Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 137 lembu Jaran


__ADS_3

"apa ada yang berani??" lantang suara orang itu menantang dua belas peserta yang lolos.


Semua rakyat diam mendengar tantangan orang itu.


"kek siapa dia??"


"kenapa sepertinya para penduduk sangat mengenalnya" tanya Panji pada kakek usil di dekat nya.


"dia tokoh hitam, cukup kejam dan tak pandang bulu membunuh"


"nama lembu Rajan" jawab kakek tua itu ketakutan.


Wajah ketakutan juga terpancar di wajah para penduduk.


Raja Baruna berdiri.


"lembu Rajan, kau tak di undang untuk kompetisi ini, jadi pergi lah" kata raja Baruna memberanikan diri.


"hahahahah, aku menginginkan putri mu, apa salah??"


"asal kau tahu aku harus mendapatkan apa pun yang aku inginkan, termasuk putri mu" jawab lembu Rajan.


Wajah raja Baruna merah padam mendengar perkataan tokoh hitam itu.


"tapi aku juga ingin membuktikan kepada mu kalau aku pantas menjadi menantu mu, calon mertua ku" lembu Rajan mengejek raja Baruna.


"aku akan buktikan semua yang lolos ini bagi ku hanya lah ayam sayur, makanan pembuka"


"dan putri mu makanan utama nya" lembu Rajan menjilat bibir nya dan menatap ke arah putri yang duduk ketakutan.


"hahahahah, ayo siapa yang berani??"


"kalian semua pun boleh maju menghadapi aku"


"kalian hanyalah lalat pengganggu" ejek lembu Rajan kepada dua belas peserta yang lolos.


Yudira salah satu peserta yang lolos memberanikan diri.


"aku akan buktikan kalau kata kata mu hanyalah omong kosong"


"hiattt..!!!"


Yudira mencabut golok nya dan menebas leher lembu Rajan.


"trakkkk..!!!"


leher lembu Rajan tertebas golok Yudira dan semua mata terbelalak saat melihat kepala lembu Rajan masih berada dalam posisi nya tak kurang apa pun, bahkan leher lembu Rajan sedikit pun tak tergores.


"bocah bodoh..!!!"


Tangan lembu Rajan bergerak cepat dan menghantam dada Yudira.


Pukulan itu terlihat pelan tapi hasil nya di luar dugaan. Yudira masih berdiri di tempat nya saat terkena pukulan lembu Rajan.


"huuakkk..!!!"


hal di luar dugaan pun terjadi. Yudira muntah darah dan jatuh menggelepar, tewas dengan luka dalam yang parah. organ dalam tubuh nya hancur karena pukulan dari lembu Rajan.


"hahaha, apa ada lagi yang akan mencoba??"


"atau kalian sudah menyerah??" tunjuk lembu Rajan kepada peserta yang tersisa.

__ADS_1


"mari kita serang bersama sama" salah satu peserta memberi ide.


Peserta lain menatap yang memberi ide.


"mari, aku juga tak mau usahaku sia sia"


Empat peserta maju menyerang lembu Rajan. empat serangan itu tak membuat lembu Rajan khawatir. saat ke empat nya mendekat lembu Rajan bergerak cepat, dan tanpa di ketahui penyebab nya empat kepala telah tergeletak di panggung. semua mengetahui itu ulah lembu Rajan, karena pedang lembu Rajan berlumuran darah dan menetes membasahi panggung.


"apa masih ada yang ingin mencoba??"


"kau..???" tunjuk lembu Rajan ke arah Gumilang dengan pedang yang berlumuran darah.


"ti..tidakk..!!"


"aku tak berani..!!" jawab Gumilang gemetaran.


"hahahaha, lihat lah mertua ku"


"semua peserta ini hanyalah pengecut"


"jadi tak ada lagi alasan mu untuk menolak ku menjadi menantu mu" lembu Rajan tertawa bangga.


Lembu Rajan berjalan mendekati raja Baruna dan tatapan nya tak lepas dari putri Raja.


"apa kau sudah siap menjadi istri ku putri Delima??" tanya Lembu Rajan.


"putri Delima??"


Panji kaget saat lembu Rajan menyebut nama putri Delima, Panji memandang ke arah putri itu dan Panji semakin kaget saat melihat putri Delima, gadis yang telah tanpa sengaja bertemu dengan nya di sungai hutan kerajaan.


"putri ku tak akan bersedia menikah dengan mu lembu Rajan, dan aku tak akan mengijinkannya"


"kau tak memiliki kemampuan untuk mengusir ku Baruna"


"lihatlah para Senopati mu itu, satu pun tak ada yang berani kepada ku" tunjuk lembu Rajan ke arah para prajurit yang menunduk.


"hari ini juga aku akan menikah dengan putri Delima, hahahaha"


"cepat persiapkan pernikahan kami Baruna" perintah Lembu Rajan.


"dan kau kemari, di dekat calon suami mu" lembu Rajan menarik putri Delima dengan paksa.


"lepaskan, lepaskan aku..!!!"


"ayahanda tolong aku..!!" putri Delima mulai ketakutan.


"hahahahah, Baruna terima saja semua ini" Lembu Rajan tertawa merasa telah mendapatkan kemenangan.


"Carilah lawan yang sepadan lembu bodoh" suara keras terdengar dari kerumunan penduduk.


Lembu Rajan kaget akan perkataan keras itu, jarang orang berani mengatai lembu Rajan seperti itu.


"siapa yang berani berkata seperti itu??"


"tunjukkan diri mu"


"aku hanya mempercepat kematian mu"


"ayo, kita bertarung" tantang lembu Rajan


"lembu bodoh, cari aku kalau kau memiliki kemampuan" lagi lagi suara itu terdengar dari kerumunan penduduk.

__ADS_1


"keparat, jangan berani mempermainkan lembu Rajan, kau akan ku cincang" maki lembu Rajan.


"bagaimana kau akan mencincang ku, sementara kau tak menemukan aku dimana" kembali suara itu terdengar.


"kau bermain main dengan maut, baik aku juga akan bermain main"


"keluar atau penduduk akan jadi korban"


Lembu Rajan menyiapkan pukulan yang mengandung tenaga dalam dan bersiap melepaskan ke arah penduduk.


"awwwww...!!!"


"selamatkan diri mu"


Penduduk yang awalnya diam berubah menjadi riuh karena ancaman dari lembu Rajan.


"bagaimana??"


"sampai kapan kau akan bersembunyi??"


"aku tak bisa menahan pukulan ku ini terlalu lama" ancam lembu Rajan.


Diam, sepi dan sunyi. tak ada lagi balasan dari perkataan lembu Rajan. lembu Rajan tersenyum karena merasa telah berhasil menakuti orang yang meledek nya. tapi saat senyum menghilang, sekelebat bayang biru terbang di atas kepala penduduk dan terbang menuju podium kehormatan.


Bayangan itu bergerak sangat cepat, sulit untuk di ikuti oleh mata biasa dan tahu tahu bayangan biru itu telah menarik putri Delima dari pegangan lembu Jaran.


Bayangan biru itu memeluk pinggul putri Delima begitu erat, mereka melayang di udara, putri Delima membuka matanya saat merasakan hembusan napas hangat di dekat wajah nya. Putri Delima melihat wajah yang tak asing, wajah yang menganggu hati nya beberapa hari ini. putri Delima bahkan merona merah karena begitu dekat nya dengan pemuda yang memeluknya itu.


Bayangan biru itu terus terbang pelan seperti menari di udara, putri Delima dalam perasaan damai menempelkan kepala nya di dada pemuda itu.


"huppp...!!!"


Pemuda itu mendarat dengan santai di panggung kompetisi.


"kau tak apa apa??" tanya pemuda itu kepada putri Delima.


"ehh, aku..aku..!!"


"tidak, bukan..!!"


"aduh..!!" putri Delima tak tahu harus berkata apa.


"gadis aneh..!!" gumam pemuda itu tapi terdengar jelas di telinga putri Delima.


"kau..!!!!"


"berani kau memanggilku begitu??" putri Delima kesal.


pemuda itu dan putri Delima sedikit berdebat, bahkan melupakan keberadaan lembu Jaran.


"keparat kauuuu.....!!!!!!"


Teriakan lembu Jaran menggema karena di lembari dengan tenaga dalam tinggi.


*********


like n komen ya kawan.


Author lanjut kerja ya.


lembur malam ini.

__ADS_1


__ADS_2