
saat raja siluman harimau keluar dari ruangan rahasia penyimpanan mustika biru Laras langsung menemui ayah nya dan meminta permintaan yang tak di sangka.
ayah"
apa mungkin Panji membawa ku ke dunia nya??
maksud mu putri ku??
ayah tak mengerti"
Laras ingin ikut sama Panji"
dan ingin melihat dunia nya ayah" kata Laras.
mau ikut atau kamu suka sama Panji??
hahaha
ternyata putri ku telah dewasa" kata raja siluman itu.
akhh ayah"
Laras bukan begitu ayah"
cuma ingin melihat dunia Panji" kata Laras menahan malu.
melihat dunia atau ingin sama sama dengan pemuda itu??
ayo jujur sama ayah"
tidak ayah"
Laras hanya ingin melihat dunia Panji"
raja siluman itu tersenyum melihat tingkah putrinya.
dan saat Panji menemui raja siluman itu Panji pun mendengar permintaan yang di luar dugaan nya.
aku akan memberikan mustika biru ini Panji"
tapi apa aku bisa meminta sebuah permintaan untuk mu??
permintaan apa paman?? tanya Panji.
apa kau mau menikahi putri ku??
appaa??
menikah?? Panji langsung kaget mendengar permintaan itu.
ayaahhh...
Laras pun tak menyangka ayahnya akan bilang begitu pada Panji.
kenapa Panji??
apa putri ku kurang cantik?? tanya raja siluman itu lagi.
bukan itu paman"
tapi aku merasa tak pantas mendampingi putri paman"
Laras menatap Panji penuh arti.
tapi kau yang bilang aku cantik Panji"
dan kau juga bilang kau malas meninggalkan dunia kami ini" kata Laras menyudutkan Panji.
aduh"
itu Laras "
aku jujur sedikit bercanda kepada mu"
maafkan aku" kata Panji menyesal
bercanda??
jadi aku kau buat bahan untuk bercanda??
amarah Laras mulai kelihatan.
cukuppp..
raja siluman harimau itu berteriak keras membuat Laras dan Panji terdiam menunduk.
Panji"
aku memang dan akan tetap memberikan mustika ini kepadamu"
karena ini amanat untuk ku"
tapi aku tak suka kau mempermainkan putri ku" kata raja siluman sedikit marah.
maafkan aku paman"
__ADS_1
aku tak berniat untuk mempermainkan Laras"
hanya aku tak ingin Laras celaka paman"
dunia ku saat ini sedang penuh dengan kekacauan"
aku tak yakin bisa menjaga Laras paman" elak Panji
aku bisa menjaga diri"
kau tak perlu menjaga aku" Laras makin emosi melihat Panji meremehkan dirinya.
ko jadi panjang gini sih masalahnya" kata Panji dalam hati.
raja siluman melihat Panji dalam dan ingin membaca apa yang di pikiran Panji.
kalau dunia mu aman apa kau mau membawa putri ku??
itu...!!!
mungkin bisa paman" kata Panji pasrah.
baik"
saat dunia mu aman aku akan menagih kata kata mu itu"
tapi paman"
apa kau akan menarik kata kata mu itu Panji?? raja siluman itu mengeluarkan aura tenaga dalam nya.
tidak paman"
aku akan datang" Panji pasrah pada keadaan nya.
nanti lah semua itu akan di hadapi"
apa dan bagaimana nanti lah itu di bahas" kata Panji dalam hati.
Laras bahagia dan tak mampu menutupi nya dari raut wajahnya. wajah nya begitu sumbringah begitu Panji memberikan sebuah harapan untuk nya.
terimalah mustika ini" kata raja siluman dan memberikan mustika biru pada Panji.
apa aku boleh tinggal beberapa hari lagi di sini paman?? tanya Panji.
boleh"
jangankan beberapa hari"
selamanya pun boleh" kata Laras menyahut kata kata Panji.
hehehehe
dan apa aku boleh mempelajari jurus jurus paman??
jurus jurus ku??
tapi kau memiliki elemen angin??
aku akan menyerap setengah tenaga dari inti biru ini paman"
dan dalam beberapa hari aku akan menguasai elemen angin dari mustika ini" kata Panji.
baik"
karena kau calon menantu ku jadi aku akan mengajarimu jurus jurus elemen angin ku" kata raja siluman harimau itu.
Panji hanya menggaruk kepalanya mendengar ucapan raja siluman itu.
kalau begitu aku permisi paman"
aku akan menyerap tenaga mustika biru ini" kata Panji.
baiklah"
silahkan" kata raja siluman itu.
Panji pun bergegas keluar dan memasuki kamarnya.
Panji langsung bersemedi dan berusaha menyerap tenaga dari mustika itu. dan dalam dua hari Panji telah berhasil menyerap tenaga elemen angin dari mustika biru itu.
ini lebih sulit dari pada menyerap elemen petir"
apa menguasai elemen angin lebih susah daripada elemen petir" gumam Panji.
krriiuukkkk..
hahaha
ternyata perutku ini lebih parah lagi"
Panji pun keluar dari ruangan nya dan di luar telah menunggu seorang gadis siapa lagi kalau bukan Laras.
eh Laras"
ada apa??
__ADS_1
Panji"
kau sudah selesai menyerap energi dari mustika itu??
sudah"
tapi tenaga ku saat ini sudah habis" kata Panji
habis kenapa Panji?? Laras memberikan perhatian.
aku lapar"
jadi tenaga ku habis"
hehehehe
Laras langsung menarik Panji dan membawanya ke ruang makan. tak menunggu laman Panji makan dengan lahap nya.
pelan pelan saja"
tak akan ada yang mengambil nya darimu" kata Laras
hehe
aku benar benar kelaparan" kata Panji sedikit malu.
eh kakang"
kalau aku sudah jadi istrimu"
apa kita akan tinggal di sini??
atau di dunia mu?? tanya Laras tiba tiba
uhuk uhukk
Panji tersedak mendengar ucapan Laras.
minum kakang"
Laras menyodorkan semangkuk air dan langsung di teguk habis.
setelah dunia ku aman baru kita bahas soal pernikahan ya Laras" kata Panji menghindari pertanyaan Laras.
baiklah" kata Laras lemas.
aku akan keluar"
dan menguasai sepenuhnya elemen angin ini" kata Panji dan keluar meninggalkan Laras.
aku ikut"
dan aku akan menunjukkan tempat yang tepat untuk mu berlatih"
baiklah ayo" kata Panji.
dan Laras membawa Panji ke sebuah tanah yang cukup luas.
aku biasa berlatih di sini kakang"
jadi kakang berlatih di sini saja"
aku akan di sini menemani kakang" kata Laras.
Panji tak menjawab tapi malah mengambil posisi bersila dan mencoba menguasai elemen angin itu. saat itu Panji merasakan dorongan dalam tubuhnya. Panji merasakan elemen dalam tubuh nya menolak kehadiran elemen yang baru itu. tapi dengan tenang Panji membagi bagian bagian tulang dan otot nya hingga sedikit demi sedikit elemen angin itu mulai masuk dan bergabung dengan tubuhnya.
saat elemen angin itu bersatu dalam tubuhnya Panji merasakan pancaran energi dalam dirinya bertambah berlipat kali lipat.
hiiaaaatttttt
Panji mengeluarkan pancaran energi yang sangat luar biasa. bahkan tanah dan batu di sekitar Panji terdorong dan dentuman keras langsung terdengar jauh.
akkkhhhh
Laras yang merasakan tekanan tenaga dalam itu ikut terlempar.
ehhh..
laraasss..
Panji berlari dan langsung menolong Laras"
kau tak apa apa?? tanya Panji cemas
aku tak apa apa kakang" jawab Laras bersemu malu.
saat merasakan pancaran energi dari Panji raja siluman melesat keluar dari ruangan nya.
dari kejauhan raja siluman yang melihat tingkah kedua anak muda itu tersenyum.
masa muda yang begitu indah" kata raja siluman tersenyum dan masuk ke ruangan nya.
*******************
like vote n komen
__ADS_1