
"Yang mulia terlalu cepat mengambil keputusan" kata Mahapatih Demar kepada Panji.
"tidak paman, itu keputusan terbaik"
"aku sebagai raja, harus berani mengambil keputusan"
"aku tak mau rakyat yang tak bersalah jadi korban paman" jawab Panji.
Keputusan Panji untuk mengosongkan istana memang penuh dengan pro dan kontra, banyak yang menolak tapi sebagian lagi menerima dengan baik keputusan Panji.
Sebagian besar memang ingin bertarung dengan Panji, tapi saat merasakan pancaran tenaga dalam yang besar yang di keluarkan oleh Panji, para punggawa kerajaan akhirnya sadar jika akan menjadi beban dalam pertarungan melawan dewa sesat.
" tapi prajurit akan sedikit membantu mu yang mulia" kata Mahapatih Demar.
"membantu??"
"yang ada mereka akan di bantai paman"
"ini bukan lagi soal jumlah, berapa banyak lun orang nya jika berhadapan dengan dewa sesat, kalau yang berilmu biasa saja pasti akan tergusur oleh kekuatan besar yang di miliki oleh dewa sesat" jawab Panji.
"tapi sampai kapan yang mulia akan menunggu??"
"sampai dia akan datang kemari paman"
"Ku tahu dia akan datang"
"dan aku akan memancing nya" jawab Panji
"memancing??"
"bagaimana kau akan memancing nya??"
"dengan cara apa??" tanya Mahapatih Demar.
"jika memang dia sudah di benua ini, dia akan merasakan pancaran tenaga dalam ku paman"
"seperti hal nya aku yang merasakan pancaran tenaga dalam nya"
"walaupun dia jauh tapi aku merasakan jika pancaran tenaga dalam nya sangat mengerikan"
"jauh mengerikan dari pada raja kematian" jawab Panji.
"jauh mengerikan dari pada raja kematian??"
"itu kah tenaga dalam dari seorang dewa??"
"dia bukan lagi dewa paman"
"itu hanya tinggal status saja"
"raja dewa sudah mengambil setengah kekuatan nya"
"jika dia masih memiliki kekuatan dewa nya, meskipun seluruh manusia yang ada di benua ini melawan nya, kita semua akan tergusur bagaikan pasir paman" kata Panji menjelaskan.
"kapan yang mulia akan memancing nya??" tanya Mahapatih Demar.
"sekarang paman, aku tak akan menunda terlalu lama"
__ADS_1
"sebaiknya paman menjauh, aku bukan nya tak percaya dengan pertahanan paman"
"tapi..!!!"
"aku harap paman menjauh" kata Panji
Mahapatih Demar mengerutkan dahi nya, dia sebenarnya sedikit tersinggung, karena itu sama saja meremehkan tenaga dalam yang di miliki nya.
Mahapatih Demar tahu, selain Panji dia lah orang yang memiliki tenaga dalam paling besar di dalam istana, tapi Mahapatih Demar tak sadar jika tenaga dalam Panji telah di tambah oleh Ki Sranggilangit dan juga bertambah berlipat ganda saat memakan buah api naga.
Mahapatih Demar memang sudah merasakan tadi saat dalam ruang pertemuan bagaimana besar nya tenaga dalam yang Panji miliki, tapi Mahapatih Demar tak tahu jika itu belum semua Panji keluarkan.
Tapi demi menghargai raja nya, Mahapatih Demar memilih mengikuti permintaan Panji, Mahapatih Demar sedikit menjauh dari Panji, Mahapatih Demar hanya menjauh sekitar sepuluh meter saja.
Panji melihat ke arah Mahapatih Demar dan geleng geleng kepala.
"dia masih merasa kalau pertahanan ya cukup kuat, kau sudah menyuruh nya menjauh"
"tapi dia merasa hebat"
"baik lah paman, kau akan melihat dan merasakan sendiri"
"kau yang akan merasakan sendiri kecerobohan mu itu" gumam Panji dalam hati nya.
Panji mengambil posisi duduk bersila, perlahan lahan dia mengeluarkan tenaga dalam nya, cahaya keemasan mulai memancar dari tubuh nya. semakin lama semakin besar tenaga dalam yang keluar.
Angin puyuh datang, petir menyambar, tanah bergetar dan air hujan beku mulai terlihat berjatuhan, itu semua karena pancaran tenaga dalam yang begitu besar.
Semakin lama semakin mengerikan, alam mengetahui jika semua itu ulah manusia,.
"glarrrr...!!!!'
Air hujan mulai turun, tapi saat hujan itu sampai ke bumi, air cair itu berubah menjadi es yang begitu keras.
angin kencang menyibak pepohonan, menghempaskan apa pun yang menghalanginya.
Bumi juga bergetar, gempa besar di sekita benua kuning. sungguh pancaran tenaga dalam yang begitu mengerikan.
Mahapatih Demar mundur menjauh sebelum pertahanan yang di buatnya di sekitar tubuh nya hancur berantakan. semakin jauh tapi tetap saja Mahapatih itu merasa tertekan oleh aura emas yang Panji keluarkan.
Mahapatih Demar melenting bersalto bahkan keluar dari istana, Mahapatih itu tak sanggup menahan dan melawan pancaran tenaga dalam besar yang Panji keluarkan.
"bagaimana mungkin yang mulia memiliki tenaga dalam sebesar itu??"
"itu bukan lagi tenaga dalam milik manusia"
"kalau aku bertarung dengan nya, mungkin hanya beberapa jurus aku sudah kalah"
"sungguh luar biasa" gumam Mahapatih Demar kagum.
Mahapatih Demar menunggu sampai Panji menarik kembali pancaran tenaga dalam yang di keluarkan oleh raja muda itu.
Saat Panji menarik kembali tenaga dalam nya, alam yang gelap dan suasana menyeramkan kembali sedia kala. kembali saat sebelum Panji mengeluarkan tenaga dalam nya.
"Luar biasa yang mulia"
"aku sungguh kagum" kata Mahapatih Demar memuji
__ADS_1
"itu belum seberapa paman dari pada tenaga dalam yang mereka miliki" jawab Panji
"tenaga dalam yang mereka miliki??"
"siapa maksud yang mulia??" tanya Mahapatih Demar.
"Ki Sranggilangit"
"seandainya dia mau mengotori tangan nya, dewa sesat bukan lah lawan nya" jawab Panji
"kenapa dia tak turun tangan yang mulia??" tanya Mahapatih Demar heran.
"dia itu menunggu waktu untuk di angkat jadi dewa paman"
"puluhan, bahkan sudah tahun dia menunggu dan mengabdi kepada dewa"
"jangan karena tangan nya kotor karena melawan dewa sesat, semua yang sudah di tempuh nya untuk menjadi dewa jadi sia sia"
"itu lah alasan nya tak mau melawan dewa sesat" jelas Panji
"apa lah guna nya jadi dewa jika tak ada manusia??"
"akan sia sia pasti nya" kata Mahapatih Demar.
"setiap manusia berbeda pemikiran nya paman"
"dan satu lagi, aku yakin jika semua manusia mati, pasti dewa akan menciptakan manusia baru"
"atau tak mungkin dewa akan membiarkan manusia di seluruh benua ini binasa"jawab Panji.
"kalau begitu kenapa dewa tak turun tangan??"
"semua itu ada siklus nya paman"
"sebenarnya aku yang salah, melawan siklus dari dewa"
"seharusnya aku hanya harus menyegel raja kematian"
"tapi aku melawan kehendak dewa, aku membunuh raja kematian, dan membangkitkan dewa sesat"
"tapi aku memahami alasan yang mulia membunuh raja kematian"
"iya paman, tapi itu pemikiran paman"
"sementara raja dewa hanya memastikan siklus yang di buat oleh nya harus berjalan seperti yang seharusnya" jawab Panji
"sudahlah paman, sebaiknya kita istirahat"
"kita membicarakan ini hanya akan menambah pusing" kata Panji dan melangkah meninggalkan Mahapatih Demar.
"Akhhh pancaran tenaga dalam ini??"
"aKu merasakan nya"
"aku akan ke sana"
******
__ADS_1
like n komen ya sahabat Panji.