
beberapa hari setelah mendapatkan mustika hijau dan mengambil sebagian energi mustika hijau Panji pun mulai berlatih elemen tanah pada Surawijaya.
"asal kau tahu, elemen tanah merupakan elemen pertahanan"
"elemen ini jarang di gunakan untuk menyerang"
"dan itu lah sebabnya jaman sekarang pengguna elemen tanah jarang di temukan"
"dan pengguna elemen tanah selalu di gunakan sebagai tameng saat perang terjadi"
Surawijaya memberikan wejangan nya saat Panji telah berhasil menguasai sepenuh nya jurus jurus elemen tanah.
"ingat yang aku katakan itu"
"hancurkan kelompok tengkorak hitam dan musnahkan pemimpin nya, setelah itu bunuh juga Mahapatih kerajaan Bintang kejora"
"baik eyang, aku akan mengingatnya" kata Panji
"eyang tahu dimana gunung es??" tanya Panji lagi
"gunung es??"
"mustika putih ya??" Surawijaya balik bertanya
"iya eyang"
"eyang tahu dimana??"
"dulu aku pernah mendengar gunung es ada di seberang lautan"
"sebuah pulau yang penghuni nya pengguna elemen es"
"jarang orang ke sana"
"dimana pulau itu eyang??"
"di ujung benua putih"
"baik aku akan ke sana"
"dan sepertinya sudah saat nya aku pergi eyang"
"berhati hati lah"
Panji keluar dari gua dan tak menemui hambatan seperti saat dia memasuki hutan sunyi.
Panji kembali berhenti di kedai makan pertama kali dia datang dan di sambut pemilik kedai.
"mau makan tuan pendekar??"
"apa tuan pendekar telah kembali??"
"iya, aku mau makan"
"sediakan secepatnya"
Panji merasakan orang orang di warung itu memandang sinis kepada nya. tapi Panji tak memperdulikan nya apalagi saat pesanan nya datang, Panji dengan tenang melahap semua makanan nya.
"Ki Jaga apa menurut mu racun itu akan bereaksi kepada nya??" tanya seseorang pada pemilik kedai.
"pasti"
"tak lama lagi dia akan jatuh dalam genggaman kita" jawab Ki Jaga
Panji dengan mendengar dengan jelas pembicaraan itu walaupun mereka berbisik. Panji tersenyum dan pura pura keracunan.
"sekarang" Ki jaga memberi perintah dan puluhan orang langsung datang dari semak semak sekitar kedai dan mengelilingi Panji.
Panji pura pura kaget.
"ada apa ini paman??"
"aku tak perlu banyak tanya"
"sekarang mati lah"
__ADS_1
"dan junjungan kami akan mengangkat kami sebagai komandan tengkorak hitam" kata Ki Jaga.
"hehehehe, kalian salah memilih lawan" kata Panji meremehkan Ki Jaga dan anak buah nya.
"kau tak perlu merasa jumawa lagi anak muda"
"racun ku sedikit demi sedikit akan membunuhmu" kata Ki Jaga percaya diri.
"racun??"
"aku tak merasakan apa pun"
"malah aku merasa tenaga dalam ku berlipat ganda setelah memakan makan mu paman" kata Panji mempermainkan Ki Jaga dan anak buah nya.
"mati lah"
salah seorang anak buah Ki Jaga menebaskan golok nya ke leher Panji.
"tingggg"
Panji dengan jari nya menjentik golok itu dan langsung terlepas dari tangan orang itu. tanga nya langsung kesemutan, anak buah Ki Jaga itu kaget tapi rasa kaget nya belum hilang sebuah pukulan Panji langsung menghantam dada nya.
"bammmm"
anak buah Ki Jaga itu terlempar dan langsung menjebol dinding kedai Ki Jaga, hanya sebentar menggelepar orang itu tewas dengan luka dada terkoyak.
"ternyata kalian antek anteknya tengkorak hitam ya"
"aku kemari untuk memusnahkan kalian dari muka benua ini" kata Panji berdiri dan menatap semua orang di kedai itu. Panji mengeluarkan pedang darah dan memegangnya di tangan.
"kalian akan mati hari ini" kata Panji dingin
"seranggg"
Ki Jaga memberikan perintahnya dan puluhan orang itu langsung menyerang Panji dengan membabi buta. tapi yang terjadi berikut nya di luar dugaan, Panji dengan mudah menghindari setiap serang dari puluhan orang itu. dan itu belum cukup, bahkan setiap serangan Panji selalu membawa nyawa untuk Kematian.
Ki Jaga terkejut melihat pemandangan di depan matanya. pertarungan itu bukan pengeroyokan tapi lebih tepat di sebut pembantaian. setiap pedang Panji bergerak dua sampai tiga nyawa terlepas dari raganya. hanya beberapa saat semua orang mundur dan ketakutan melihat Panji.
"kabuurrrr"
"sekarang tinggal kau sendiri"
"dan aku tak berniat mengampuni nyawamu"
"katakan bagaimana aku akan mencabut nyawamu??" tanya Panji dingin.
"kau terlalu sombong anak muda"
"walaupun aku mati, tapi aku akan membawa mu bersama ku" kata Ki Jaga dan menyerang Panji.
Panji dengan tenang menghadapi semua serangan Ki Jaga dengan mudah. bahkan Panji sedikit mempermainkan Ki Jaga membuat pemilik kedai itu frustasi.
"kurang ajar"
"hiaaattttt"
Ki Jaga meningkatkan kekuatan nya dan tiba tiba tubuhnya berubah menjadi seekor serigala.
"bersekutu dengan siluman ya"
"menarik"
"tapi itu tak akan melepaskan mu dari kematian.
Panji juga meningkatkan kekuatan nya.
"hiaaaattttt"
keduanya kembali saling bertukar serangan, awal awal Ki Jaga mampu mengimbangi kecepatan Panji tapi setelah melewati lima puluh jurus Ki Jaga mulai terdesak dan memilih mundur. Panji tak berniat untuk mengejar dan memberikan waktu untuk Ki Jaga.
"kenapa??"
"apa kau akan menyerah??"
"sedikit pun aku tak akan mundur" kata Ki Jaga
__ADS_1
"baik, terima lah kematian mu"
Panji melesat sangat cepat bahkan sampai Ki Jaga tak melihat kedatangan nya, saat dia sadar pedang Panji telah ada di perutnya.
Ki Jaga merasakan rasa perih yang teramat sangat.
"kauuuu..."
belum selesai ucapan nya Panji menarik pedang nya dan menebas leher Ki Jaga. perlahan lahan tubuh Ki jaga kembali ke tubuh aslinya.
"aduh, seharusnya aku tanya siapa pemimpin kelompok tengkorak hitam"
"tapi seperti nya tak perlu"
"aku yakin akan menemui anggota yang lain" kata Panji dan melesat menuju kota.
dalam beberapa hari terdengar kabar tentang seseorang yang terus membantai anggota kelompok tengkorak hitam, kesaktian nya sangat hebat dan selalu menebar kematian di setiap tempat yang di datanginya.
"apa di sini ada anggota tengkorak hitam??" tanya Panji menantang seisi warung saat sampai di sebuah desa yang cukup besar.
seorang lelaki brewok menghampiri Panji.
"apa urusan mu dengan kelompok kami??"
"aku badawa"
"aku pemimpin wilayah ini"
"dan aku bagian tengkorak hitam"
"kalian semua harus mati di tangan ku kata Panji dan menghumus pedang nya.
"craaasssssss"
dalam satu tebasan kepala badawa telah menggelinding di tanah. badawa tewas tanpa sempat menjerit.
"bunuh dia, dia telah membunuh ketua" kata salah seorang anak buah badawa.
"belasan orang pun mengeroyok Panji. tapi lagi dan lagi itu bukan hal yang menyulitkan Panji.
"bammmm"
Panji mengeluarkan elemen petir nya dan langsung menghanguskan orang yang terkena pukulan Panji.
"dia terlalu kuat" teriak anggota tengkorak hitam.
"kami menyerah"
anggota tengkorak hitam yang lain membuang senjatanya.
Panji tersenyum sinis
"aku tak akan mengampuni kalian"
"sebelum kalian menyerang benua yang lain dengan kekuatan penuh aku harus menghabisi sebanyak yang aku bisa" gumam Panji dalam hati.
"pukulan halilintar"
Panji merapal pukulan terkuatnya.
"blaaaarrrr"
"akkkhhhhh"
puluhan orang itu tewas dengan tubuh terpanggang. api juga membakar kedai itu.
"blaaassss"
sesosok tubuh terbang dan menjebol atap warung dan terbang menuju kota kadipaten tempat kumpulan kelompok tengkorak hitam menyusun kekuatan nya.
"tengkorak hitam"
"aku datang"
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1