Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 78 tumbal benua kegelapan


__ADS_3

Setelah pertemuan nya dengan diyah Pitaloka Panji kembali ke rumah Pitaloka dan menemui permaisuri Iyeng Anggi.


maaf Bu"


ada sesuatu yang harus aku sampaikan" kata Panji


apa??


sepertinya ini serius??tanya Iyeng Anggi


aku ingin kalian pindah dari kota ini"


kota ini sudah mulai rusuh"


aku tak ingin terjadi sesuatu yang tak baik menimpa kalian" kata Panji


kedua ibu dan anak itu berpandangan tak tahu harus berbuat apa.


aku memang merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi di kota ini"


tapi kami akan kemana?? tanya permaisuri Iyeng Anggi


Panji terdiam karena dia memang tak tahu harus membawa kemana keluarga istana.


aku belum tahu kabar suami dan putra ku"


bagaimana kabar mereka??


mereka baik baik saja Bu"


dan sekarang mereka tak jauh dari benua biru"


kenapa kakang??


musuh mengetahui markas kami dan menyerang tiba tiba"


untung kami selamat"


dan yang mulia dan pangeran juga selamat dengan sehat" kata Panji


apakah jauh??


aku ingin menemui putra ku"


aku juga ingin menemui ayahanda kakang" sambung Pitaloka.


Panji berpikir lama.


bagaimana kalau kalian dan yang mulia serta pangeran untuk sementara bersembunyi di lembah kesunyian?? kata Panji


lembah kesunyian??


dimana itu kakang??


nanti kalian akan tahu"


aku akan membawa yang mulia dan pangeran beserta prajurit ke lembah kesunyian"


setelah itu kalian menyusul ke sana"


Panji berpikir tak semudah itu untuk merebut istana Ganda Lima karena keberadaan raja kematian Habiyang. hanya dengan membunuh raja benua kegelapan itu lah jalan satu satu nya untuk bisa merebut kembali istana. jadi Panji berinisiatif untuk memindahkan semua prajurit ke lembah kesunyian dan menyusun kekuatan untuk menyerang.


aku akan kembali ke markas dan menemui yang mulia"


setelah itu kami akan ke lembah kesunyian"


nanti kalian akan menyusul" kata Panji


kami akan menunggu" kata permaisuri iyeng Anggi


aku pamit" kata Panji dan berdiri


hati hati kakang" kata diyah Pitaloka berat untuk melepas Panji


Panji tersenyum melihat tingkah putri keraton itu.


huuppp


dalam beberapa kedipan mata Panji telah menghilang dari pandangan.


aku percaya kau akan kembali untuk ku" kata Pitaloka dalam hati.


sebelum aku mencari mustika yang lain aku harus membawa mereka ke lembah kesunyian"


aku mungkin akan lama mencari mustika berikutnya"


dan tak bisa terus menerus menjaga mereka" gumam Panji dan terbang menuju markas si tepi perbatasan benua biru.


 


\*


 


di kerajaan ganda lima


bodoh"


hanya untuk menemukan mereka kalian tak becus"


apa kalian hanya tahu makan" raja kematian begitu marah setelah menerima laporan dari panglima Gariga.

__ADS_1


maafkan kami yang mulia"


kami kemari untuk bertanya apa kami akan terus mencari pemberontak itu atau bagaimana yang mulia?? tanya panglima Gariga


tidak perlu"


saat kalian kembali kemari"


para pemberontak itu pasti sudah jauh meninggalkan benua putih ini"


perkuat pertahanan"


dan kau panglima Saptika"


perkuat anak buah mu"


aku ingin kita kuat sebelum mereka semua bersatu dan menyerang kita"


baik yang mulia" kata panglima Saptika


aku permisi yang mulia kembali ke benua hitam"


Saptika pun undur diri


apa panglima Gantika belum ada kabar??


belum yang mulia"


kemana lagi dia"


hanya dia saat ini yang bisa aku andalkan"


kalian sepertinya sudah terlalu lama tidur jadi kalian menjadi lemah"


kau Gariga"


perkuat lagi kekuatanmu"


aku tak ingin kehilangan panglima yang lain"


sepertinya pemuda itu harus kita waspadai"


baik yang mulia"


hamba paham"


hamba akan ke benua kegelapan untuk menambah tenaga dalam" kata panglima Gariga.


tunggu panglima Gantika kembali baru kau ke benua kegelapan"


kalau begitu aku permisi yang mulia"


panglima Gariga keluar dan kembali ke kamarnya.


di benua merah.


kedatangan panglima Demar di sambut raja Bahar dengan dingin. raja Bahar melihat bagaimana panglima itu membantai para prajurit yang menunggu di luar istana.


ternyata selama ini aku memelihara ular" kata raja Bahar dingin.


hahahaha


itu kebodohanmu"


mulai sekarang singgasana ini milik ku"


prajurit cari keluarga istana"


dan jebloskan raja bodoh ini ke penjara" kata panglima Demar dan berjalan menuju singgasana kerajaan.


memang menyenangkan duduk di kursi singgasana ini"


pantas banyak yang ingin menjadi raja"


hahahaha


Sri Maharaja Demar"


nama yang luar biasa" kata panglima Demar.


tanpa menunggu perintah dua kali prajurit mencari di seluruh istana tapi tak menemukan permaisuri dan putra mahkota.


kami tak menemukan keluarga istana panglima" kata seorang prajurit


apa kau bilang??


panglima??


mulai sekarang kalian memanggilku yang mulia"


aku Sri Maharaja Demar


ingat itu" kata panglima Demar


baik yang mulia"


hahahahaha


panglima Demar tertawa dalam kebahagiaan.


kau tak pantas duduk di singgasana itu Demar"

__ADS_1


tiba tiba dua orang masuk dan langsung mengejutkan panglima Demar.


apa maksud mu Patih??


bukankah kalian sudah bersedia menerima syarat dari ku asalkan aku membelot" kata panglima Demar


apa kau pikir raja kami juga akan mau memelihara penghianat sepertimu" kata Patih Makdum


Sepanu apa sebenarnya yang kau rencanakan?? tanya panglima Demar.


hehehehe


panglima Sepanu menyunggingkan senyumnya.


keparat kau Sepanu"


panglima Demar merasa kalau keselamatannya terancam dan mengambil posisi siaga.


percuma Demar"


raja kami menginginkan kepalamu"


jadi serahkan saja agar kami tak perlu repot" kata Patih Makdum.


panglima Demar merasa kalau semua ini masih sandiwara panglima Sepanu dan tak sadar kalau dia telah di korbankan untuk kejayaan benua kegelapan.


panglima Demar langsung menarik pedang nya dan menyerang Patih Makdum. panglima Demar menyangka panglima Sepanu akan membantunya menghabisi Patih Makdum.


hiaaattttt


tranggg


benturan pedang terjadi saat Patih Makdum menahan pedang panglima Demar. panglima Demar yang telah kehilangan sebelah tangannya hanya bisa mengeluh karena bagaimana pun juga panglima kegelapan itu sedang terluka parah.


panglima Demar mundur kebelakang dan mencari jalan melarikan diri.


kau akan mati di sini" kata Patih Makdum dan menyerang dengan bertubi tubi. sabetan pedang Patih itu membuat panglima Demar hanya bisa bertahan.


Sepanu"


bantu aku" kata panglima Demar


baiklah" panglima Sepanu maju dan menyerang Patih Makdum dan sepertinya kan melayangkan satu pukulan keras tapi tiba tiba pukulan itu berubah arah dan


bukkkk


pukulan nya menghantam dada panglima Demar.


Brett


dan di lanjutkan dengan sabetan pedang di dada panglima Demar.


akkhhh


panglima Demar langsung terjatuh. dua luka parah membuat panglima itu terdiam kaku.


hahahaha


kematian mu telah di tentukan"


blaaaarrrt


tapi dengan sisa tenaga dalam nya panglima Demar melepaskan pukulan jarak jauh. panglima Sepanu dan Patih Makdum menghindar dan pada saat itu lah panglima Demar melompati jendela dan melarikan diri.


kejarr...


jangan sampai lolos" kata Patih Makdum pada para prajurit.


ratusan prajurit langsung berlari mengejar panglima Sepanu.


itu dia"


kejar jangan sampai lolos" kata komandan Sudik


iya bunuh dia"


dia penghianat" sambung seorang prajurit.


dan pengejaran itu sampai ke sebuah jurang yang cukup dalam.


panglima Demar berhenti dan tak bisa lagi lari karena terhalang jurang yang curam. dia melihat di belakang ratusan prajurit telah bersiap menghabisinya.


sepertinya ini akhir dari semuanya"


hidup benua kegelapan" kata panglima Demar. perlahan lahan dia berjalan dan mendekati jurang itu.


kalian tak akan bisa menangkap ku" kata panglima Demar dan menutup matanya.


panglima Demar memilih bunuh diri ke dalam jurang yang dalam itu.


bagaimana ini??


semuanya terpaku melihat tubuh panglima Demar telah menghilang di telan jurang.


mari kita pulang dan laporkan pada Patih Makdum"


 



 

__ADS_1


like vote n komen


__ADS_2