
Setelah mengucap kan kata kata itu Panji melesat bagaikan angin dan hilang dari pandangan semua orang.
"kilat berlari lah seperti kilat"
"kita kembali ke istana"
Panji dan kudanya langsung melesat bahkan tanpa sempat di cegah oleh prajurit istana.
"Kemana dia??" tanya raja Bahar setelah tersadar dari kekagetannya.
"dia sudah pergi yang mulia, seperti kata kata nya"
"kita harus menyiapkan kerajaan kita" kata Mahapatih Seroja
"iya yang kau katakan itu benar Mahapatih"
"Untuk semua panglima dan Senopati kalian perkuat prajurit, kita tak bisa terus bergantung pada kerajaan lain" kata raja Bahar memberikan titah nya
"dan kau Gumilang, perbaiki sikap mu"
"aku tak mau mendengar kau berbuat semena mena"
"sikap mu itu membuat malu kerajaan ini, bahkan seluruh kerajaan kau buat malu"
"jika Panji mau, dia bisa membunuhmu semudah membalikkan telapak tangan" kata raja Bahar dan menunjuk kepada Gumilang
"maafkan putra hamba yang mulia" Pejabat pura bicara ketakutan
"diam kau, aku tak menyuruh mu bicara"
"ajari putra mu itu bersikap"
"jangan sampai kau menyesal di kemudian hari"
"pertemuan ini bubar" kata raja Bahar dan keluar dengan memendam kekesalan
"yang mulia, yang mulia"
"maafkan aku" Gumilang berlari mengejar raja Bahar
"kesalahan mu cukup berat, tapi ubah lah sikap mu, jangan bersikap ke kanal kanakan lagi" kata raja Bahar menasehati Gumilang
"baik yang mulia, hamba akan memperbaiki sikap hamba" jawab Gumilang tertunduk takut.
Setelah itu kerajaan merak memulai persiapan memperkuat pertahanan, semua prajurit di gembleng dengan keras.
***********
Sementara Panji yang melesat bersama si kilat sudah mencapai bukit seribu. dan mulai memasuki wilayah benua kuning.
"sudah berapa lama ya aku tak ke istana??"
"semoga semua nya baik baik saja" gumam Panji
"bluuusss..!!!!"
sebuah anak panah melesat cepat ke arah Panji.
"heyyy...!!!"
__ADS_1
Panji melihat anak panah itu dan dengan mudah nya menangkap anak panah itu. Panji menatap ke sekelilingnya dengan menambah kewaspadaan nya.
"berani sekali, siapa yang berani menyerang raja nya sendiri??" gumam Panji
Belum lama Panji berpikir dari balik batu ber keluaran belasan orang berpakaian hitam yang lengkap dengan topeng nya. belasan orang itu melompat dari bukit batu dan mengurung Panji.
Panji turun.
"pergi ke sana kilat, kau bisa istirahat sejenak, aku juga ingin bermain main sebentar" kata Panji
Si kilat mengerti dan menjauh mencari rumput segar.
"siapa kalian??"
"apa maksud kalian menghadang perjalanan ku??" tanya Panji
Seseorang berpakaian merah yang seperti nya ketua kelompok itu maju.
"serahkan semua barang yang kau miliki"
"kau tak akan lewat sebelum menyerahkan harta berharga mu" kata lelaki itu.
"heheheh, apa kalian tak melihat, aku tak memiliki apa pun" jawab Panji memancing emosi lawan nya.
"kau masih merasa tenang ya bocah, aku melihat kau membawa sebuah pedang"
"pedang itu cukup bagus, dan jika di jual pasti harga nya mahal"
"kau pilih mana, tinggalkan pedang itu atau kau tinggal nama" ancam lelaki itu.
"hahahahahah, kalian terlalu berani"
"bedebah, ternyata kau memiliki sedikit kemampuan"
"aku singa gurun tak takut kepada mu" kata laki laki yang bernama singa gurun
"apa kau menantang ku singa ompong??" kata panji memanas manasi.
"cringg..!!!"
"cabut senjata mu, aku tak mau melawan orang yang tak bersenjata"
Singa gurun tak menjawab tapi mencabut golok nya
Panji geleng geleng melihat kekerasan hati singa gurun, Panji memungut sebuah ranting yang sudah rapuh.
"hanya dengan ini kau sudah kalah singa gurun" kata Panji dan menunjukkan ranting kecil itu kepada singa gurun.
"sombong..!!!" Teriak singa gurun dan menyerang Panji dengan golok besar.
"hiattt..!!!"
Singa gurun menyabetkan goloknya.
"trangggg..!!!!"
Golok singa gurun seperti membentur besi padat saat Panji menahan dengan ranting kecil itu.
"bagaimana mungkin??"
__ADS_1
Dari serangan pertama itu singa gurun sudah tahu kemampuan Panji, wajah nya berubah menjadi pucat dan ketakutan.
"apa kau berniat meneruskan nya singa ompong??" Panji kembali memanas manasi singa gurun
"kalian semua pergi lah, tapi kau singa ompong tak akan aku lepaskan" kata Panji menyuruh anak buah singa gurun pergi.
Anak buah singa gurun saling pandang, mereka memang takut kepada singa gurun tapi melihat Panji menahan golok singa gurun dengan ranting itu lebih menakutkan mereka.
Anak buah singa gurun satu per satu pergi dan meninggalkan ketua mereka.
"kau tinggal sendiri dan jangan harap kau akan lolos, kau terlalu berani membuat onar di wilayah kerajaan ku ini" kata Panji
"diam kau, aku belum kalah"
Singa gurun kembali menyerang Panji, singa gurun menyerang dengan jurus jurus terbaik nya, tapi menghadapi Panji yang memang pendekar terkuat saat ini semua kemampuan nya tak berarti apa apa.
"bedebah, dia sangat kuat"
"aku harus mencari cara melarikan diri"
Singa gurun menyerang lagi dengan menebas ke leher Panji, Panji menunduk dan saat itu lah singa gurun menghentakkan kaki nya, debu menutupi pandangan Panji.
"sekarang..!!!"
Singa gurun bersalto ke belakang Panji dan berlari dengan cepat.
Panji tersenyum dan geleng geleng kepala.
"aku sudah katakan aku tak akan melepaskan mu"
Panji mengisi tenaga dalam penuh ke ranting di tangan nya.
"blusss..!!!!"
Ranting itu melesat ke arah singa gurun.
Singa gurun yang menyangka akan selamat merasakan sebuah pancaran energi yang besar. belum sempat dia menoleh sebuah ranting kecil telah menembus jantung nya.
"akkkhhhhhh....!!!!"
Teriakan keras itu membuat Panji tersenyum sinis.
"kalau tak di berantas dari akarnya, kelompok itu akan semakin meresahkan" gumam Panji
"kilat, kita ke istana"
Saat Panji meninggalkan bukit seribu satu tubuh terbujur kaku , mati dengan jantung tertusuk ranting. itulah mayat singa gurun.
****
Like n komen ya sahabat.
kalau bisa rate nya ya.
author hanya minta itu, mau minta vote seperti nya novel author ini masih novel recehan.
Terima kasih masih terus mengikuti perjalanan Panji.
ikuti terus perjalanan kita masih panjang
__ADS_1