Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 103 memilih tuan baru


__ADS_3

Keris liuk tujuh terus melayang dan berputar putar di udara seperti mencari tuan nya.


"ada apa dengan keris liuk tujuh??" gumam penasehat Angga


"keris liuk tujuh"


"tunjukkan siapa tuan mu??" kembali teriakan raja Selese bergema


tapi lagi lagi keris itu hanya berputar dan melayang di udara dan itu membuat raja Selese keringat dingin, raja itu tak menyangka keris tanda raja itu tak langsung memilihnya.


"Wuussssshhhhhh"


keris liuk tujuh melesat cepat bagai kilat dan melayang tepat di atas Panji dan Demar.


"ada apa dengan keris ini Panji??" kata Demar kaget


"aku tak mengerti paman"


"sama seperti diri mu aku juga bingung" jawab Panji


keduanya berjalan beriringan dan di atas keris itu mengikuti mereka melayang di udara.


"seperti nya keris liuk tujuh telah memilih tuan nya baru" teriak penasehat Angga dan itu membuat raja Selese pucat.


"tidak mungkin"


"itu tidak mungkin" teriak raja itu tak percaya


"apa maksud paman tuan baru??" tanya Panji kepada penasehat kerajaan.


"salah satu dari kalian telah di pilih keris liuk tujuh dan akan menjadi raja baru di kerajaan Bintang kejora"


"dan kalian tak bisa menolak nya" jawab penasehat Angga


"ehhh...."


keduanya berseru bersama sama tak percaya.


"dia saja, aku tak ingin jadi raja" kata Panji langsung menolak


"aku, aku juga tak ingin jadi raja" tolak Demar


"tapi bagaimana pun salah satu dari kalian harus jadi raja"


"kalian tak bisa menolak takdir kalian" kata penasehat Angga


"bagaimana ini paman??" tanya Panji kepada Demar bingung


"aku gak tahu dan tak mau tahu"


"yang pastinya aku tak ingin jadi raja" kata Demar


"aku juga, bagaimana kalau kita suit??" kata Panji bercanda di saat ketegangan menyelimuti hati semua orang


"suit, apa itu suit??" tanya Demar tak paham


"kau tak paham apa itu suit??"


"apa kau tak pernah memiliki masa kecil??" tanya Panji


"sudah, ini bukan saat nya bercanda" kata penasehat Angga geram.


"mau tak mau dan terima atau tidak salah satu dari kalian akan raja di kerajaan Bintang kejora dan menjadi pemimpin tunggal di benua kuning" kata penasehat Angga.


Panji dan Demar akhirnya pasrah dan siap menerima padahal kedua nya sama sama ingin menolak posisi jadi raja.


"baiklah, saat aku memberi kode kalian sama sama melompat ke samping kiri dan kanan"


"baru kami mengetahui siapa raja kami yang baru" kata penasehat Angga.


keduanya mengangguk pasrah.


"baiklahhh, lompat" penasehat Angga pun memberi kode dan dengan refleks Demar dan Panji melompat ke samping.

__ADS_1


keris liuk tujuh melayang dan mengikuti Panji.


"yang mulia....!!"


penasehat dan semua rakyat langsung berlutut saat melihat keris liuk tujuh melayang tepat di kepala Panji, sementara raja Selese diam mematung tak percaya akan penglihatan nya.


"aku???"


Panji melihat ke atas dan melihat keris liuk tujuh melayang tepat di atas kepalanya.


"aku tak ingin jadi raja" kata Panji pelan.


"yang mulia, hamba menunggu perintah" kata penasehat Angga.


"aku..."


Panji tak mampu untuk berkata apa, dia bingung dan tak tahu harus berbuat apa.


"apa yang harus aku lakukan??"


"bagaimana ini??" Panji benar benar bingung.


"bereskan segala kekacauan ini"


itu lah perintah pertama Panji.


"dan kalian kepada rakyat untuk kembali ke kediaman kalian"


"kami akan membereskan sisanya" kata Panji lagi.


Mendengar perintah itu rakyat langsung bubar, tapi bukan kembali tapi berkumpul di kejauhan dan terus memantau keadaan istana.


"baik saat nya membereskan semuanya"


"mari kita ke dalam" kata Panji lantang


"mari ki, paman" ajak Panji kepada Ki Jabat dan Demar. dengan berat keduanya mengikuti Panji masuk ke dalam istana.


"silahkan yang mulia"kata penasehat Angga


penasehat Angga membawa Panji dan para panglima menuju ruang utama.


"silahkan menuju singgasana yang mulia" kata penasehat Angga penuh hormat.


"tidak paman, aku belum pantas duduk di singgasana itu" tolak Panji


"baiklah, setelah penobatan yang mulia tidak ada lagi alasan yang mulia untuk menolak" kata penasehat Angga.


Panji hanya diam dan pasrah, Panji duduk di sebuah kursi yang sebaris dengan para panglima.


"kami menunggu titah yang mulia" kata penasehat Angga


Panji diam dan memikirkan langkah apa yang harus di lakukan nya.


"baiklah, yang pertama kita harus menyelesaikan persoalan istana"


"seperti yang kalian tahu Mahapatih kerajaan ini telah tewas jadi aku akan mengangkat salah satu dari kalian yang akan menjadi Mahapatih" kata Panji


"kami menunggu yang mulia" lagi lagi penasehat Angga yang menjawab.


"aku harap kalian menerima semua keputusan ku"


"dan dengarkan"


"aku akan mengangkat Demar menjadi Mahapatih baru di kerajaan ini" kata Panji dan itu membuat Demar kaget.


"Panji, aku tak pantas dan tak menerima posisi itu, aku dari benua kegelapan"


"apa kau melupakan nya??" tolak Demar


"aku mempercayaimu paman"


"dan aku harap bantu aku paman"

__ADS_1


"bukan kah paman ingin berbuat baik dan ingin berubah??"


"dengan menjadi Mahapatih paman akan bisa melakukan kebaikan"


"kemampuan paman sangat di perlukan kerajaan ini" lanjut Panji


dengan berat hati Demar menerima posisi menjadi Mahapatih baru kerajaan Bintang kejora.


"untuk membantu Mahapatih Demar aku menunjuk seseorang yang menjadi wakilnya"


"dan Ki Jabat akan menjadi pendamping Mahapatih Demar"


"Panji.. aku..."


"akh sudahlah percuma saja menolak, kau akan tetap memaksa" kata Ki Jabat menerima juga dengan terpaksa.


"dan untuk paman, aku masih mengharapkan bantuan paman dalam istana dan membantu ku dalam mengambil keputusan" kata Panji kepada penasehat Angga


"hamba akan terus melayani yang mulia" jawab penasehat Angga


Setelah itu Panji mengalihkan pandangan kepada raja Selese.


"untuk raja Selese, mulai hari ini kau sudah tidak menjadi raja"


"tapi aku tak akan mencabut kebangsawanan mu"


"kau akan tetap jadi keluarga bangsawan"


"tapi kalian tak berhak lagi tinggal di istana"


"sebelum matahari terbit kau dan keluarga mu telah keluar dari istana"


"aku masih menghargai mu karena kau raja sebelum aku" kata Panji dingin


"seandainya kau terus dalam istana kau akan jadi duri dalam daging.


mau tak mau Selese terpaksa menerima keputusan Panji. tapi mata nya memancarkan api dendam yang teramat dalam.


"suatu saat aku akan mengambil hak ku itu" kata raja Selese dalam hati


"pergilah, aku tak ingin melihat mu lebih lama" kata Panji sedikit mengusir.


semua masih diam dan menunggu perintah berikutnya.


"dan untuk semua panglima yang tersisa"


"bagi yang ingin mengabdi aku siap menerima kalian tetap mengabdi di istana"


"tapi jangan coba untuk menyusun kekuatan untuk mengkudeta kerajaan"


"kalau aku mendengar pemberontakan aku sendiri yang akan menumpas kalian"


"dan bagi yang ingin hidup di luar istana atau mengikuti raja yang lama aku persilahkan untuk mengikutinya"


"siapa di antara para panglima yang ingin tetap di istana??" tanya Panji penuh wibawa


"atau siapa yang tak menerima keputusan ku??"


"kami akan mengabdi kepada kerajaan dan juga kepada yang mulia" jawab para panglima serentak


"baik, sekarang saat nya kita bekerja sama mengembalikan kondisi negeri ini"


"untuk saat ini itu perintah terakhir ku" kata Panji dan bangkit dari duduknya.


"HIDUP YANG MULIA" penasehat kerajaan langsung berteriak keras yang di ikuti punggawa dan semua yang hadir di ruang utama istana.


"raja ya??"


"sepertinya janji ku kepada eyang Sasongko telah aku penuhi" gumam panji


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


terima kasih untuk like dan vote nya.

__ADS_1


author makin semangat untuk up episode baru. dan author juga menunggu kritik serta saran dari kalian.


akhir kata terima kasih telah terus mengikuti perjalanan ini.


__ADS_2