
Dalam kebingungan Panji terdiam, sungguh Panji tak bisa menerima dengan baik, bagaimana mungkin Panji menjadi utusan baik dan utusan jahat.
"aku jadi pengikut dewa, tapi aku juga sudah terpaksa menjadi pengikut iblis, entah jalan apa yang akan aku lalui nanti" gumam Panji dalam hati nya.
"Sudah cukup berpikirnya bocah, sekarang dengarkan"
"kutukan pertama mu, kau akan mencari pedang panas matahari dan pedang dingin bulan" kata dewa perang Agatha.
"tapi asal kau tahu, kedua pedang itu belum ada di benua ini"
"mencari pedang yang belum ada??
"bagaimana mungkin??" Panji semakin bingung.
"seperti yang aku bilang, sebaiknya kau siapkan dirimu"
"kutukan kedua, hancurkan para dewa dewa palsu"
"Dewa dewa palsu??"
"aku semakin bingung" kata Panji.
"dan dewa dewa palsu juga saat ini tak ada di benua ini"
"para dewa dewa palsu sudah memulai penghancuran di dunia lain"
"dunia lain??"
"aku semakin tak mengerti"
"jelaskan padaku" pinta Panji.
"seperti yang aku bilang, siapkan diri mu"
"kami akan membawamu tiga purnama ke depan"
"membawa ku??"
"kemana??"
"dan bagaimana dengan simbol iblis ini" teriak Panji karena sangat bingung.
Dewa perang Agatha berjalan sangat perlahan, tapi hanya satu tarikan napas sudah berada di depan Panji.
Dewa Agatha menyentuh dada Panji.
Panji merasakan sesuatu sensasi aneh masuk dalam tubuhnya, hangat tapi sedikit menyakitkan.
"aku sudah menambah kekuatan segel dari simbol iblis mu, hanya raja iblis Gondomayit yang mampu membuka segel itu"
Perkataan dewa Agatha sedikit menenangkan Panji.
"bagaimana dengan kutukan yang kedua??" tanya Panji.
"itu akan jalani setelah kau berhasil menjalani dua kutukan mu"
"dan pasti nya setelah kau menjalani dua kutukan mu itu, kau sudah dan harus memiliki kemampuan untuk melawan iblis Gondomayit"
"ingat hanya tiga purnama" kata dewa Agatha memperingatkan Panji.
"tapi aku penasaran aku akan kemana, akan berbuat apa??" tanya Panji.
__ADS_1
"sebaiknya tak perlu kau pikirkan, kau nikmatilah hidup mu selama tiga purnama ini"
"karena setelah itu kau tak akan ada lagi di benua ini" kata dewa perang Agatha.
"aku tak akan ada di benua ini??"
"aku akan kemana??" gumam Panji dalam hati nya.
"Aku rasa sudah cukup lama kami di sini"
"ini ku kembalikan senjata dewa"
"karena bagi ku itu sudah tak berguna" kata dewa perang dan menjentikkan pedang dewa bagaikan kapas.
Panji mencoba meraih, tapi pedang dewa langsung menyatu dengan tubuhnya.
"selama kau belum memiliki kemampuan tinggi kau tak bisa mengeluarkan pedang dewa dari tubuhmu"
"ingat, kemampuan tinggi bukan hanya kemampuan mu yang sekarang"
"masih banyak tingkatan yang harus kau raih"
"jika itu mampu kau lewati, maka kau akan mampu menguasai pedang dewa seperti pedang biasa"
"memegang pedang dewa seperti pedang biasa??"
"bagaimana mungkin??" tanya Panji.
"cobalah untuk memiliki jiwa pedang"
"cobalah untuk mengetahui jiwa pedang"
"jika itu sudah kau kuasai, maka kau akan menjadi yang terkuat dari yang terkuat"
"kemampuan seperti dewa??"
"iya, saat ini kemampuan mu memang sudah tinggi"
"tapi itu hanya di kalangan manusia, kau tak mengetahui jika bangsa siluman dan bangsa iblis masih banyak yang lebih sakti dari mu"
"alam ini luas, jadi jangan puas dengan kemampuan mu yang sekarang" kata dewa perang Agatha.
"aku mengerti dewa, aku akan berlatih lebih keras lagi"
"saat ini kau hanya percuma jika berlatih di sini, batasan di sini sudah kau lampau, kau tak akan mampu lagi melewati batasanmu jika kau terus di benua ini"
"jadi dimana wahai dewa??" tanya Panji semakin tak paham.
"seperti yang aku katakan, masih banyak alam lain, dan tingkatan kekuatan nya pun semakin berbeda"
"jika kau tak bertarung dengan yang lebih kuat darimu atau paling tidak seimbang dari mu, maka kau tak akan tahu batasan kekuatan mu" kata dewa Agatha.
"bertarung dengan yang lebih kuat dari ku??"
"tapi akan ada dimana??" kembali Panji bertanya dalam hati nya.
"jika waktu nya sudah tiba kau akan mengetahui bagaimana menghadapi lawan yang lebih kuat dari mu"Kata dewa Agatha menjawab pertanyaan Panji.
"sudah saat nya kami kembali ke istana langit"
Dewa Agatha yang berdiri di depan Panji menempelkan tangannya di dada Panji.
__ADS_1
"huakkk...."
Panji memuntahkan cairan kuning.
"apa kau tahu itu cairan apa??"
"tidak, apa itu dewa??" tanya Panji merasa heran.
Setelah Panji mengeluarkan cairan berwarna kuning itu Panji merasakan seluruh tubuhnya semakin ringan dan semakin memiliki tambahan tenaga dalam.
"itu lah cairan urat jiwa"
"temukan cara untuk membersihkan semua cairan urat jiwa mu"
"maka kau akan mendekati tingkatan pendekar yang tak kau sangka"
"urat jiwa hanya akan di miliki oleh pendekar yang melewati batasan nya, aku mengeluarkan urat jiwa mu secara paksa" kata dewa Agatha
Setelah menjawab itu dewa Agatha berjalan meninggalkan Panji di ikuti oleh empat pengawalnya.
"tunggu..."
"bagaimana caranya??" tanya Panji ingin tahu.
Panji mengejar langkah dewa perang yang berjalan begitu pelan. tapi sekuat apa pun Panji mengejar tetap saja Panji ketinggalan semakin jauh dan semakin jauh dan akhirnya dewa Agatha dan empat pengawalnya hilang dari pandangan Panji.
"ingat anak muda, hanya tiga purnama"
"nikmati hidup mu selama tiga purnama ini"
Suara dari Agatha terngiang jelas di telinga Panji.
"sungguh luar biasa, kekuatan dewa memang tak ada bandingannya dengan kekuatan yang aku miliki" gumam Panji
"urat jiwa??"
"jiwa pedang??"
"tiga purnama??"
"aku bingung memikirkan semua itu"
"kemana aku akan mencari jawaban dari semua pertanyaan itu" gumam Panji kebingungan.
"urat jiwa hanya di miliki seseorang yang mampu melewati batasannya"
"batasan ku sampai dimana??"
"aku kok semakin bingung"
"terlalu banyak rahasia yang aku dapatkan hari ini" gumam Panji.
"Hhhmmm, menikmati hidup ya??" Panji terngiang akan kata kata dewa Agatha.
"baik, seperti nya tak buruk"
"rencana besok, aku akan menemui paman maung ke dimensi siluman"
"mungkin paman maung mengetahui sesuatu tentang urat jiwa"
"bagaimana ya kabar siluman manis, maung Laras??"
__ADS_1
****************************
like n komen sahabat.