Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 146 perasaan putri Delima


__ADS_3

Panji tak ingin menunggu lama, perkataan dewa obat dan Ki Sranggilangit membuatnya sangat ingin cepat kembali ke benua kuning.


Panji mencoba mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya. luar biasa, Panji mengalami kemajuan yang sangat di luar dugaan nya. dia bisa bergerak bagaikan angin.


"jika bukan karena si kilat, aku sudah dengan cepat sampai di benua merah"


"aku masih harus memberi pelajaran kepada Gumilang"


"aku ingin dia mengetahui dimana langit dan dimana bumi" gumam Panji.


Untuk menghindari hal yang tak di inginkan Panji mengurangi kecepatan nya sesaat akan memasuki istana Pelangi.


"kilattt..!!!" Teriak Panji.


Seekor kuda hitam berlari sangat kencang, menyambut tuan nya dan langsung bermanja di tubuh Panji.


"sebentar lagi kita kembali, kau bersabarlah" Panji bicara pada kudanya dan melangkah memasuki istana kerajaan pelangi.


"tuan muda Panji ada di luar yang mulia" lapor prajurit kepada raja Baruna.


"apa..??"


Raja Baruna kaget dan berlari menyambut Panji, bagaimana pun raja Baruna sangat takut jika Panji menyerang istana nya.


"selamat datang kembali" sambut raja Baruna.


"aku hanya ingin permisi yang mulia, aku harus secepatnya kembali ke benua kuning"


"aku merasa kerajaan ku dalam keadaan genting" kata Panji beralasan


"apa kau tak ingin bermalam satu malam saja??" tanya raja Baruna penuh harap.


Raja Baruna tak berani memanggil yang mulia kepada Panji karena itu perintah Panji.


"untuk saat ini tidak, tapi lain kali aku akan berkunjung ke istanamu yang mulia" tolak Panji


Putri Delima yang mengetahui kedatangan Panji berlari ke arah raja Satria dan tanpa rasa malu di hadapan para prajurit putri Delima memeluk Panji.


"kanda, kau sudah kembali" putri Delima tak mampu menutupi perasaan nya.


Panji ingin menolak pelukan Delima tapi melihat wajah gadis itu yang penuh harap Panji memilih untuk diam.


"hhhmmm, jangan lagi" gumam Panji dalam hatinya.


"Delima, lepaskan apa kau tak malu di pandangi prajurit kerajaan" Panji berkata pelan.


Delima dengan bersungut melepaskan pelukan nya.


"apa benar kanda akan kembali??"tanya putri Delima.


"iya tuan putri, aku harus kembali, kerajaan membutuhkan aku" jawab Panji.


"apa kanda mau membawa ku??" tanya delima penuh harap.


"apa???"


Panji kaget dengan permintaan putri Delima, Panji bahkan sampai menatap raja Baruna, tapi yang di tatap malah mengalihkan pandangan nya, seolah tak mendengar perkataan putri Delima.


"maafkan aku tuan putri, untuk saat ini aku tak bisa membawa mu" jawab Panji menolak permintaan putri kerajaan pelangi itu.


"saat ini kanda gak bisa membawa ku??"

__ADS_1


"bagaimana jika lain kali??" tanya Delima dengan pertanyaan yang cukup membingungkan dan menjebak bagi Panji.


Panji kebingungan, dia ingin secepatnya kembali ke benua kuning.


"jika waktu itu ada aku akan membawa mu tuan putri, tapi aku tak berjanji" jawab Panji.


"baik, aku akan menunggu mu kanda"


"dan ijinkan aku mengantarkan kanda ke dermaga" pinta putri Delima.


"tidak usah tuan putri, aku bersama kuda ku si kilat" tolak Panji.


"aku memaksa, dan kau tak bisa menolak permintaan ku ini"


Panji geleng geleng melihat kekerasan hati putri kerajaan pelangi itu.


"Prajurit, siapkan kereta kuda, tuan putri akan ke dermaga" perintah raja Baruna.


Panji hanya bisa pasrah, dan dengan menghela napas panjang terpaksa menerima semua permintaan putri Delima.


"waktu yang sempit semakin sempit" gumam Panji dalam hati nya.


Iringan kerajaan berjalan sangat santai menuju dermaga. Panji dalam kereta kuda bersama dengan putri Delima. sedikit pun putri Delima tak lepaskan Panji dari pandangan nya. putri kerajaan itu sangat berharap dermaga jauh sehingga perjalanan membutuhkan waktu yang lama.


"akhirnya sampai juga" Panji berkata pelan setelah melihat dermaga pulau pelangi.


Panji keluar yang di ikuti oleh putri Delima


putri Delima terus saja memegang tangan Panji sehingga pandangan orang berubah terhadap Panji.


"apa dia calon suami putri Delima??"


bisik bisik itu terdengar jelas di telinga Panji, tapi Panji membiarkan nya karena dia lebih memikirkan keadaan seluruh benua dari pada celotehan orang.


Panji berjalan mendekati penjaga kapal.


"kapan kita berangkat paman??" tanya Panji


Penjaga kapal itu melihat kedekatan Panji dan putri Delima ragu untuk menjawab.


"kalian akan berangkat sekarang kanda"


"iya kan paman??" kata putri Delima.


"kanda??"


"berarti pemuda ini calon suami putri Delima"


"juga calon raja kami" gumam penjaga kapal.


"i iya..!!"


"kita akan berangkat sekarang yang mulia" jawab penjaga kapan gugup.


Panji menatap putri Delima dengan tatapan sangat, tapi putri Delima hanya mengangkat bahu nya dan tersenyum manis kepada Panji.


"silahkan masuk yang mulia, kami sudah sediakan kamar terbaik untuk yang mulia" kata penjaga kapal kepada Panji.


Panji melangkah masuk, tapi teriakan putri Delima menghentikan langkah nya.


Putri Delima mendekati Panji.

__ADS_1


"kanda berhati hati ya, ingat jangan lupa untuk mengunjungi Dinda"


"jemput Dinda secepatnya kanda" kata Putri Delima begitu manis nya.


"hhhmmm, aku pasti berhati hati" jawab Panji


"naikkan layar..!!!"


Putri Delima hanya bisa menatap dan melambaikan tangan melepaskan kepulangan Panji.


"kanda, aku akan menunggu mu"


Setitik air mata keluar dari mata putri kerajaan itu. putri Delima masih belum beranjak dari tepi dermaga, putri Delima terus menatap kapal yang di tumpangi Panji mengecil dan menghilang dari pandangan nya.


"kita kembali ke istana" kata putri Delima dengan suara yang pelan.


***************


"saat nya menuju benua merah" gumam Panji saat melihat tepi pantai.


Panji mendekati penjaga kapal dan memberikan sekantong uang.


"terima lah paman, aku tahu semalam belum saat nya kita berangkat, tapi karena kata kata putri Delima paman terpaksa berlayar" kata Panji dan memberikan sekantong uang itu ke tangan penjaga kapal.


"tidak yang mulia, saya tak berani menerima nya" tolak penjaga kapal.


Tapi Panji hanya tersenyum dan pergi meninggalkan penjaga kapal itu. penjaga kapal itu melongo melihat Panji.


"dai sangat murah hati, sungguh calon raja yang sempurna untuk putri Delima" gumam penjaga kapal.


Dari kapal Panji menuntun si kilat turun.


"kilat, kita akan ke benua merah"


"kau sudah istirahat cukup lama, aku harap kau memiliki stamina yang berlebih"


"aku ingin mengunjungi sahabatku raja Bahar" gumam Panji dan tanpa istirahat di dermaga Panji menaiki si kilat.


"kilat, melesat lah seperti nama mu"


"huekkkkk...!!!!"


Si kilat meringkik dan berlari kencang menuju benua merah.


Saat malam mulai tinggi Panji sampai di kerajaan Merak.


"prajurit, katakan kepada Mahapatih Seroja kalau Panji menunggu di pintu gerbang"


"Panji??"


"baik kami akan memberitahukan kepada mahapatih"


"Lapor Mahapatih, seseorang yang bernama Panji menunggu Mahapatih di pintu gerbang" lapor seorang prajurit.


"Panji??"


"yang mulia raja Satria???"


*****


like n komen ya sahabat

__ADS_1


__ADS_2