Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 99 kekacauan dalam istana


__ADS_3

Panji mengamati keadaan dan situasi kerajaan Bintang kejora dari kejauhan dan mencari celah untuk bisa memasuki wilayah kerajaan itu.


"sepertinya sulit untuk masuk ke kerajaan ini tanpa kekerasan"


"pasti para penjaga melihat ku"


"penjagaan di kerajaan ini sangat ketat" gumam Panji.


Panji menemui Ki Jabat dan berbincang meminta pendapat.


"paman bersedia kan membantu ku masuk kerajaan??"


"pasti, katakan apa yang bisa kami bantu??"


"aku ingin paman dan anak buah paman melakukan serangan pengalihan agar aku bisa masuk kerajaan"


"aku bisa saja masuk secara paksa, tapi aku yakin korban jiwa akan banyak jatuh karena serangan ku"


"pengalihan ya??"


"kami akan melakukan nya, asal kau menjamin bisa mengalahkan Mahapatih itu??"


"karena Mahapatih itu lah musuh sebenarnya" kata Ki Jabat


"aku tak bisa menjamin, tapi aku akan berusaha"


"aku belum pernah bertarung dengan nya"


"tapi dari kekuatan panglima kegelapan yang telah aku kalahkan aku bisa menilai sekuat apa Mahapatih itu" jawab Panji


"baik, aku pastikan kami akan membantu mu"


"kalau ada yang bisa membunuh Mahapatih, itu sudah cukup bagi kami"


"sisa nya serahkan kepada kami"


"rakyat benua kuning"


"rakyat benua kuning??"


"apa seluruh rakyat benar benar menolak raja itu??"


"ya, semua rakyat telah bersiap menurunkan raja itu" jawab Ki Jabat


"kalau kerajaan itu tanpa pemimpin bagaimana keadaan negeri ini paman??"


"kami akan mencari raja yang baru"


"yang lebih bijaksana" jawab Ki Jabat


"kalau urusan negara aku tak bisa mencampuri paman"


"tapi aku akan membantu memulihkan negara ini kalau memang keadaan nya gawat"


"dengan membunuh Mahapatih itu saja sudah menjadi bantuan besar Panji"


"kami berharap banyak kepadamu"


**************


saat Panji menyusun rencana dengan Ki Jabat, Gantika datang menemui panglima Sepanu dan berniat tinggal beberapa hari di kerajaan.


"Sepanu, aku merasa kau membutuhkan bantuan kali ini"


"aku juga ingin meminta bantuan kepadamu untuk bersama sama membunuh pemuda pemilik pedang langit" kata Gantika


"aku pasti membantu panglima"

__ADS_1


"asal kau tahu Sepanu panglima Darius dan panglima Saptika telah tewas di tangan pemuda itu"


"apa??"


"sekuat itu kah dia??"


"jangan jangan dia yang jadi buah bibir"


"pengacau dari benua hitam" kata panglima Sepanu.


"sebaiknya kita menunggu di sini"


"cepat atau lambat dia akan kesini untuk membunuhmu"


"sepertinya dia ingin memusnahkan panglima benua kegelapan satu per satu sebelum menyerang yang mulia" kata Gantika


"menyerang yang mulia??"


"ya, tapi sepertinya dia hanya mengantar nyawa menemui yang mulia"


"yang mulia telah mendapatkan kembali kekuatan dewa sesat" terang Gantika


"apaaa???"


"berarti kita juga dalam bahaya??"


"iya, kalau dewa sesat mengendalikan yang mulia, kita pun akan jadi sasaran nya kalau berbuat macam macam"


"kau pasti mengingat nya bukan??"


"aku tak pernah melupakan nya bagaimana yang mulia membantai lebih dari seribu orang rakyat nya karena tak mengikuti perintah nya" kata panglima Sepanu.


"yang pastinya perintah yang mulia melenyapkan pemuda yang memegang pedang langit"


"bantu aku"


"iya panglima aku akan membantu mu"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sesosok bayangan berpakaian biru terbang ringan dan memasuki kota wilayah kerajaan bintang kejora. wajah nya penuh dendam dan nafsu membunuhnya begitu besar.


"aku tak akan menunda waktu, nanti malam aku akan menyerang mu"


"kau harus mati di tangan ku"


orang itu berparas menyeramkan, seorang lelaki yang memiliki tanda hitam di lengan kanan nya, tanda dari benua kegelapan. orang itu mendekat dan mencari celah di setiap sudut kerajaan. saat dia sedang memperhatikan suasana suara keributan yang riuh terdengar dari dalam istana.


"seranggggg"


dari arah belakang ratusan orang menerobos istana dan membunuh satu persatu prajurit kerajaan. perang besar terjadi di kerajaan itu, prajurit yang tak menyangka serangan tiba tiba itu tak mampu bertahan lama dan binasa dalam waktu yang tak lama, tapi saat kemenangan hampir di tangan para pemberontak, ribuan prajurit tiba tiba datang dari berbagai arah.


"berlindung dan selamatkan diri" teriak Ki Jabat"


belum hilang teriakan nya kembali ribuan orang dengan senjata seadanya memasuki istana. dan perang besar antara prajurit kerajaan dan rakyat biasa terjadi, dan bisa di pastikan prajurit kerajaan yang terlatih mampu memukul mundur rakyat biasa itu.


"sepertinya tak ada jalan lain"


"aku harus maju"


seorang pemuda masuk ke peperangan dan membantai prajurit kerajaan. sebuah golok yang belum di cabut dari sarung nya menebar maut dan mengambil nyawa prajurit satu per satu.


"kepung dia, dia hanya sendiri" Senopati kerajaan memberi perintah


"ratusan orang langsung mengurung Panji dan mencoba meringkusnya, tapi Panji dengan mudah berkelit dari ratusan orang yang berkemampuan rendah itu.


"akhhhhh"

__ADS_1


jeritan kematian terdengar saat Panji mulai membantai prajurit kerajaan. melihat kesaktian Panji para prajurit ketakutan dan mundur ke belakang.


"panggil Mahapatih kalian"


"aku akan membunuhnya"


Panji berbicara berteriak yang di kerahkan tenaga dalam tinggi.


"hahahaha, kau sangat berani memasuki sarang harimau bocah"


sebuah suara tanpa wujud terdengar.


"keluarlah dan hadapi aku" kata Panji.


dua orang bersalto berbarengan dan berdiri tepat di depan Panji.


"lama tak jumpa anak muda" kata Gantika


melihat kehadiran Gantika mau tak mau Panji surut dua langkah ke belakang.


"kenapa kau mundur??"


"apa kau takut??" ejek panglima Sepanu


"sepertinya situasi tak menguntungkan"


"aku tak memperhitungkan kalau panglima Gantika akan berada di sini" gumam Panji


"kenapa??"


"bukan kah kau menantang ku tadi??"


"ayo serang aku"


"atau aku yang terlebih dahulu menyerang mu??"


hiaaattttt"


Sepanu dan Gantika menyerang Panji berbarengan, kedua nya bekerja sama untuk menjatuhkan Panji, menghadapi dua panglima kegelapan mau tak mau Panji hanya bisa bertahan dan sesekali menyerang balik. tapi itu tak banyak membuahkan hasil.


"heheheh, sepertinya kematian mu sudah dekat bocah"kata Gantika dan kembali menyerang Panji, dan Sepanu juga ikut membantu. Gantika menyerang terus menerus dan Sepanu mengambil kesempatan untuk memberikan pukulan yang telak dan saat itu pun tiba.


"bukkkk"


pukulan panglima Sepanu menghantam telak dada Panji dan pukulan itu langsung membuat Panji terlempar jauh.


"hahahaha" keduanya tertawa sama sama.


"pengecut, apa kalian tak bisa bermain secara ksatria??"


"untuk apa kami harus ksatria kalau kalah??"


"kami harus memastikan kematian mu hari ini"


kedua nya kembali bekerja sama untuk menjatuhkan Panji. seperti serangan awal, gantika akan menyerang untuk mengalihkan perhatian Panji dan saat itu lah Sepanu akan menyerang secara tiba tiba, pada serangan pertama Panji masih mampu menghindar, tapi pada serangan berikutnya Panji benar benar telah terdesak,


"matilah kau bocah"


saat tangan dan pukulan panglima Sepanu hampir mengenai Panji sesosok bayangan menghentikan pukulan nya.


"bammmmm"


panglima Sepanu langsung terdorong ke belakang dan menahan sakit karena benturan itu, mau tak mau panglima Sepanu dan panglima Gantika menoleh ke arah orang yang menolong Panji.


"kauuuuu....!!!!"


***********************

__ADS_1


__ADS_2