Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps140 manusia manusia kutukan


__ADS_3

Di perbatasan hutan Merbabu, Panji masih berpikir bagaimana memasuki hutan Merbabu.


"seperti nya aku akan menahan angin dengan angin"


"aku akan mencoba nya"


Panji kembali masuk ke hutan Merbabu dan telah menyiapkan pukulan topan di tangan kanan nya.


"whuussa..!!!!"


Angin kencang kembali datang ke arah Panji ini, Panji seperti niat awalnya akan menahan dengan pukulan topan, dan melepaskan pukulan topan nya.


"duuummmm..!!!"


Dua angin kencang saling berbenturan sehingga menimbulkan angin yang lebih kencang lagi. tapi kali ini angin kencang itu tertahan di tengah karena tertahan pukulan topan milik Panji.


Melihat angin puyuh itu terhenti Panji melompat dan maju masuk ke hutan Merbabu, tapi kembali angin angin kencang datang, dan memaksa Panji kembali lagi dan lagi mengeluarkan pukulan topan miliknya.


"hhuhhh, seperti nya tenaga dalam ku terkuras, pukulan topan memang membutuhkan tenaga dalam yang banyak. Panji melompat dan melayang di udara, memperhatikan sekitar nya. setiap dia mampu menahan angin puyuh daerah itu seperti miliknya, tak ada lagi angin puyuh yang mendekat.


Panji terus mempelajari pola serangan dari angin puyuh itu. saat Panji merasa sudah aman, angin kencang datang dari segala arah dan menghantam raja muda itu.


"akkkkhhhhhh...!!!!!"


Panji menjerit keras dan terlempar ke dalam jurang di sisi hutan.


Tubuh Panji terlempar tanpa ada hambatan, Panji mencoba mengerahkan tenaga dalam ilmu meringankan tubuh nya, tapi semua itu seperti percuma karena hutan Merbabu seperti dunia lain, gaya gravitasi di hutan Merbabu begitu besar, sehingga tubuh Panji seperti tertarik begitu cepat.


Di saat genting itu Panji kembali mengerahkan tenaga dalam ilmu meringankan tubuhnya.


"whuussss..!!!"


angin yang sangat hangat seperti membantu Panji dan menurunkan anak muda itu di dekat sebuah sungai.


"semua ini tak bisa aku pahami"


"sebenarnya ini dunia lain atau masih di pulau pelangi" Panji heran akan fenomena yang baru terjadi terhadap diri nya.


Panji berjalan menyusuri sungai, pakaiannya telah koyak karena hempasan dari angin kencang, Panji sudah seperti gembel.


Di kejauhan Panji mendengar keriuhan, Panji mengintip untuk memastikan suara itu apa.


"manusia??" gumam Panji keheranan karena melihat sekumpulan manusia sedang berbicara.


Panji datang dan mendekat, tapi manusia manusia itu malah menghumus pedang dan siaga akan kedatangan Panji.


"kau siapa??" tanya seorang curiga.


"saya Panji paman, maaf aku yang harus nya bertanya"


"aku berada dimana??" tanya Panji.


"hehehe, seperti nya kita telah bertambah, sudah sangat lama sehingga kami mencurigai mu" jawab orang yang di tanya oleh Panji.


"bertambah, aku tak mengerti paman" kata Panji.


"kau sudah masuk dalam hutan Merbabu, jangan harap keluar lagi"

__ADS_1


"kau sudah masuk dalam bagian manusia yang terkutuk"


"manusia terkutuk??"


Panji semakin tak mengerti.


"aku kemari hanya ingin ke gunung Merbabu, bukan ada niat lain" jelas Panji.


"percuma anak muda, sebaiknya kau persiapkan saja diri mu" kembali orang itu menjawab perkataan Panji.


"bersiap untuk apa paman??" tanya Panji


"tunggu saja, kau akan mengetahuinya"


"perkenalkan aku Narada" orang itu memperkenalkan dirinya.


"aku tak bisa menunggu, aku harus menemui Ki Sranggilangit, aku tak bisa menunda"


"dari mana jalan menuju gunung Merbabu" tanya Panji kepada Narada.


"hahahaha, semua yang ada di sini ingin menemui Ki Sranggilangit, tapi sampai sekarang melihat bayangan nya pun kaki tak bisa"


"kalau kau ingin mencoba dan korban berikut nya silahkan kau coba"


"apa kau lihat gunung tinggi itu??" tunjuk Narada ke arah bukit di kejauhan.


"itulah gunung Merbabu, tapi jangan kau pikir akan mudah menuju gunung itu" lanjut Narada.


"aku akan ke sana apa pun halangan nya akan ku hadapi" kata Panji.


"semua terserah padamu anak muda, kami tak akan menahan mu, hidup mati mu di sini terserah padamu"


"memperpanjang nyawa??"


"apa maksudnya??" tanya Panji.


"asal kau tahu, di wilayah ini ada makhluk haus darah, jika dia memakan salah satu dari kami, maka dia akan bertahan dan tak memburu kami sebulan lebih, bukan kah itu sudah cukup memperpanjang nyawa kami" kata Narada menceritakan sedikit kondisi di wilayah itu.


"aku tak peduli, yang pastinya aku akan menemui Ki Sranggilangit"


"selamat tinggal" kata Panji dan melangkah ke arah yang di tunjuk oleh Narada.


Saat Panji melewati jalan setapak, kepala bermunculan dari semak semak.


"apa apa an semua ini??"


"begitu banyak di sini manusia, apa benar mereka manusia terkutuk" gumam Panji dan menatap kepala yang bermunculan itu.


"aku tak ada waktu untuk memikirkan semua ini, aku harus bergerak cepat"


Panji berlari menggunakan tenaga fisik nya, tenaga dalam nya seperti tak berfungsi di hutan Merbabu, berfungsi pun tapi tak terlalu membantu Panji,sehingga dengan terpaksa Panji berlari dengan tenaga fisik.


"pantas lah mereka tak pernah bertemu dengan Ki Sranggilangit" gumam Panji


Panji berdiri di sebuah sisi jurang yang sangat dalam, jarak dengan sisi lain nya sangat jauh, dan di sisi jurang itu lah kaki gunung Merbabu. Panji menimbang untuk melompat, tapi karena ilmu meringankan tubuhnya tak banyak berpengaruh Panji berpikir dua kali.


"sekarang apa yang harus aku lakukan??"

__ADS_1


"apa memang ini tempat yang di kelilingi oleh jurang dalam??"


"jika itu benar mungkin itulah penyebab nya orang orang tadi tak bisa pergi dari tempat ini"


Panji berjalan menelusuri sisi jurang berharap sebuah jalan atau jurang itu menyempit, tapi harapan Panji buyar karena semakin jauh dia berjalan jurang itu malah semakin melebar, dan semakin menjauhi kaki gunung Merbabu.


"aku akan kembali ke tempat awal, di sana aku akan memikirkan cara terbaik"


Panji dengan memaksa tenaga nya kembali ke titik awal dimana Panji akan memulai langkah menuju gunung Merbabu.


"hahahaha, ternyata di sini telah menunggu makanan"


"aku tak menyangka akan mendapat makanan segar di tempat ini" suara yang begitu menakutkan mengagetkan Panji.


Panji berbalik karena suara itu, dan mata Panji langsung terbelalak melihat sosok tubuh di depan nya. soal menyeramkan dengan taring panjang, berwajah serigala tapi bertubuh manusia.


"apa kau siluman??" tanya Panji dengan lantang.


"hahahaha, manusia rendah"


"berani bertanya saat kematian mu sudah di ujung tombak" jawab sosok itu


sosok itu membawa kayu di tangan nya, kayu berduri yang seperti nya senjata andalan nya. Panji waspada dan mengeluarkan tenaga dalam nya walaupun hanya sedikit yang bisa di keluarkan.


"apa kau pikir aku akan menyerah tanpa perlawanan??" kata Panji sedikit menantang dan memancing emosi manusia serigala itu.


"Whuuss..!!!"


Manusia serigala itu mengayunkan senjatanya, tenaga fisik yang di keluarkan begitu kuat, Panji melompat ke samping tapi manusia serigala itu terus menyerang tanpa memberi kesempatan kepada Panji.


Panji mencoba melawan dengan jurus tarian naga nya, tapi tanpa pengerahan tenaga dalam jurus Panji hanya lah tarian biasa di mata manusia serigala itu.


"breeetttt..!!!" Saat Panji sedikit membungkuk senjata manusia serigala itu merobek punggung nya.


"akkhhh..!!" Panji menjerit pelan.


"matilah manusia rendah"


Manusia serigala itu menendang Panji dengan sangat kuat, saking kuat nya sampai Panji terlempar jauh.


Panji belum menyerah dan berdiri dengan terhuyung.


"whusss..!!!"


kembali manusia serigala mengayunkan senjata nya, Panji melompat ke samping, manusia serigala telah membaca gerakan Panji.


"bukkk..!!!"


Tendangan manusia serigala kembali menghantam Panji, dan saat itu lah hal yang tak di duga Panji. Panji terlempar ke sisi jurang dan tanpa mampu menahan Panji jatuh ke jurang yang sangat dalam.


hanya jeritan dari Panji yang terdengar oleh manusia serigala.


"aaaaaakkkkkkkkhhhhhhh"


*******


Author tahu kalian pasti tak suka Panji kalah, tapi apa manusia itu selalu menang dalam hidup nya??"

__ADS_1


tidak bukan??"


like n komen ya sahabat.


__ADS_2