Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 168 pujaan hati


__ADS_3

Kalau di tanya di hati Panji, rasa nya Panji ingin yang langsung ke benua putih, tapi karena keberadaan dimensi siluman hanya Panji yang mengetahui dengan berat hati Panji menyuruh Mahapatih Demar.


Mahapatih Demar juga tak tahu mengapa dia yang di utus dan mengapa tak Panji yang langsung menjemput pujaan hatinya.


Panji menyuruh Mahapatih Demar karena memikirkan keselamatan diyah Pitaloka, jika saja Laras mengetahui hubungan kedua nya, Panji takut Laras akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Diyah Pitaloka, sementara Panji sangat mencintai gadis keraton itu, sementara terhadap maung Laras Panji terpaksa karena sudah bertunangan secara tak langsung.


Panji yang sampai di dimensi siluman harimau langsung di sambut penjaga gerbang dimensi.


"kau kembali juga kemari, apa kau akan langsung menemui tuan putri??" tanya penjaga gerbang.


Panji tak mengetahui jika kabar tentang pertunangan nya dengan maung Laras sudah menyebar di seluruh wilayah kekuasaan maung Sabda, bahkan beberapa orang ada yang tak suka dengan pertunangan itu.


Itu di sebabkan Panji bangsa manusia, menurut mereka bangsa manusia itu bangsa yang lemah.


"aku hanya ingin menemui raja siluman" jawab Panji dan melangkah meninggalkan para penjaga gerbang.


Panji berjalan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, dia berjalan tapi seperti berlari, langkahnya sangat cepat bagaikan angin.


Tak berapa jauh dari gerbang Panji melihat istana megah, itulah istana kerajaan siluman harimau. prajurit penjaga kerajaan melihat Panji dan langsung bersujud, mereka tahu identitas Panji di mata putri raja mereka.


"bawa aku menemui raja" pinta Panji.


"yang mulia sedang istirahat di kamar nya"


"bawa saja, ada yang ingin aku bicarakan" kata Panji sedikit memaksa.


Prajurit tak tahu harus berbuat apa, jika melawan Panji mereka takut pada maung Laras, sementara jika membawa Panji mereka akan melanggar aturan dari raja mereka.


"tak perlu takut, aku yang akan menjawab jika rajaku marah"


"baiklah, mari..."


Panji dan prajurit berjalan menuju kamar raja siluman harimau, maung Sabda.


"yang mulia, ada tamu untuk yang mulia" kata prajurit pelan dari luar.


Raja siluman maung Sabda sangat marah jika waktu istirahatnya di ganggu.


"siluman mana yang berani menganggu istirahat ku??" teriak maung Sabda dari kamarnya karena merasa sangat terganggu.


"ini aku Panji paman..."


Panji yang menjawab pertanyaan keras maung Sabda.


"Panji??"


Maung Sabda keluar dan tersenyum karena memang Panji yang ada di pintu kamarnya.


"mari masuk..." ajak maung Sabda menarik tangan Panji.


"aku tak merasakan aura yang keluar dari tubuhmu, apa kau menyembunyikan nya??" tanya maung Sabda.


"iya paman, aku tak mau membuat keributan" jawab Panji jujur.

__ADS_1


"hahahah, kau memang selalu berhasil membuatku tertegun"


"apa kau kemari untuk menjemput Laras??"


"heheheh, kalian telah menipuku paman"


"kalian memaksa aku untuk bertunangan dengan putri mu" kata Panji terkekeh.


"kau mengetahui nya??"


"dari mana kau mengetahui nya??"


"dari kakek maung Angga"


"dan juga dari paman maung Jaya" jawab Panji.


"apa???"


"kau bertemu dengan mereka??"


"tak mungkin..." raut wajah maung Sabda sangat terkejut.


"sudah paman, mereka yang memberitahukan kepada ku tentang cincin ini"


"kakek maung Angga juga sudah memperkuat jubah harimau ku" kata Panji.


"hahahah, kau memang sangat beruntung"


"coba kau keluarkan dulu auramu"


Panji tersenyum tak menjawab, tapi Panji mengiyakan permintaan raja siluman harimau itu. Panji mengeluarkan setengah dari aura dan tenaga dalam nya.


"Hiattt....."


Ruangan kamar maung Sabda langsung bergetar karena pancaran tenaga dalam Panji yang begitu besar.


Wajah maung Sabda sangat kaget saat merasakan kekuatan Panji.


"aku sudah bukan tandingan nya lagi"


"anak muda ini berkembang sangat cepat" gumam maung Sabda, maung Sabda merasakan dada nya bergetar karena pancaran tenaga besar yang di miliki oleh Panji.


"apa itu tenaga dalam mu Panji??" tanya maung Sabda.


"itu setengah tenaga dalam ku paman" jawab Panji jujur.


"tak mungkin??" desis maung Sabda tak percaya.


Jauh dari istana kerajaan, seorang gadis duduk termenung, teringat akan seorang pemuda yang sudah sangat lama tak di jumpai nya, makin hari rasa rindu gadis itu semakin tak tertahan. rasanya dia ingin menemui pemuda itu karena tak mampu menahan kangen.


Para dayang yang menemaninya hanya diam tak berani untuk berkata.


"tuan putri, apa kita akan terus di taman ini??"

__ADS_1


"dari pagi kita sudah di sini tuan putri" seorang dayang memberanikan diri untuk bicara.


"aku masih di sini, aku sangat bahagia di sini"


"disini lah pertama kali aku mendapatkan kenangan yang indah bersama nya"


"tapi tuan putri, hari sudah sore"


"cukup, jangan kalian ganggu aku"


"jika kalian mau pulang, silahkan pulang duluan"


Perkataan itu sudah sangat sering para dayang dengarkan dari tuan putri itu. gadis itu, maung Laras putri kerajaan siluman harimau. gadis tercantik di seluruh dimensi siluman harimau.


Setelah kepergian Panji banyak pemuda dari keluarga bangsawan yang mulai berani melamar maung Laras, itu di karenakan para siluman harimau tak menerima pertunangan Laras dan Panji.


Wajah maung Laras tiba tiba berubah saat merasakan sebuah pancaran energi yang sangat di kenal nya, pancaran energi dari pemuda yang di rindukan nya.


"kakang Panji" seru maung Laras dengan wajah dengan yang sangat sumbringah.


Maung Laras berdiri dan mengerahkan tenaga dalam nya, maung Laras langsung terbang ke istana meninggalkan para dayang dayang yang menemani nya.


"tuan putri tunggu kami..." teriak para dayang.


Tapi suara itu menghilang di telan angin, karena maung Laras sudah hilang dari pandangan para dayang.


Begitu sampai di istana, maung Laras langsung berlari mencari Panji, maung Laras tak menemukan Panji, maung Laras tak berpikir tenang dan berdiri tegak di halaman istana.


Para prajurit tak ada yang berani mendekati, atau pun memberitahukan jika Panji ada di ruangan raja siluman.


Maung Laras mengambil napas sangat dalam. gadis harimau itu mengerahkan seluruh tenaga dalam nya.


"KAKANG PANJIIII....." teriak maung Laras sekeras keras nya, di tambah dengan tenaga dalam nya, teriakan itu menjadi seperti sunan harimau.


"heheheh, seperti nya dia sudah mengetahui kedatangan mu Panji, sebaiknya kau temui dia"


"atau kau akan di hajatnya habis habisan"


"kau harusnya sadar sudah berapa lama kau meninggalkan putri"


Panji menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"baik, aku akan menemuinya"


"seperti nya aku tak memiliki pilihan bukan??" kata Panji dan tersenyum kecut.


Panji berjalan keluar.


Mata Laras langsung berair mata saat melihat Panji ada tak jauh dari pandangan nya.


"kakang..." desis Laras dan berlari ke pelukan Panji.


"kakang, Laras sangat merindukan mu" kata Laras di dada bidang Panji.

__ADS_1


********************************


like n komen ya sahabat.


__ADS_2