
Seribu tahun yang lalu di kerajaan langit, seorang dewa berubah haluan yang awalnya dewa yang baik, tapi karena pengaruh iblis Gondomayit, dewa itu memilih menjadi pengikut iblis.
Raja dewa yang mengetahui kalau dewa itu membelot membuang dewa itu dan mengambil setengah kekuatan nya, setelah itu raja dewa membuang dewa itu ke benua daratan.
Di benua daratan dewa itu membuat keributan dan tak ada satu manusia pun yang mampu menahan kekuatan dewa itu, sehingga dewa perang Abimanya turun tangan atas perintah raja dewa, dan dengan pedang dewa Abimanya mampu mengalahkan dewa yang membelot itu. tapi dewa itu tak bisa musnah, jiwa nya mengembara dan bertemu dengan raja kematian Habiyang.
Setelah menganggap dewa sesat tewas dewa perang Abimanya membagi mustika dewa menjadi lima bagian dan merupakan senjata terkuat dari setiap elemen.
golok petir untuk elemen petir
pedang darah untuk elemen api
pedang rembulan langit elemen air
keris liuk tujuh elemen tanah
dan terakhir tombak gading putih ber elemen angin.
Dewa perang Abimanya melemparkan empat senjata ke seluruh benua sementara tombak gading putih di bawa oleh dewa perang Abimanya kembali ke istana langit.
Dewa sesat itu dan raja kematian membuat perjanjian, dewa sesat akan memberikan kekuatan kepada raja kematian jika dewa sesat memberikan tubuhnya kepada dewa sesat.
Raja kematian menerima permintaan dewa sesat, tapi semua itu di luar dugaan dewa sesat, raja kematian malah menyegel jiwa nya dalam tubuhnya dan hanya memakai kekuatan dewa sesat untuk menguasai seluruh benua.
Sejak itu lah raja kematian membuat teror di seluruh benua, jiwa dewa sesat akan bebas jika raja kematian tewas, dan manusia daratan mengetahui nya.
Resi Raspati yang menyegel raja kematian memutuskan tidak membunuh raja kematian, dan terus menyegelnya sehingga jiwa dewa sesat ikut tersegel di tubuh raja kematian. Resi Raspati lebih memikirkan akan kekuatan dewa sesat dari pada kedamaian benua sehingga dia memutuskan tidak membunuh raja kematian.
Setelah menyegel raja kematian resi Raspati menyebarkan mustika lima warna ke seluruh benua dan memberikan penjagaan yang ketat dan penjaga nya tubuh lima elemen.
Seribu tahun berlalu, raja kematian telah tewas di tangan Panji, dan kematian raja kematian telah membebaskan dewa sesat dari segel nya. raja kematian tewas berkat bantuan lima tubuh elemen dalam diri Panji.
setelah kematian raja kematian, lima tubuh elemen seharusnya sudah hilang dari tubuh Panji, tapi karena terbebasnya dewa sesat limat tubuh elemen tak bisa kembali karena mereka mendapatkan tugas lain yaitu membatu Panji, setelah tugas mereka selesai baru lah mereka bisa kembali ke nirwana sebagai dewa baru.
__ADS_1
Panji memandang ke sekeliling bekas pertempuran, kemenangan memang ada di tangan pasukan aliansi, tapi itu bukan sebuah kemenangan, begitu banyak mayat dan korban yang jatuh karena peperangan itu.
"ada apa yang mulia??" tanya Mahapatih Demar.
"aku merasa kemenangan ini bukanlah kemenangan, tapi.."
Belum selesai ucapan Panji, raja kerajaan itu tiba tiba merasa pusing dan pandangan nya berkubang kunang.
"brukkk..!!!"
raja muda itu jatuh dan pingsan.
"yang mulia..!!"
dengan cepat dan terkejut Mahapatih Demar menangkap tubuh Panji.
"siapkan kuda, aku akan membawa yang mulia ke istana" kata Mahapatih Demar cemas.
Tanpa menunggu perintah dua kali para prajurit menyiapkan kuda yang di minta. Mahapatih Demar dengan tergesa gesa menaikkan Panji dan melesat bagai setan menuju istana.
"untuk prajurit yang merasa masih bisa bergerak dan memilik kekuatan"
"bawa dan masukkan para prajurit yang gugur ke dalam parit"
"kita akan menguburkan mereka secara layak" perintah Mahapatih Seroja.
prajurit aliansi melaksanakan perintah itu dan semua bekerja saling bahu membahu.
Mahapatih Demar terus memacu kuda tanpa istirahat, dia lebih mementingkan kondisi raja Satria dari pada kondisi kuda yang sudah kepayahan. saat kuda melambat dengan terpaksa Mahapatih Demar memecut kuda sehingga kuda itu kembali berlari kencang.
dalam beberapa jam Mahapatih itu sampai di gerbang istana. bukan nya berjalan, Mahapatih Demar terbang cepat dan membawa Panji ke kamar pribadi nya.
Mahapatih Demar dengan cepat membuka baju Panji dan dia begitu kaget saat melihat cap telapak tangan di dada Panji.
__ADS_1
"apa ini bekas pukulan dewa sesat??"
Mahapatih Demar mendudukkan Panji dan mengalirkan hawa murni, tapi di luar dugaan hawa murni nya terdorong keluar, malah sebuah tenaga halus mendorong Mahapatih Demar sehingga terlempar jauh dari raja Satria.
"ada apa ini??"
"kenapa tubuh yang mulia menolak hawa murni yang aku alirkan??"
"bertahan lah yang mulia, aku akan mengobati mu" gumam Mahapatih Demar dan kembali mencoba mengalirkan hawa murni nya. tapi kejadian yang sama kembali terulang. tiga kali mencoba dengan hasil yang sama memaksa Mahapatih Demar menghentikan usahanya dan hanya memandangi wajah Panji yang mulai memucat.
"ada apa dengan Panji??" Raja Bahar yang tinggal di istana masuk kamar Panji dan langsung bertanya begitu melihat kondisi Panji yang tak sadarkan diri.
"aku tak tahu, yang mulia pingsan dan saat aku mengalirkan hawa murni tubuh yang mulia menolak, malah ada tenaga halus yang mendorong tubuhku hingga terlempar jauh" jawab Mahapatih Demar.
"jangan jangan racun??" tanya raja Bahar.
"tidak, ini bukan racun, yang mulia kebal akan racun" jawab Mahapatih Demar.
Saat kedua nya dalam kebingungan tiba tiba tubuh Panji dengan perlahan perlahan naik dan terangkat ke atas.
"yang mulia??" teriak Mahapatih Demar.
"ada apa kah dengan Sri Maharaja Satria Panji Nagara??"
*********
Author kembali lagi nih.
arc ini sebenar bukan arc yang masuk dalam pemikiran author. tapi kalau arc ini tak di masukkan, untuk arc berikut nya rasa nya gak nyambung. jadi mau tak mau arc ini harus author masukkan dalam cerita perjalanan menuju langit.
maaf jika author agak jarang up, tapi mulai hari ini dan seterus nya author akan up walaupun satu episode. kalau ada waktu senggang author akan up lebih dari satu episode.
akhir kata terima kasih masih terus mengikuti perjalanan ini, author pastikan perjalanan masih panjang.
__ADS_1
"like n komen ya sahabat Panji"