
Rombongan bangsawan memasuki kapal dan berjalan begitu angkuh, rombongan itu merasa mereka pemilik kapal.
"mari tuan muda, saya akan mengantar ke kamar tuan muda" salah satu pelayan di kapal menawarkan jasa kepada rombongan bangsawan itu.
Dalam keangkuhan nya rombongan bangsawan itu menerima jasa, pelayan kapal itu dengan senang hati mengantar rombongan bangsawan itu ke dalam kamar nya.
"selamat menikmati perjalanan tuan muda"
"sudah sana pergi" kata pengawal dan sedikit mendorong pelayan kapal.
dengan sedikit kesal pelayan itu pergi dengan pikiran gondok.
"hey kemari..!!" panggil Panji kepada pelayan yang di usir.
"ada apa tuan??"
"apa tuan membutuhkan sesuatu??" tanya pelayan kapal.
"saat ini belum, tapi aku ingin bertanya, siapa rombongan bangsawan itu??" tanya Panji
"mereka rombongan bangsawan dari benua merah tuan, mereka mengawal tuan muda Gumilang untuk ikut memperebutkan putri Delima di pulau pelangi" jawab pelayan kapal.
"bangsawan dari benua merah??"
"kenapa aku tak mengetahui kalau ada kompetisi memperebutkan putri di pulau pelangi??" gumam Panji
Panji bukan nya tak mengetahui nya, tapi undangan dari pulau pelangi baru sampai di benua kuning saat Panji dalam perjalanan. Panji yang memasuki lembah iblis sehingga tak tahu kabar itu sudah menyebar ke seluruh benua. sehingga pulau pelangi di pastikan akan menjadi pulau yang akan sangat ramai.
Kapal mulai menaikkan layar dan berangkat mengarungi lautan menuju pulau pelangi.
"kuda siapa ini??"
"sangat bagus, aku menginginkan nya" kata tuan muda Gumilang kepada penjaga nya.
"tapi tuan muda, itu bukan kuda kita, dan kami tak tahu siapa pemilik nya" kata penjaga Gumilang.
"aku tak mau tahu, kalian cari pemilik kuda itu dan beli kuda nya"
"bayar sebanyak yang dia inginkan" kata tuan muda Gumilang sombong.
"baik tuan muda"
para penjaga Gumilang mulai mencari informasi tentang siapa pemilik kuda dalam kapal.
"oh, itu kuda milik tuan muda yang menyewa kamar itu" tunjuk pelayan kapal.
__ADS_1
Para penjaga menuju kamar Panji, dan mengetuk tapi Panji tak ada di dalam. saat ini Panji sedang menikmati makan malam nya.
"apa kau pemilik kuda yang ada di luar??" tanya penjaga tanpa rasa hormat kepada Panji yang sedang menikmati makan malam nya.
"iya, kenapa??"
"apa kuda ku menganggu kalian??" Panji balik bertanya.
"tidak, tapi tuan muda kami ingin membeli kuda mu, berapa harga nya??"
"membeli kuda??"
"huhhh...!!"
"kuda ku tak di jual, dia sahabatku" tolak Panji
"kau akan menyesalinya" ancam penjaga.
Panji diam dan acuh meneruskan makan nya.
Para penjaga Gumilang meninggalkan Panji dan melapor kepada tuan muda mereka.
"bawa aku pada nya" kata Gumilang.
"mari tuan muda"
"apa benar kau pemilik kuda di luar??" tanya Gumilang mengulang pertanyaan penjaga nya.
"kalau memang iya, aku akan membeli nya"
"berapa pun harga nya akan ku bayar" Gumilang berkata sombong tak sadar jika di hadapan nya seorang raja yang membebaskan benua nya.
"kuda ku tak di jual" kata Panji dingin.
"kau terlalu sombong anak muda, apa kau tak mengenal ku??" kata Gumilang cukup keras.
"iya aku mengenal mu, kau anak bangsawan yang sombong"
"puihh..!!!!"
Putra bangsawan itu meludahi makanan Panji.
"huhhh, aku bisa membunuh mu di sini, tapi aku tak mau mengotori tangan ku dengan darah mu"
"pergilah, sebelum aku berubah pikiran" kata Panji menahan amarah nya.
__ADS_1
"sombong, kau tak akan mendapatkan kuda mu lagi" kata Gumilang.
"coba saja, kalian akan menyesalinya"
Panji berjalan dan meninggalkan Gumilang dan penjaga nya.
"berhenti..!!!"
"aku bilang, berhenti..!!!" teriak Gumilang
tapi teriakan itu sedikit pun tak di gubris oleh Panji, malah dengan tenang dia memasuki kamar nya dan menikmati istirahat nya.
"kurang ajar, berani sekali dia mengacuhkan aku" kata Gumilang dan menghentakkan kaki nya di lantai kapal.
"pastikan dia kehilangan kuda nya" perintah Gumilang kepada penjaga nya.
"baik tuan muda"
Kapal terus berlayar dan saat pagi mulai menyapa sebuah pulau indah terlihat dari kejauhan. itulah pulau pelangi.
"kita sampai..!!!" teriak nakhoda kapal.
Panji yang masih tidur terlambat menyadari kalau kapal telah menepi. raja benua kuning itu terlambat bangun.
Panji keluar dan mencari kuda nya. tapi dia tak menemukan kuda nya dan sedikit pun tak menemukan jejak kuda nya.
"hey, kuda ku dimana??" gumam Panji.
"mereka membuat masalah dengan ku"
"mereka berpikir itu kuda biasa, baik aku akan membiarkan kalian mengurus si kilat, sementara aku akan meneruskan perjalanan ku" gumam Panji.
"tapi tanpa si kilat aku akan kesepian"
"sebaiknya aku mencari nya"
Panji melompat dan terbang dan masuk ke pulau pelangi. hal pertama yang Panji rasakan kehangatan dari matahari.
"Kilatttt...!!!!" teriak Panji
Panji menunggu tapi kuda nya tak kunjung datang.
Panji berlari dan mengikuti langkah langkah kaki yang sudah mulai mengering.
"seperti nya mereka telah lama pergi"
__ADS_1
"baik, aku mengetahui tujuan kalian"
"aku ikuti permainan kalian, dan aku pastikan kalian akan menyesal"