pola Panji dan mencoba menahan pukulan di kepala nya dengan tangan nya. dan saat itu lah Panji berbalik memberikan tendangan terbalik ke dada Ki rencah raga.
Tendangan itu dan akan bisa di hindari, tapi Ki rencah raga tak mau hanya dia yang terluka.
saat Panji berbalik Ki rencah raga mendorong tangan nya dan pukulan nya mengenai punggung Panji dan pada saat yang sama tendangan Panji juga menghantam dada Ki rencah raga.
"bummmm...!!!"
Dua tubuh jatuh dan bunyi berdebum terdengar.
Ki rencah raga maupun Panji bersila dan sama sama mencoba mengobati luka dalam, kedua nya berpacu dengan waktu, tapi Panji di untungkan jubah harimau yang di pakai nya, sehingga Panji duluan yang berdiri. sebagai pendekar Panji menunggu ki rencah raga selesai bersemedi.
"apa bisa kita lanjut kan Ki??" tanya Panji.
"puiihhhhh..!!!"
"kau belum menang..!!!"
Ki rencah raga kembali menyerang Panji dan Panji memang menyambut serangan Ki rencah raga. semakin lama Panji semakin di atas angin.
"tangan inti es"
Panji mengeluarkan jurus dari elemen es, jurus yang paling jarang di gunakan Panji. tangan Panji berubah menjadi putih es.
"bammm..!!!"
dua tangan beradu dan saling bertahan. tapi di luar dugaan Ki rencah raga, tangan nya tiba tiba di selimuti es dan mulai menjalar ke pergelangan nya. mau tak mau Ki rencah raga sedikit mengurangi tenaga dalam nya, dan itu sebuah petaka bagi nya.
"whussss..!!!"
angin dingin menerpa Ki rencah raga, tubuh tua itu terlempar jauh dan jatuh ke tanah dengan luka dalam yang parah.
"ajian rencah raga"
__ADS_1
Ki rencah raga mengeluarkan ajian pamungkas nya.
Panji kaget dan tanpa mengetahui tubuh nya telah terlempar. Panji berdiri dengan mulut berdarah.
"ajian yang mengerikan" gumam Panji
"gunakan mata bathin mu, kau akan melihat serangan nya" tubuh api memberi petunjuk. dengan cepat Panji menutup mata nya dan memperkuat tekanan di jiwa.
"ajian rencah raga"
kembali Ki rencah raga mengeluarkan ajian terkuat nya.
"petir membelah malam"
Panji mengeluarkan ajian yang termasuk ajian terkuatnya. saat Panji melihat sekelebat cahaya, Panji yakin itu lah inti dari ajian rencah raga.
Panji mendorong tangan nya dan menahan cahaya itu.
"blaaaarrrrrr...!!!!"
getaran keras terdengar nyaring saat dua ajian terkuat bertemu, dua elemen bertemu.
Panji terlempar ke belakang namun dengan tenang Panji mampu mengatasi keadaan. sementara jauh di depan Panji Ki rencah raga menggelepar bagai ikan kekurangan air. Panji mendekati Ki rencah raga.
"berikan aku kekuatan" Ki rencah raga berteriak keras. alam tiba tiba berubah, angin kencang berhembus kuat. awan menjadi hitam, petir juga menyambar di tubuh Ki rencah raga.
Ki rencah raga berdiri tanpa kekurangan apa pun.
"sekutu iblis" gumam Panji.
"hadapi dengan pedang surga, kau tak akan bisa menghadapi nya dengan tangan kosong" kembali tubuh api bicara. tubuh api memang paling emosi jika Panji kalah, karena api merupakan simbol kemarahan.
"pedang surga"
Panji memegang erat pedang surga, pamor kuning keemasan keluar dari pedang surga.
Mata Ki rencah raga nanar melihat Panji memegang pedang surga, seraut ketakutan terlihat dari mata nya. kekuatan Ki rencah raga memang naik drastis tapi itu tak berpengaruh bagi Panji.
Pertarungan kembali terjadi, tapi sekuat apa pun Ki rencah raga mencoba Panji tetap mampu memukul nya mundur.
Panji menebas ke arah dada Ki rencah raga, Ki rencah raga menghindar ke samping, tapi Panji mengubah arah serangan ke leher Ki rencah raga. Ki rencah raga menarik tubuh nya dan melompat mundur.
"pedang membelah lautan"
"blesss...!!!!"
Panji mengejar dan menebas.
Tiba tiba dari tubuh Ki rencah raga keluar sekelebat warna hitam dan menghilang ke atas langit.
"crassss...!!!"
tanpa ampun tubuh Ki rencah raga terbelah dua dan tewas dengan luka memanjang.
"apa itu tadi??" gumam Panji kaget sesaat setelah bayangan hitam itu keluar dan menghilang.
__ADS_1
"itu iblis yang di puja lawan mu itu, melihat pedang surga, lawan mu sudah kehilangan semangat untuk bertarung"
"lawan mu itu telah tewas sebelum kau menebas nya, kau hanya membuat tubuhnya semakin berantakan saja" kembali tubuh api menjawab kekagetan Panji.
Setelah kematian Ki rencah raga, alam di lembah siluman berubah menjadi agak dingin, seperti menandakan penguasa lembah iblis telah tewas. Panji melihat sebuah jalan setapak, dan Panji merasa itu lah jalan menuju pulau pelangi.
"kita teruskan perjalanan kilat??" kata Panji dan naik ke punggung kuda nya.
"pelan pelan saja" kembali Panji berbicara kepada kuda nya.
Si kilat berjalan santai dan sudah tak memperdulikan keadaan, setelah kematian Ki rencah raga, satu pun makhluk penghuni lembah iblis tak ada lagi yang berani mendekati mereka.
Saat hari menjelang sore Panji sampai di tepi laut.
"paman, apa ada kapal yang akan berlayar ke pulau pelangi??" tanya Panji pada seorang penjaga kedai.
"kapal akan segera berangkat anak muda, cepat lah ke arah sana" tunjuk pemilik kedai.
Panji menoleh dan berjalan ke arah yang tunjuk pemilik kedai.
"aku ingin ke pulau pelangi, kapan berangkat??" tanya Panji pada penjaga kapal.
"bayar dan naik" jawab penjaga kapal cukup dingin.
Panji memberikan sekeping uang emas, dan itu sudah mengubah sikap penjaga kapal.
"dan ini untuk kuda ku" kata Panji kembali melemparkan sekeping koin emas.
"terima kasih tuan, mari saya antar" kata penjaga kuda.
"tak perlu, aku bisa berjalan sendiri" kata Panji.
tapi penjaga kapal tetap mengikuti Panji.
"tuan sudah membayar dengan koin emas, ini kamar tuan"
"kalau boleh tahu apa tujuan tuan menuju pulau pelangi??"
"apa tuan juga akan mencoba ikut berkompetisi demi putri Delima??" kembali penjaga kapal bertanya.
"putri Delima??"
"siapa dia??" gumam Panji
"nanti lah saat aku sampai di sana"
"beri jalan, tuan muda Gumilang mau masuk kapal" suara teriakan cukup mengagetkan Panji.
"siapa tuan muda Gumilang??"
*********
maaf semalam tidak up, di karenakan pekerjaan sangat mendesak. kami dan tim semalam bekerja sampai jam 12 malam, jadi gak sempat untuk membuat episode baru. pengertian nya terima kasih
like n komen ya sahabat.
__ADS_1