Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 76 runtuhnya kerajaan merak


__ADS_3

Kabar kekalahan para prajuritnya telah sampai ke telinga raja kerajaan merak raja Bahar dan kabar itu bagaikan apakah yang menusuk jantungnya.


Raja Bahar terus mondar mandir tak tentu dan kegelisahan terpancar dari raut wajahnya.


apa yang harus aku lakukan??


hampir semua prajurit ku telah tewas dan sebagian lagi menyerah"


apa aku harus melarikan diri dari kerajaan ini??


mempertahankan kerajaan ini pun akan percuma"


Dinda"


Dinda" raja Bahar memanggil permaisuri Kemala


ada apa kanda memanggil ku dan ada apa kanda kok gelisah??


prajurit kita telah kalah"


aku ingin kau bawa ikut dengan panglima Paginta untuk melarikan diri"


setelah keadaan damai aku akan menjemput kalian" kata raja Bahar.


tapi kanda..


tidak ada tapi tapi"


cepat berkemas dan pergi secepatnya"


ingat"


jaga putra kita"


dia penerus takhta di kemudian hari" lanjut raja Bahar.


panglima Paginta"


kau bawa permaisuri dan putra ku lari dari kerajaan ini"


jaga mereka seperti menjaga dirimu"


baik yang mulia" kata panglima Paginta


panglima itu memang sudah mendengar kabar kekalahan kerajaan dan telah bersedia menjadi pengawal permaisuri dan putra mahkota.


kemana aku akan membawa mereka yang mulia?? tanya panglima Paginta


bawa mereka ke pulau pelangi"


temui guru Sugar"


dan berikan lencana ini"


guru Sugar akan paham" kata raja Bahar dan memberikan sebuah lencana kepada panglima Paginta.


baik yang mulia"


tugas ini akan hamba laksanakan sebaik baiknya" kata panglima Paginta sembari menerima lencana tanda raja.


mungkin ini perintah terakhir ku kepadamu Paginta"


ingat"


jaga istri dan putra ku"


raja Bahar berjalan menuju kamar nya dan melihat istrinya sedang mempersiapkan perlengkapan yang akan di bawa.


jangan bawa terlalu banyak barang"


dan jangan mencolok"


pakai pakaian yang sederhana untuk mengalihkan perhatian"


kemari putra ku"


raja Bahar meraih pangeran Rengkas dan memeluknya.


putra ku"


jaga ibunda mu"


sekarang kau gantikan ayah menjaga ibu ya" kata raja Bahar menahan air mata di pelupuk mata nya.


ayahanda"


pangeran Rengkas langsung memeluk erat ayah nya dan menangis di pundak nya.


jangan menangis putraku"


kau harus tunjukkan kalau kau seorang kesatria"

__ADS_1


baik ayahanda"


aku tak akan menangis"


panglima Paginta"


bawa lima orang prajurit"


dan menyamar lah sebagai pedagang"


jangan berhenti sampai kalian di perbatasan"


aku takut mata mata musuh sudah ada dalam kerajaan"


baik yang mulia" jawab panglima Paginta


mari permaisuri ratu" kata panglima Paginta


air mata tak tertahan dari pelupuk mata permaisuri Kemala.


suamiku"


permaisuri Kemala berlari dan memeluk raja Bahar yang di ikuti oleh pangeran Rengkas.


pergilah"


dengan berat permaisuri dan putra mahkota pergi meninggalkan kerajaan merak demi keselamatan mereka.


yang tersisa di kerajaan ini hanya ratusan prajurit dan beberapa menteri kerajaan.


prajurit"


kumpulkan semua menteri dan prajurit lain di halaman istana" kata raja Bahar


baik yang mulia"


ada apa ini"


apa karena kekalahan kita di kumpulkan yang mulia??


suara bisik bisik prajurit terdengar riuh dan semua nya langsung diam begitu raja Bahar datang ke halaman istana.


maafkan aku mengumpulkan kalian di halaman istana ini"


para menteri dan punggawa kerajaan"


dan kalian para prajurit


mulai hari ini kalian aku bebas tugaskan"


kata kata itu bagaikan petir di telinga para menteri


aku tak mau mendengar kata membantah"


sekarang kembali lah ke rumah kalian"


semua prajurit tertunduk mendengar ucapan raja nya.


yang mulia" seorang menteri berniat berbicara.


aku sudah bilang"


aku tak mendengar kata bantahan.


sekarang bubar" kata raja Bahar dan pergi meninggalkan halaman istana.


bagaimana ini??


apa kita harus meninggalkan yang mulia tanpa pengawal di istana??


hanya tukang masak dan para dayang istana yang tersisa"


menteri Darum apa yang harus kita lakukan?? tanya prajurit.


aku bisa memahami maksud yang mulia"


yang mulia tak ingin kita jadi korban berikutnya"


aku akan keluar dari istana ini"


tapi aku kan menunggu di luar istana"


aku tak akan meninggalkan yang mulia"


tapi aku tetap akan menuruti perintah yang mulia" kata menteri Darum.


semua prajurit terdiam mendengar ucapan menteri itu.


aku akan ikut dengan menteri Darum"


aku juga"

__ADS_1


aku juga" jawab beberapa prajurit.


sementara menteri yang lain memilih meninggalkan istana dan kembali ke rumah nya.


seperti kata menteri Darum menteri itu akan keluar dari istana tapi akan bertahan di luar istana, jarak nya dengan istana hanya lima puluh meter dan bersama menteri itu ada puluhan prajurit yang setia pada raja Bahar.


raja Bahar mengetahui kalau masih ada prajurit yang bertahan di luar istana dan mengambil inisiatif untuk menyuruh mereka kembali.


yang mulia" para prajurit langsung berlutut melihat kedatangan raja Bahar.


aku tak akan meninggalkan mu sahabatku" kata menteri Darum


raja Bahar hanya menggeleng kepala melihat kekerasan hati sahabatnya itu.


aku akan mati demi kerajaan ini yang mulia"


itu sumpahku dulu sebelum mengabdi pada kerajaan" lanjut menteri Darum


lakukan sesukamu" kata raja Bahar dan meninggalkan kelompok kecil itu.


 


\*


 


kemenangan sudah di tangan kita"


saat kita menguasai istana kerajaan merak" kata Mahapatih Seroja


panglima Demar"


bawa prajurit mu kembali ke istana"


tangkap raja kerajaan itu dan jebloskan ke penjara" perintah Mahapatih Seroja.


berangkat sekarang juga


baik mahapatih" jawab panglima Demar dan tanpa menunggu lama langsung bergerak menuju kerajaan merak


panglima Sepanu"


panglima Sergan"


kalian bawa sepuluh ribu prajurit untuk mengawasi pergerakan panglima Demar"


setelah penghianat itu berhasil menangkap raja kerajaan itu hancurkan mereka jangan sisakan satu orang pun"


baik mahapatih" jawab keduanya.


Patih Makdum"


pimpin prajurit panglima Sepanu dan prajurit panglima Sergan"


baik mahapatih" jawab Patih Makdum.


ingat"


jangan sampai penghianat Demar itu lolos"


dia harus tewas"


dia itu ular berbisa"


dan suatu saat dia akan menghianati kerajaan kita"


baik mahapatih" jawab ketiganya berbarengan.


kalian berangkat nanti sore.


dan sisa nya akan pulang ke kerajaan"


kita telah meninggalkan kerajaan tanpa pengawalan yang cukup"


kalau ada yang tahu dan menyerang kerajaan bisa di pastikan kerajaan akan jatuh"


kita berangkat sekarang"


baik" jawab para panglima dan prajurit.


bawa semua sandera"


kita akan jadikan mereka tahanan dan akan menjadi pekerja paksa kerajaan"


para prajurit yang menyerah langsung pucat mendengar ucapan Mahapatih Seroja. sebagian ingin melawan tapi langsung tewas di tangan para penjaga.


dan iringan prajurit Mahapatih Seroja berjalan menuju kerajaan Bintang kejora dan di ikuti puluhan tahanan prajurit kerajaan Merak yang menyerah.


tak berapa lama Patih Makdum juga menginstruksikan prajuritnya untuk berjalan menuju kerajaan Merak untuk mengawasi panglima Demar.


setelah kepergian prajurit itu ribuan burung gagak dan burung bangkai datang dan memakan mayat mayat prajurit yang gugur.

__ADS_1


*******


like vote n komen


__ADS_2