
yang mulia" aku akan berjalan keluar
aku mau mencari ketenangan" kata Panji dan meninggalkan markas baru. Panji berniat ke gua keramat tempat eyang pariga berada.
baiklah"
hati hati"
dan kembali secepatnya" kata raja mahameru
huppp
dalam kedipan mata bayangan Panji telah menghilang dari pandangan prajurit.
eyang"
eyang"
Panji masuk dan langsung memanggil eyang pariga yang bersemedi dalam ruangan rahasia.
mendengar kedatangan Panji eyang pariga menghentikan semedinya dan menemui Panji
kau semakin kuat Panji"
apa kau sudah menemukan mustika biru?? tanya eyang Pariga
sudah eyang dan aku juga sudah menguasai elemen yang terkandung di mustika biru"
apaaa??
kau sudah menguasai elemen angin?? eyang pariga kaget mendengar pengakuan Panji
monster" gumam eyang pariga dalam hati
aku kemari untuk menanyakan posisi mustika yang lain eyang"
"aku tak ingin berlama lama"
"aku ingin secepatnya memusnahkan benua kegelapan"
"kehancuran sudah mulai terlihat eyang"
"apa eyang sudah mendengar kalau kerajaan merak di benua merah telah jatuh dan aku yakin itu semua rencana benua kegelapan" kata Panji
ternyata mereka telah merubah cara pola pikir berperang mereka"
ternyata mereka mulai menggunakan siasat perang yang cukup licik" kata eyang Pariga.
pergilah ke benua merah"
di sana mustika yang ada"
tapi aku tak tahu mustika apa"
aku harap mustika api" kata Panji
kenapa?? tanya eyang pariga
aku ingin memperkuat elemen api ku eyang" kata Panji.
semoga saja mustika api"
tapi harus kau tahu keberadaan mustika itu ada di dalam istana"
tapi aku tak yakin apa mustika itu masih berada dalam istana" kata eyang pariga
di istana??
__ADS_1
apa penyebabnya mustika itu ada dalam istana eyang??
dulu benua merah merupakan lautan es"
tapi setelah mustika merah di tanam di benua merah benua itu berubah menjadi benua yang subur" jelas eyang pariga
apa kalau mustika itu di ambil benua merah akan kembali menjadi lautan es eyang?? tanya Panji
kalau itu eyang tak tahu"
semoga saja setelah mustika merah kau ambil benua itu tak kembali menjadi lautan es" kata eyang pariga
baiklah eyang"
kalau begitu aku akan bergerak secepatnya sebelum semuanya terlambat"
Panji pun keluar dari gua itu dan kembali melanjutkan perjalanan nya mencari mustika yang tersisa.
kemana mereka?? gumam panglima Saptika begitu sampai di markas perebut kerajaan
sepertinya mereka telah pergi dari sini setelah penyerangan " kata panglima Gariga
jadi bagaimana selanjutnya??
apa kita teruskan pencarian yang hanya menghabiskan tenaga sia sia atau kita kembali" tanya panglima Saptika
kita pulang dan tanyakan kepada yang mulia"
prajurit kita kembali" kata panglima Gariga
Panji bukan kembali ke markas yang baru tapi malah berlainan arah, Panji berlari dan menuju benua biru. Panji berniat bertemu dengan diyah Pitaloka.
Panji sampai di depan restoran rasa langit tapi bukan nya masuk ke restoran Panji malah melesat ke belakang restoran dan di sana rumah tinggal diyah pitaloka.
hanya dengan loncatan kecil Panji mampu melewati tembok pembatas dan berhasil masuk ke dalam rumah diyah Pitaloka.
Panji masuk ke dalam rumah seperti pencuri dan dengan mengendap endap Panji sampai di kamar Pitaloka.
tok tok tok
siapa?? tanya suara dalam kamar
Panji tak menjawab tapi malah memperkuat ketukannya.
cihh siapa sih??
dengan malas Pitaloka membuka pintu kamarnya.
kakanggg"
Pitaloka tanpa rasa malu langsung memeluk Panji dan memberi satu ciuman di pipi Panji
ayo ikut aku" kata Panji menarik Pitaloka
kemana kakang?? Pitaloka menahan Panji
aku permisi dulu pada ibunda ya" kata Pitaloka.
__ADS_1
aku tak ingin permaisuri tahu kedatangan ku" kata Panji
tapi aku tak ingin ibunda khawatir kakang"
aku memang cinta kepada kakang"
tapi aku tak bisa membuat ibunda khawatir" kata Pitaloka
Panji berpikir sejenak.
baiklah"
aku akan menunggu" kata Panji dan keluar menunggu di luar rumah
Pitaloka pun permisi kepada ibundanya dan tak berapa lama permaisuri iyeng Anggi datang dan menemui Panji.
ibu harap kalian cepat kembali"
ada yang mau ibunda tanyakan pada Panji" kata permaisuri iyeng Anggi
ayo" kata Panji dan memeluk Pitaloka
kenapa harus peluk aku kakang" kata Pitaloka
tapi belum hilang suaranya Panji telah membawanya terbang dan melayang di udara.
Pitaloka kaget akan perlakuan Panji dan memeluk Panji dengan sangat erat.
perlahan lahan Pitaloka membuka matanya dan memandang wajah panji. melihat Panji Pitaloka merasakan kedamaian dalam hatinya dan dengan sadar Pitaloka membenamkan wajahnya di dada Panji.
indah nya" kata Pitaloka begitu mereka sampai di sebuah danau kecil, perahu kecil menghiasi danau itu belum lagi bunga bunga liar bermekaran menambah keindahan danau itu
kedua berjalan berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih yang di mabuk cinta. Bayu mengajak Pitaloka menaiki perahu kecil itu dan mendayung nya perlahan lahan. kebahagian terpancar jelas di wajah Pitaloka.
terima kasih kakang" kata Pitaloka, pemuda yang selalu menghiasi angan angan dan mimpinya datang menemuinya dan membawanya kesebuah tempat yang begitu indah.
Panji hanya tersenyum melihat Pitaloka. Panji menghentikan perahunya di tengah danau dan membelai lembut rambut Pitaloka. kedua nya saling berpandangan dan tanpa sadar kedua nya mendekat dan berciuman bibir di tengah danau.
ehhh
Pitaloka menjauh dan malu melihat Panji
kenapa wajahnya merah gitu tuan tuan putri" kata Panji menggoda.
bodo"kata pitaloka dan memukuli dada Panji.
Panji memegang tangan Pitaloka dan kembali mendekati gadis itu dan kembali dan kali ini dengan kesadaran kedua kembali berciuman. saat rongga dada mereka butuh udara barulah ciuman panjang itu berakhir.
Pitaloka pun bersandar di dada Panji.
Dinda"
aku akan membawa kalian ke tempat yang lebih aman"
aku merasa benua biru bukan tempat yang aman lagi" kata Panji tiba tiba.
kemana pun asal bersama kakang aku pasti mau kakang" kata Pitaloka.
terima kasih" kata Panji dan kembali melabuhkan ciuman di kening Pitaloka.
hupppp
Panji kembali terbang dan membawa Pitaloka ke angkasa dan membawa pulang.
********************
like vote b komen ya
__ADS_1