Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 85 rencana gubernur


__ADS_3

Gagal??


kenapa bisa?? tanya raja Bahar


penjaga mustika merah itu sangat kuat"


aku bukan tandingannya" kata Panji


penjaga itu mempermainkan aku seperti anak kecil"


dia bahkan tak mengeluarkan separuh kekuatannya untuk menghadapi ku" lanjut Panji


raja Bahar terdiam mendengar penjelasan Panji


jadi bagaimana dan apa langkah mu selanjutnya?? tanya raja Bahar


aku akan ke gunung es atau pun gua lumut" kata Panji


apakah kalian tahu dimana tempat itu berada?? tanya Panji selanjutnya


gunung es??


gua lumut??


aku belum pernah mendengar keberadaan kedua tempat itu"


"apa yang mulia pernah mendengar tempat itu?? kata gubernur Seroja


gua lumut??


seperti nya aku pernah mendengarnya" kata raja Bahar


tapi dimana ya??


raja Bahar bicara sambil berpikir.


gua lumut??


aku tahu...


gua lumut ada di benua hitam"


di rawa bengis gua lumut akan kau temukan"


tapi kau harus hati hati"


karena tempat itu penuh dengan binatang beracun dan juga di jaga siluman gajah" kata raja Bahar.


benua hitam??


benua yang penuh dengan kejahatan itu" kata Panji memastikan


iya"


benua yang penuh kejahatan"


tapi aku merasa saat ini benua itu seperti hilang dari aroma kejahatan"


"apa benua itu sedang menyusun kekuatan?? kata wakil Makdum.


dimana letak rawa bengis itu gubernur?? tanya Panji


rawa bengis ada di tengah benua kegelapan"


dan perlu kau tahu orang yang tak memiliki aura kejahatan akan di serang dan di bunuh di benua itu" potong raja Bahar sebelum gubernur Seroja menjawab.


aku memiliki sesuatu yang bisa membuat aku terlihat seperti orang dari golongan hitam" kata Panji dan mengeluarkan pedang darah"


saat Panji memakai dan memanggul pedang darah di punggungnya aura kejahatan yang kental langsung keluar dari tubuh Panji.


bagaimana bisa kau memiliki aura kejahatan yang sangat kental?? kata gubernur Seroja waspada kepada Panji


maaf pedang ini aku dapatkan dari eyang Sasongko"


saat aku mencari mustika inti api es di gunung api es" jelas Panji dan mengembalikan pedang darah ke kantong semesta, saat pedang darah kembali ke kantong semesta aura gelap dari tubuh Panji langsung menghilang.


bagaimana??


apa menurut kalian aku bisa memasuki benua hitam?? tanya Panji


jangankan untuk masuk"


tapi kau akan cukup di segani di sana" kata gubernur Seroja


baik"

__ADS_1


kalau begitu aku akan pergi ke benua hitam sekarang" kata Panji


permisi


hupppp


Panji tanpa menunggu jawaban langsung pergi melesat dan hilang dari pandangan.


apa apa an dengan kecepatan nya itu?? gumam gubernur terkejut.


sepertinya pemuda itu memang bukan orang sembarangan" sambung wakil Makdum.


bagaimana pandangan yang mulia melihat pemuda itu?? tanya gubernur Seroja


dari awal aku sudah melihat kalau pemuda itu bukan pemuda sembarangan"


saat dia mengatakan akan mengambil mustika merah aku sudah tahu kalau dia pemuda yang luar biasa"


jadi menurut yang mulia pemuda itu akan mampu menghadapi raja kegelapan?? tanya wakil Makdum


aku tak tahu"


tapi menghadapi penjaga mustika merah itu saja pemuda itu belum mampu apalagi raja kegelapan"


jadi kita hanya akan menunggu saja"


aku berharap dia secepatnya mendapatkan semua mustika agar dia mampu menyegel raja kematian" kata raja Bahar


kalau begitu untuk menghadapi kekacauan yang akan datang kita juga harus memperkuat kerajaan ini secepatnya" kata gubernur Seroja


pimpin kami yang mulia" kata gubernur Seroja bersujud yang di ikuti oleh wakil Makdum.


aku bukan lagi raja di kerajaan ini"


jadi aku sudah tak pantas memimpin kalian" tolak raja Bahar.


kami akan menjadi abdi yang mulia"


dan kami akan jadi pengikut utama yang mulia" kata gubernur Seroja


kami mohon yang mulia"


kami tak akan bangkit sebelum yang mulia menerima kami" kata wakil Makdum


hhhmmmm


baik"


tapi seperti yang aku katakan sebelumnya"


aku untuk sementara akan tetap dalam penjara"


tapi yang mulia?? gubernur Seroja berniat membantah


ini demi kebaikan kita"


dan juga untuk mengelabui kerajaan Bintang kejora"


kalau tiba tiba utusan mereka datang dan melihat aku yang duduk di singgasana pasti kerajaan Bintang kejora akan kembali menyerang"


apa kalian akan mampu menghadapinya saat kekuatan kita belum stabil?? terang raja Bahar


kami mengerti yang mulia"


baik untuk sementara aku akan menjadi pemimpin kerajaan ini"


tapi saat prajurit ku telah aku kuasai dan datang ke kerajaan ini aku akan mengembalikan takhta pada yang mulia" kata gubernur Seroja.


Patih"


pergilah ke kerajaan Bintang kejora"


sampai pada raja Selese kalau aku meminta semua prajurit ku"


katakan kalau kita juga ingin memperkuat penjagaan karena saat ini kerajaan ini sedang rawan dari serangan"


baik mahapatih"


aku akan laksanakan"


aku pasti akan membawa prajurit kita yang dulu dan mengabdi pada raja Bahar"


bersama lagi ya mahapatih" kata Patih Makdum


ya"

__ADS_1


seperti masa lalu"


kembali kita tegak kan kebenaran"


berapa banyak prajurit yang tersisa di kerajaan ini Mahapatih?? tanya raja Bahar


tak lebih dari lima ribu orang yang mulia"


itu pun hanya seperempat prajurit kerajaan itu"


selebihnya prajurit kerajaan Bintang kejora" jelas Mahapatih Seroja


berapa banyak prajurit mu yang akan kau panggil??


kurang lebih lima belas ribu prajurit yang mulia"


dengan kekuatan itu aku rasa kita untuk sementara akan bisa bertahan seandainya ada serangan mendadak" kata Mahapatih Seroja


Patih"


hati hati pada panglima Sepanu"


aku yakin dia akan menjadi batu sandungan saat kau meminta prajurit kita dahulu"


baik Mahapatih"


aku mengerti"


dan sekarang"


kumpulkan semua panglima yang ada dalam istana ini"


aku akan memberitahukan rencana ini sebelum kekacauan datang"


baik Mahapatih" jawab Patih Makdum dan keluar.


yang mulia"


di pertemuan ini aku harap yang mulia Sudi untuk duduk di singgasana" pinta gubernur Seroja


tidak"


tapi setelah para panglima my benar benar menerima keberadaan ku sebagai raja mereka barulah aku pantas duduk di singgasana itu" tunjuk raja Bahar.


tuan gubernur di tunggu di ruang pertemuan" kata seorang prajurit


tanpa menjawab Mahapatih Seroja melangkah menuju ruang pertemuan istana. di sana telah menunggu Patih Makdum dan tiga panglima kerajaan Bintang kejora.


ada apa tuan gubernur memanggil kami?? tanya panglima Origi


mulai sekarang kalian tak perlu memanggil aku tuan gubernur"


tapi kembali dengan panggilan Mahapatih" kata Mahapatih Seroja


kenapa tuan gubernur?? tanya panglima Jagas


mulai hari ini aku pastikan dan selanjutnya aku akan mengabdi kepada raja dan kerajaan ini"


yaitu kerajaan merak dan raja Bahar"


dan Patih Makdum akan ikut dengan ku"


bagaimana dengan kalian bertiga??


ke tiga panglima itu saling pandang dan sama sama tersenyum


Mahapatih...


kami telah mengikuti Mahapatih selama bertahun tahun"


bagi kami raja kami adalah Mahapatih"


jadi apa pun keputusan Mahapatih pasti akan kami terima"


dan komandan serta prajurit kami mulai hari ini jadi bagian dari kerajaan Merak" jawab panglima Origi setelah berembuk sejenak dengan panglima di sampingnya.


aku memang tak pernah salah memilih kalian"


terimakasih Mahapatih" jawab ketiga panglima itu.


Patih"


sekarang langkah berikutnya"


jemput prajurit dan saudara saudara seperjuangan kita dari kerajaan Bintang kejora" perintah Mahapatih Seroja

__ADS_1


baiikkk...


__ADS_2