Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 128 salah perkiraan


__ADS_3

Puluhan prajurit dari menteri Sagara menyerang kediaman menteri kadam, tanpa mereka sangka menteri kadam sudah mengetahui penyerangan itu, sehingga terjadi perang saudara memperebutkan tahta kerajaan ganda lima.


Setan Hitam dan Iblis hitam berpandangan dan saling mengangguk, kedua nya maju dan bertemu di pertempuran. mereka bertarung hanya untuk mengalihkan perhatian menteri Sagara dan menteri kadam.


Prajurit dari kedua belah pihak saling bunuh, jerit kematian dari prajurit yang tak tahu apa apa itu menjadi saksi bisu perang saudara itu. tidak ada kemenangan atau keunggulan yang berpihak, karena semua itu sudah rencana dari iblis sesat dan setan Hitam.


mereka berdua memang telah menyusun rencana perang saudara itu terjadi dan saat itu lah mereka akan membantai prajurit sisa, dan perang itu di pastikan akan menjadi milik mereka.


Saat semua rencana mereka hampir berhasil dari pintu gerbang datang puluhan prajurit lain yang entah dari mana,


"Serangg...!!!!"


seorang memberi perintah dan prajurit berpakaian putih mulai membantai dan tak memandang bulu.


"siapa mereka??"


"kau berkhianat iblis sesat" kata setan Hitam menuduh iblis hitam.


Iblis hitam mundur dan menatap tak percaya.


"aku tak mengetahui siapa mereka, sebaiknya kita bantu membunuh pasukan yang baru datang itu, kalau tidak kita tak akan bisa menguasai istana ini" kata Iblis sesat dan melesat menyongsong prajurit berpakaian putih itu.


Saat iblis sesat hampir mencapai prajurit yang baru datang itu, sesosok tubuh putih menahan iblis hitam. bahkan tanpa bertanya menyerang iblis sesat membabi buta tanpa sempat memberi kesempatan untuk membalas kecuali bertahan.


"bammmm..!!!"


pukulan sosok putih itu tak lagi mampu di tahan iblis sesat, membuat tokoh hitam itu terhuyung mundur ke belakang.


Setan Hitam tak mau tinggal diam dan dia tak mau semua rencana nya gagal berniat membantu iblis sesat, tapi lagi lagi sosok lain menghadang pergerakan nya.


Setan Hitam menahan diri dan berjalan ke samping iblis sesat.


"siapa kalian??" tanya Iblis sesat yang masih menahan sakit di dada nya.


"kami utusan yang mulia raja Mahameru" kata sosok berpakaian putih itu.


"apa??"


"dia berbohong, raja Mahameru telah tewas" menteri Sagara datang mendekati setan Hitam.


"iya, raja Mahameru telah tewas" tambah menteri kadam dan datang mendekat ke arah iblis sesat.


"wuuutttt..!!!"


selarik pukulan datang tiba tiba dan menghantam menteri Sagara, menteri terjungkal dan tewas dengan dada bolong.


"siapa yang mengatakan ayahanda telah tewas??" teriak sebuah suara yang datang bersalto melompati pagar istana.


"pangeran Candra..!!!"

__ADS_1


prajurit yang tersisa langsung berlutut melihat kehadiran putra mahkota itu. melihat kehadiran pangeran Candra menteri kadam gemetaran.


"kalian berdua, bunuh pangeran itu"


"aku akan memberi posisi penting jika aku jadi raja" kata menteri kadam pada iblis sesat dan setan Hitam.


"bagaimana iblis sesat??" tanya setan Hitam.


"aku ragu kita bisa menghadapi mereka" tunjuk iblis sesat pada sosok di depan mereka yang menahan pergerakan mereka.


"hhuuhhh, dimana keberanian mu??"


"inikah iblis sesat yang tersohor itu??"


"ternyata hanya pengecut" kata setan Hitam memanas manasi iblis sesat.


Wajah iblis sesat merah menahan emosi karena ejekan setan Hitam.


"baik, kita lihat siapa yang lebih dahulu membunuh lawan nya"kata iblis sesat dan melesat menyerang sosok putih yang menahan serangan nya.


"sebelum aku membunuh mu, aku ingin tahu siapa kau??" tanya iblis sesat dan berdiri di depan sosok berpakaian putih itu.


"aku di panggil Kesuma" jawab sosok itu yang ternyata sepuh Kesuma.


"apa kau Ki Kesuma??"


"pemilik padepokan teratai putih??"


"nama besar mu hanya lah nama kosong belaka"


iblis sesat tak menahan diri lagi dan menyerang sepuh Kesuma, sepuh Kesuma yang telah mendapat pencerahan dari Pariga dengan mudah menahan setiap serangan iblis sesat, dan kedua nya bertarung tanpa memperdulikan keadaan yang sudah mulai sunyi.


"aku juga ingin tahu, aku berhadapan dengan siapa??"


Setan Hitam maju dan berdiri di depan sosok berpakaian seperti diri nya, berpakaian hitam.


"aku Pariga, bersiap lah"


Eyang pariga tanpa menunggu serangan setan Hitam tapi malah menyerang terlebih dahulu, setiap serangan eyang pariga berhawa panas, membuat suasana pertempuran naik drastis.


Setan Hitam mencoba menahan serangan pariga.


"ukkkhhhh..!!!"


setan Hitam mengeluh menahan sakit saat tangan nya menahan serangan pariga. setan Hitam mundur ke belakang dan memilih untuk melarikan diri, dari serangan pertama dia sudah tahu kalau dia tak akan mampu melawan eyang pariga.


Eyang pariga tahu setan Hitam akan melarikan diri. eyang pariga bersalto berputar putar di udara dan melompati tubuh setan hitam dan berdiri tepat di depan sosok hitam itu.


"bagaimana bisa kau secepat itu" kata setan Hitam ketakutan.

__ADS_1


ketakutan nya membuat nya menyerang eyang pariga secara membabi buta tanpa memikirkan pertahanan nya. pukulan nya mengarah ke wajah eyang Pariga dan saat itu lah pertahanan di dada nya terbuka lebar.


Eyang pariga menarik kepala nya ke belakang, dan pukulan setan Hitam lewat ke samping, saat pukulan itu lewat eyang Pariga mengumpulkan kekuatan nya dan memberikan pukulan terkuatnya ke dada setan Hitam.


"bammmm...!!!"


"akkkhhhhhh...!!!!!"


Setan Hitam terlempar jauh dan jatuh dengan dada hangus. tanpa sempat lagi berdiri setan Hitam tewas dengan mata terbelalak.


iblis sesat mendengar jeritan itu dan kaget saat tahu setan Hitam telah tewas.


"bagaimana ini??"


"kemampuan setan Hitam ada di atas ku, aku tak mungkin menang lagi"


Iblis sesat memilih menyerah dan berlutut.


"aku mengaku kalah, ampuni lah selembar nyawa ku ini" kata iblis sesat memohon.


Sepuh Kesuma terdiam dan jiwa kependekaran nya memang memilih untuk mengampuni orang yang telah menyerah.


"kalian dari kaum putih memang bodoh" gumam iblis sesat dalam hati nya.


"dia memang mengampuni nya, tapi aku tidak" suara serak terdengar dan melesat dengan pedang terhumus di tangan.


"blesss..!!!"


Saat iblis menoleh ke suara itu kepala nya telah terpisah dari tubuhnya.


"pangeran..!!!" sepuh Kesuma berteriak keras tapi semua sudah terlambat.


Melihat kematian dua suruhan nya menteri kadam langsung terduduk dan lemas. dari pintu istana datang menteri Majid dengan senyum kemenangan.


"aku sudah mengatakan tahta itu sudah di miliki orang yang sah, tapi kalian tetap menginginkan nya" kata menteri Majid.


"kau.."


Menteri kadam tak mampu bicara dan rona wajah nya berubah saat melihat rombongan kecil kembali masuk ke istana.


"yang mulia??" gumam menteri kadam dengan suara yang lemas.


"ayahanda, ibunda, adik..!!"


pangeran Candra berjalan menemui dan menyambut kedatangan keluarga istana. keluarga istana telah kembali ke rumah nya.


"bagaimana bisa keluarga istana kembali di saat yang tepat??"


\*\*\*\*\*

__ADS_1


Like n komen ya sahabat.


__ADS_2