Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 72 pindah markas


__ADS_3

Setelah semua anak buah tengkorak hitam pergi Panji langsung mengobati prajurit prajurit yang terluka. tidak ada senyum di wajah prajurit sekalipun memenangkan pertempuran itu.


setelah mengobati prajurit Panji bergegas menuju tempat persembunyian raja mahameru.


bagaimana keadaan pangeran yang mulia??


dia terluka cukup parah"


dan saat ini sedang pingsan"


aku akan mengobatinya" kata Panji dan meramu obat untuk pangeran Candra.


Panji bergegas Merabu obat itu dan langsung meminumkan ke mulut pangeran Candra, dengan di bantu tenaga dalam nya perlahan lahan kondisi pangeran Candra membaik.


sebaiknya markas ini kita pindahkan"


aku takut serangan susulan akan datang" kata Panji


aku setuju usul mu"


tapi kemana?? tanya Mahapatih Jampar.


kita akan pindah ke perbatasan benua biru" kata Panji


dengan jarak yang cukup jauh aku yakin mereka akan berpikir lebih lama untuk menyerang kita"


bagaimana??


baiklah"


besok kita akan ke sana" kata Mahapatih.


tidak"


harus sekarang"


kenapa??


aku tak ingin mereka menyerang saat kita belum pulih"


dan malam ini saat yang tepat kita pindah"


aku yakin saat mereka menerima kabar kematian panglima mereka akan langsung menyusun serangan balasan" kata Panji.


baik"


aku setuju usul Panji"


kita pindah malam ini" kata raja Mahameru.


prajurit"


siapkan tandu"


kita akan membawa pangeran Candra ke perbatasan" kata Mahapatih Jampar.


dan sebagian lagi kuburkan mayat prajurit yang gugur"


baik panglima"


dalam waktu singkat semua prajurit semua prajurit tersisa langsung bergerak mengerjakan perintah Mahapatih Jampar.


 


\\\


 


di istana ganda lima.


keparat"


siapa yang berani membunuh panglima ku" kata raja kematian Habiyang saat menerima bungkusan kepala berisi kepala panglima Darius.


kalian semua bodoh"


baaaammmm


pukulan hitam pekat langsung menghantam sisa anggota tengkorak hitam.


akkkhhhh


sisa anggota tengkorak hitam itu hanya menggelepar sebentar sebelum tewas dengan tubuh mengering tanpa darah.


panglima Gariga"


siapkan prajurit benua kegelapan"


bawa seribu orang"


bunuh semua pemberontak itu"


dan bawa kepala orang yang membunuh panglima Darius" suara raja kematian Habiyang begitu keras dan di penuhi dengan amarah.


baik yang mulia" jawab panglima Gariga.


apa lagi yang kau tunggu??


SEKARAAANGGGG" kata raja kematian makin memperkeras suaranya.


panglima Gariga langsung berjalan tergopoh gopoh karena ketakutan.

__ADS_1


di halaman istana.


komandan Pardium"


komandan Basira"


kumpulkan seribu anak buah mu"


kita akan perang" kata panglima Gariga


baik panglima" keduanya menjawab berbarengan.


yang mulia"


seribu prajurit kegelapan telah siap tinggal menunggu titah yang mulia" kata panglima Gariga.


bagus"


siapkan semua persenjataan kalian"


saat fajar kalian serang pemberontak keparat itu"


baik yang mulia" jawab panglima Gariga.


aku harus hati hati"


pasti orang yang membunuh panglima Darius orang yang sangat sakti"


hanya panglima Gantika yang mampu menghadapi panglima Darius"


itu artinya orang yang membunuh panglima Darius setingkat dengan panglima Gantika"


apa aku mampu menghadapinya" gumam panglima Gariga mulai ragu.


yang mulia"


apa aku boleh berpendapat?? kata panglima Gariga.


apa lagi??


maaf yang mulia"


kalau boleh apa hamba boleh mengajak panglima Saptika??


kenapa??


apa kau ragu untuk menghadapi orang yang membunuh panglima Darius?? tatapan raja kematian Habiyang begitu mematikan ke arah panglima Gariga.


hamba bukan nya takut yang mulia"


tapi hamba sadar"


dan yang mulia lihat panglima Darius kalah oleh orang itu"


mungkin kalau bersama panglima Saptika kami bisa membunuh orang itu yang mulia" kata panglima Gariga.


baik"


demi kepala orang itu"


cepat kau suruh orang menjemput panglima Saptika"


saat dia sampai kalian serang pemberontak itu" kata raja kematian Habiyang


baik yang mulia" jawab panglima Gariga mulai tenang.


prajurit"


jemput panglima Saptika"


katakan ini perintah yang mulia"


baik panglima" jawab prajurit itu


*******************


saat matahari telah mengintip dari langit semua orang dari markas perebut kerajaan telah dekat dengan perbatasan benua biru.


kita akan membangun markas di sini" kata Panji


tapi kita masih jauh dari benua biru" kata Mahapatih Jampar.


kita tak mungkin terlalu dekat dengan benua biru"


nanti kita di kira pemberontak" kata Panji.


iya aku paham" kata Mahapatih itu.


cepat bangun pondok untuk yang mulia dan pangeran"


secepatnya"


baik Mahapatih"


dan hari itu semua prajurit pindah ke perbatasan benua biru.


Panji yang ikut membantu kecapean dan bersandar di sebuah pohon.


bagaimana ya keadaan Dinda diyah Pitaloka??


apa keadaan nya baik baik saja??

__ADS_1


eh ko aku jadi kepikiran pada dia??


saat ini tak ada keinginan ku untuk itu"


aku harus memberi kedamaian barulah aku berpikir untuk itu"


dan ya"


jubah harimau ini sangat membantu ku"


dan juga cincin harimau ini" kata Panji mengelus cincin nya.


bagaimana juga ya keadaan Laras??


akh lagi lagi aku terpikir pada gadis itu??


bagaimana nantinya??


aku berani sekali memberikan dia harapan" gumam Panji


dan tanpa sadar Panji tertidur pulas.


 


\*


 


sementara itu Gantika yang mendapat tugas untuk menemui panglima Sepanu harus menyamar untuk bisa menemui panglima kerajaan merak itu.


panglima"


ada seseorang yang bertemu" kata prajurit


suruh masuk"


ada apa lagi sih??


apa dia tak tahu aku lagi sibuk?? repet panglima Demar


apa yang kau sibukkan panglima?? tanya panglima Gantika begitu masuk ke ruangan panglima Demar


panglima??


maaf aku tak tahu panglima datang menemui ku"


ada apa sampai panglima datang??


hehehe


ternyata hidupmu sudah enak ya Demar"


pantas lah kau mulai lupa pada asal mu" kata panglima Gantika


tidak panglima"


aku tak berani" kata panglima Demar sedikit ketakutan.


hehehe


yang mulia memberi perintah kepadamu"


apa itu panglima??


gantika pun menceritakan segala hal yang jadi perintah kepada panglima Demar


baik"


akan aku laksanakan"


aku akan mencari cara untuk bisa bertemu dengan raja kerajaan Bintang kejora" kata panglima Demar


aku akan ke benua kuning untuk memberitahu kedatangan mu pada panglima Sepanu"


agar dia mengatur pertemuanku dengan raja itu" kata Gantika dan berlalu dari ruangan panglima Demar.


raja ya"


sepertinya bagus" gumam panglima Demar senyum sendiri.


sementara di halaman istana telah bersiap puluhan ribu prajurit kerajaan merak untuk menyerang kerajaan Bintang kejora. penyerangan itu di pimpin langsung oleh Mahapatih Segiri. Patih panglima dan Senopati kerajaan juga telah bersiap untuk menyerang kerajaan Bintang kejora.


dan dari kejauhan raja Bahar datang dan mendekati para prajuritnya.


prajurit ku"


besok kalian akan perang dengan kerajaan yang telah berani mengusik kita"


aku berharap kalian kembali dengan selamat dan membawa kemenangan"


hidup kerajaan merak" kata raja Bahar memberi semangat.


hidup yang mulia"


hidup kerajaan merak" kata Mahapatih yang di sambut puluhan ribu prajurit kerajaan itu.


perang besar telah dekat. itu lah yang di inginkan benua kegelapan. kehancuran di semua benua.


****************


like vote n komen ya

__ADS_1


__ADS_2