
Panji melesat dan sampai di pinggir laut menuju benua, tapi Panji terpikir akan beruang yang telah mengalahkan nya.
"aku akan membuat perhitungan sekalian mencoba kekuatan baru ku" gumam Panji.
"woyyy beruanggg....!!!!" Panji berteriak sekuat tenaga dan tenaga dalam nya menantang para beruang.
"groaaarrrr"
suara sahutan cukup dekat dan itu menandakan para beruang berada di sekitar tempat itu. dan memang dalam beberapa saat saja beberapa beruang telah datang dan siap ingin mengoyak Panji.
"aku menantang pemimpin kalian bertarung"
"suruh dia kemari" kata Panji.
"hahahahaha, di cari tak ketemu, malah datang sendiri"
suara itu sangat Panji kenal, dan itu memang raja beruang.
"apa kah kau sudah kehilangan akal menantang ku??"
"kenapa??"
"apa kau tak berani??"
"raja macam apa tak berani menerima tantangan" kata Panji memanas manasi raja beruang.
"hahahaha, pantang bagi ku menolak tantangan mu"
"bersiaplah"
"bagaimana dengan mereka??" tunjuk Panji.
"mereka senang dengan tantangan mu"
"mereka akan makin senang kalau aku mati, sehingga salah satu dari mereka akan jadi raja beruang yang baru"
"aku jamin mereka tak akan mengganggu dan akan jadi penonton"
"baik, bersiap lah"kata Panji dan mengambil ancang ancang untuk mulai menyerang.
"hiaaattttt"
Panji dan raja beruang sama sama berlari maju ke depan.
"bammmm"
langsung terjadi benturan antara tangan Panji dan tangan beruang, keduanya cukup berimbang dan sama sama terdorong ke belakang. tapi dengan peringan tubuh yang baik kedua nya berdiri mantap di tanah.
"jari petir"
"tarian naga"
Panji langsung mengkombinasi dua jurus dari elemen api dan elemen petir, dan luar biasa di kedua tangan nya terlihat segumpal elemen api dan elemen petir.
melihat itu Panji semakin bersemangat.
"groaaarrr"
raja beruang mengamuk tanda serangan berikut nya dan menyambut serangan Panji.
keduanya kembali bertemu dengan serangan pukulan dan juga tapak. sama sama lihai dan sama sama berhati hati.
"matilah" cakar beruang menyambar di ulu perut Panji tapi Panji dengan cepat menarik perut nya dan mundur kebelakang, tapi langsung maju setelah berhasil menghindari serangan raja beruang.
jari petir hampir mengenai dada raja beruang tapi dengan berputar raja beruang itu mampu menghindar tapi saat jurus tarian naga menyerang raja beruang tak mampu lagi berkelit dan dalam posisi tak menguntungkan terpaksa memapak serangan Panji.
"blaaaarrrrr"
pertemuan dua pukulan itu cukup keras.
__ADS_1
"akhhhh...!!!"
raja beruang terjungkal ke belakang, sementara Panji hanya mundur dua langkah ke belakang. darah merah mulai mengucur dari mulut raja beruang.
"kenapa??"
"apa kau sudah menyerah???" tanya Panji.
"kau.. kau ...!!"
"bagaimana bisa??" raja beruang kaget melihat kemampuan Panji yang naik begitu pesat.
"tubuh baja beruang"
raja beruang mengeluarkan ilmu simpanan nya.
"silahkan serang dari mana kau mau"
"tubuhku tubuh istimewa" kata raja beruang dengan angkuh nya.
"istimewa??"
"baik akan ku coba se istimewa apa pertahanan mu"
"pukulan tanah berundak"
tanah di sekitar Panji naik dan berubah bagaikan tombak.
""wuuuussss"
"blaaaarrrrr" saat pukulan itu menyentuh tubuh raja beruang, raja beruang langsung terlempar jauh. mati kah??"
"hahahaha"
"semua percuma anak manusia"
"hiattt...!!!"
raja beruang melesat cepat dan menyerang Panji dengan cakar nya yang tajam, tapi dengan mudah Panji mampu menghindari bahkan memberikan pukulan di dada beruang itu. tapi lagi lagi Panji terkejut, sedikit pun beruang itu tak mengalami luka.
"baik, seperti nya tak ada cara lain"
Panji mengeluarkan pedang langit dari tubuhnya, cahaya keemasan langsung keluar dari pedang langit dengan pamor yang begitu kuat. melihat Panji mengeluarkan pedang langit mau tak mau raja beruang mundur ke belakang.
"kenapa??"
"apa kau takut??" tanya Panji
"diammm..!!!"
"tak sedikit pun ada kamus takut dalam hidup ku" jawab raja beruang penuh amarah.
"tranggg"
"trangggg"
pedang dan cakar beruang bertemu di udara, dan itu cukup mengagetkan karena cakar raja beruang mampu menahan pedang langit.
"hahahahaha"
"ternyata kau sama saja dari awal kita bertemu" kata raja beruang jumawa.
"tidak, aku sudah berbeda"
Panji mengalirkan elemen petir ke pedang langit dan itu semakin menambah pamor pedang langit semakin menakutkan.
"asal kau tahu, dari tadi aku hanya mencoba semua kemampuan baru ku"
"dan sekarang aku baru mulai serius" kata Panji
__ADS_1
"hiatttt"
dengan pedang di tangan Panji maju menyerang dengan kekuatan penuh dari elemen petir.
"tranggg"
untuk sesaat cakar raja beruang mampu menahan pedang Panji.
"tranggg"
"krakkkk"
tapi pada benturan yang berikut cakar beruang tak mampu lagi bertahan dan langsung patah terpotong pedang langit.
"apaaa???"
raja beruang kaget bukan kepalang, cakar kebanggaan nya koyak oleh pedang Panji.
belum selesai sampai di situ, Panji kembali mengayunkan pedangnya , raja beruang dengan susah payah menghindar tapi sekuat apa pun dia menghindar sabetan pedang Panji tetap menyerempet bahu kanan nya.
"breetttt"
"uukkhhhhh" raja beruang melenguh kesakitan.
"dimana tubuh istimewa yang kau banggakan itu??" kata Panji meledek.
"sekarang terima lah kematian mu" Panji pun maju dan menyabetkan pedang langit ke leher raja beruang. raja beruang diam tak bergerak, untuk sesaat Panji melihat sedikit senyuman di bibir raja beruang.
"crassss"
pedang langit tanpa tertahan langsung menebas leher raja beruang itu dan menggelinding jatuh ke tanah. Panji sedikit terkesima melihat senyum kematian di bibir raja beruang.
Panji memandang ke sekeliling dan tetap waspada kalau kalau beruang lain akan menyerang nya, tapi saat melihat semua beruang tertunduk lemas Panji merasa prihatin.
"ada apa dengan kalian??" tanya Panji.
"kau telah mengembalikan salah satu jiwa yang terkurung ke asalnya anak manusia"
"kami menunggu waktu mu untuk mengembalikan jiwa kami" kata salah seorang beruang.
"aku tak mengerti maksud kalian??"
"kami adalah jiwa yang tersesat, kami hanya ingin kembali ke asal kami"
"itulah mengapa kami gemar berperang"
"kami ingin mati di tangan ksatria seperti mu" jawab beruang lain.
"maaf aku tak mungkin membunuh kalian"
"maaf juga karena aku tak mengetahui bagaimana perasaan kalian"
"tidak apa apa anak manusia"
"kami percaya akan ada ksatria lain yang akan membebaskan kami"
"baik, cukup sudah pembicaraan kita"
"aku permisi, dan sampai jumpa"
"hupppp"
Panji langsung melayang di udara dan terbang menuju benua daratan.
"raja kematian, tunggu aku"
********************
like n komen ya sahabat.
__ADS_1