Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 123 Panji vs raja kematian


__ADS_3

Bammmm...!!!"


pertemuan dua tenaga dalam itu membuat arena peperangan bagaikan kedatangan badai.


"menjauh dari pertempuran itu" teriak Mahapatih Seroja.


Dan memang karena benturan tenaga dalam itu puluhan prajurit dari kedua belah pihak muntah darah karena tak mampu menahan pancaran energi dari tenaga dalam Panji dan raja kematian.


"hiattt...!!!"


Panji memainkan jurus petir di kiri dan sementara kanan nya berelemen api. sehingga listrik dan api terasa sangat panas dan meningkatkan hawa di arena pertarungan nya.


tangan raja kematian yang berhawa kegelapan dan terus menyelubungi tubuhnya menambah aura pertarungan semakin menakutkan.


keduanya maju dan kembali bertarung. raja kegelapan mengeluarkan jurus kegelapan nya sementara Panji membalas dengan jurus petir di barengi dengan jurus tarian naga. Panji belum memperlihatkan jurus es miliknya pemberian resi raspati.


pertarungan mereka menyita perhatian dan dan peperangan berhenti, kedua kelompok yang berperang memisahkan diri dan terlihat prajurit benua kegelapan memang masih memiliki banyak prajurit yang masih hidup. pertarungan antara raja kematian dan Panji seperti pertarungan final penentuan siapa yang akan memenangkan peperangan itu.


tangan raja kematian mencoba mencakar leher Panji tapi Panji menggenggoskan tubuhnya dan berputar putar melayang ke udara, melihat serangan nya gagal raja kematian mengejar ke udara dan memompa tenaga dalam ke kaki nya sehingga tubuhnya juga naik ke udara mengejar Panji.


Panji melihat dan membalikkan badan nya dan turun sehingga tangan kedua nya kembali bertemu di udara.


"blarrr...!!!!"


Panji mendorong raja kematian turun ke bawah, posisi Panji yang di atas membuat raja kematian tak mampu menahan, dan itu membuat tubuhnya meluncur sangat cepat. Panji semakin menambah tenaga dalamnya.


"blaaarrrr"


Dengan dorongan keras Panji membuat raja kematian jatuh ketanah dalam posisi berdiri.


"hiatttt...!!!!!"


Panji kembali menambah tenaga, pelan pelan tubuh raja kematian masuk ke dalam tanah dan semakin masuk.


"elemen tanah"


"kurungan tanah"


tanah di sekitar menjadi keras dan mengunci tubuh raja kematian. keras nya tanah itu bagaikan baja.


"ini tak akan menahan ku"


raja kematian menggerakkan tubuhnya dan dengan mudah melepas kuncian pada tubuhnya.


"kau.. berani...!!"

__ADS_1


hiaaattttt"


raja kematian berteriak keras dan energi nya tiba tiba naik drastis, awan hitam mulai menyelimuti daerah di bukit seribu. asap hitam juga mulai menyelubungi tubuh raja kematian.


"bammmm...!!!"


Panji tak melihat tahu tahu sebuah pukulan telah menghantam tubuhnya sangat telak.


"akhhhh...!!!" tubuh Panji terlempar jauh dan terbaring tak bergerak


"hahahaahah, bagaimana??"


"apa hanya segitu kemampuan mu??" teriak raja kematian.


"uhuk uhukk...!!" Panji terbatuk dan berdiri tanpa kekurangan apa pun.


"ternyata jubah harimau memang luar biasa"


"kalau bukan karena jubah harimau mungkin aku sudah tewas" gumam Panji.


"kau, bagaimana bisa??" raja kematian kaget melihat Panji masih mampu berdiri setelah menerima pukulan nya.


"baik kau sudah serius, baik aku juga akan serius" kata Panji.


"es abadi" Panji akhirnya mengeluarkan jurus elemen es, udara yang awalnya panas turun drastis dan berubah menjadi dingin.


"bagaimana bisa kau memiliki elemen es..!!"


raja Habiyang mundur ke belakang karena elemen es merupakan elemen yang paling dia takuti dan elemen es merupakan anti dari semua ilmu yang di milikinya.


"jurus tangan seribu es"


Panji menyerang terlebih dahulu, tangan nya seperti nama jurus nya seperti jurus ilusi tapi itu bukan ilusi, jurus itu memang menggunakan banyak tenaga dalam.


tapak Panji terus menyerang seluruh bagian tubuh vital raja kematian, tapi raja kematian masih mampu menahan semua serangan Panji.


"kaki es..!!"


dengan cepat Panji menendang raja kematian, raja kematian mampu menepis nya, dan saat itu lah pukulan Panji bersarang di dada raja kematian.


"bammm..!!!!"


"ikhhh..!!!" raja kematian menjerit pelan tapi senyum licik membuat Panji waspada, dan memang tangannya tak bisa di tarik dari tubuh raja kematian. tangan raja kematian telah mencengkeram kuat tangan Panji, keduanya kembali beradu tenaga dalam. tarik menarik terjadi.


saat Panji mengerahkan tenaga dalam yang lebih besar, raja kematian dengan licik melepaskan tangan Panji, dan itu membuat Panji terhuyung dan posisinya menjadi sedikit genting.saat itu lah raja kematian menyerang.

__ADS_1


pukulan nya mengarah ke ulu hati Panji, Karen posisi nya tak menguntungkan Panji melompat ke samping dan ternyata itu sudah di perkirakan raja kematian. begitu Panji menjejakkan kaki nya di tanah tendangan raja kematian sudah tak mampu lagi di tahan oleh Panji.


"bukkkk..!!!!"


area samping kiri tubuh Panji terkena tendangan telak raja kematian. Panji kembali terlempar jauh, pemuda itu juga mengalami luka yang sedikit parah.


"bagaimana kau masih bisa berdiri???" teriak raja kematian frustasi melihat Panji masih bertahan dari serangan nya.


Tanpa menjawab Panji kembali menyerang, dia tak menunggu raja kematian untuk menyerang nya.


"es abadi...!!!"


Panji memutar tangannya dan menyerang ke arah kepala raja kematian. raja kematian Habiyang menarik kepala nya ke belakang, tapi serangan Panji masih terus mengejarnya,


"cakar es..!!!"


Sangat cepat jari tangan Panji berubah menjadi bagaikan cakar, dan langsung menyerang wajah, Kapala dan dada raja kematian.


"crassss...!!!"


setelah serangan penuhnya cakar es akhirnya mengoyak dada raja kematian. tapi Panji juga bukan tanpa celah. saat cakar esnya mengoyak dada raja kematian. tinju kegelapan juga menghantam dada nya.


"bammm..!!!"


dan luka Panji lebih parah dari pada raja kematian. belum selesai raja Habiyang memutar tubuh nya dan memberikan tendangan berbalik dan kembali mengenai telak di dada Panji.


"akkhhhhhh...!!!!" Panji menjerit keras dan terlempar beberapa meter dan jatuh tak bergerak.


"apa kau sudah mati??"


"ayo bertempur lagi??" teriak raja kematian.


"hahahaha, aku penguasa...!!!" kembali teriakan raja kematian menatap seluruh prajurit aliansi.


"jangan jumawa dulu...!!!"


tiba tiba terdengar campuran suara dari mulut Panji, tapi Panji masih menutup matanya.


Raja Habiyang kaget saat mendengar suara itu, itu bukan suara satu orang tapi suara lima orang yang menjadi satu.


"siapa kau sebenarnya??" teriak raja kematian mulai gentar.


"matilah kau..!!!"


lima suara itu benar benar membuat raja kematian keringat dingin.

__ADS_1


"diammmm...!!!!!!"


__ADS_2