Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 43 menyerang ke istana


__ADS_3

setelah melalui malam panjang dengan pesta daging rusa hasil buruan Panji semuanya tidur terlelap dalam mimpi nya.


Panji masih berpikir akan rencana nya besok ke ibukota kerajaan untuk melihat keadaan kota raja. Panji juga berniat menyusup ke istana untuk melihat seberapa besar kekuatan dari golongan hitam yang telah menguasai istana kerajaan ganda lima.


semoga semua berjalan dengan lancar" gumam Panji. dan Panji terlelap dalam tidurnya.


Panji terbangun saat matahari telah tinggi. tak ada prajurit yang membangunkan nya. habis makan Panji mempersiapkan diri untuk pergi melihat keadaan kota raja.


yang mulia..!!


hamba pamit" Panji permisi untuk berangkat ke kota raja.


hati hati anak muda"


Panji melangkah keluar tapi suara teriakan menghentikan langkahnya.


kakanggg...


Panji menoleh ke arah suara.


diyah..


ada apa??


tanpa rasa malu diyah Pitaloka memeluk Panji dan menangis di dada Panji.


ehh kenapa tuan putri??


Pitaloka menatap wajah Panji.


hikkss hikksss


Pitaloka tak mampu membendung air mata yang mengalir dari kedua matanya.


semua yang hadir di ruangan itu kaget saat melihat Pitaloka tanpa malu memeluk Panji.


apa kakang akan kembali ke sini??


apa kakang akan meninggalkan Dinda??


apa kakang tak memahami perasaan dinda??


Pitaloka mencurahkan semua perasaan nya pada Panji.


Panji terdiam tak menyangka putri keraton mengatakan semua itu di depan semua orang.


tuan putri..


aku...


Panji tak mampu mengungkap kan sepatah kata pun.


tapi Panji menatap diyah Pitaloka dan tersenyum.


jangan tinggalkan Dinda kakang..!!


atau bawa saja Dinda kemana pun Dinda akan ikut" kata diyah Pitaloka.


aku tak mungkin membawa tuan putri"


aku pergi bukan untuk main main tapi mengejar masalah"


dan bukan tidak mungkin aku akan berhadapan dengan orang orang yang telah menguasai istana"


maafkan aku yang tak bisa memenuhi permintaanmu tuan putri" kata Panji.


Pitaloka masih memeluk Panji.


apa kakang akan kembali??

__ADS_1


Panji terdiam.


aku akan berusaha untuk tidak membuat masalah di kota raja"


kakang..!!


Dinda harap kakang akan menemui dinda" diyah Pitaloka menatap Panji penuh harap.


setelah semua ini selesai dan istana kembali damai tuan putri yang akan aku temui pertama kali" kata Panji menenangkan putri diyah Pitaloka.


kakang janji sama Dinda" tanya diyah Pitaloka.


Panji tersenyum.


iya aku berjanji.


kakang tunggu sebentar" Pitaloka berlari ke kamar nya dan membawa se helai selendang pendek. selendang penghangat leher berwarna putih keperakan


semalaman Dinda menyulam ini hanya untuk kakang" diyah Pitaloka memberikan selendang itu pada Panji.


sebelum Panji menerima diyah Pitaloka memakaikan ke leher Panji dan menarik sedikit kain ke atas hingga wajah Panji tertutup.


kain ini akan menutupi wajah kakang dari gadis lain" kata Pitaloka tertunduk malu.


terima kasih tuan putri" kata Panji juga merasa sangat malu.


diyah Pitaloka mengantar kan Panji ke luar dari ruangan dan berjalan berdampingan hingga pinggir jalan rahasia.


hati hati kakang"


Panji tersenyum.


terima kasih sudah mengantar ku Dinda" kata Panji .


aku pamit...


hhuupppp


hati hati kakang"


aku menunggu mu"


Pitaloka berjalan lesu ke dalam kamarnya.


Panji melihat semua di kota raja tidak ada yang berubah. hanya makin banyak golongan hitam yang berjaga di tempat yang strategis seperti pintu masuk istana.


pelayan"


siapkan makana terbaik di restoran ini" Panji yang telah berlari jauh harus mengisi perutnya sebelum menyusup ke istana.


tak berapa lama pesanan Panji datang dan Panji menyantap makanan dengan tetap meningkatkan kewaspadaan nya. Panji membayar makanan dan keluar dari restoran itu.


Panji melihat sekeliling istana.


huppp


Panji dengan ringan melompati tembok istana dan melihat ke kiri kanan memastikan dirinya aman. Panji melihat keadaan istana tidak begitu ramai. hanya ada 50 an orang yang berjaga jaga di istana.


Panji terbang dan mendarat di atap istana. Panji tetap waspada. Panji turun.


tuk tuk tuk..


Panji menotok seorang pengawal yang berjalan ke arah nya.


pelan pelan tapi pasti Panji terus mengamati setiap seluk beluk istana. tapi...


penyusuppp


penyusuupppp

__ADS_1


suara keras itu mengagetkan seisi istana dan berlari ke arah Panji. Panji berniat melarikan diri tapi sebuah bayang hitam menghentikan langkah nya.


bargola kepercayaan iblis darah menatap Panji.


bargola menyerang Panji dengan jurus cakar iblis. Panji yang mencoba melarikan diri mau tak mau harus menghadapi bargola. bargola menyerang dengan kekuatan penuh nya tapi Panji mampu mengimbangi kemampuan bargola. Panji memang tak menggunakan semua tenaga dalam nya karena Panji merasa urusan ini akan panjang.


dengan jurus tarian naga Panji menekan bargola. bargola yang tak menyangka akan tertekan mencoba meningkatkan serangannya tapi tetap saja Panji mampu mengimbanginya.


sringgg


bargola menarik golok nya.


wwwuuutttt


deru angin dari golok bargola mengancam Panji tapi dengan mudah Panji menghindari serangan bargola. bargola menebas saat melihat sebuah kesempatan untuk menyerang panji


tringgg...


tiba tiba di tangan Panji telah ada sebuah pedang dan menahan golok bargola. tangan bargola bergetar karena benturan kedua pedang. bargola kaget saat Panji menahan serangan nya


belum habis rasa terkejut bargola Panji menyerang dengan cepat.


pedang membelah awan.


Panji bergerak cepat yang sulit di ikuti mata. bargola mencoba menahan serangan Panji tapi itu tak lama dan sebuah sabetan mengoyak dada bargola.


akkkkhhhhhh


bargola hanya menjerit keras saat pedang Panji menyayat dada nya. darah segar langsung muncrat dari luka bargola. belum puas dengan serangan itu Panji kembali menyerang dengan cepat dan saat Panji berhenti menyerang kepala bargola telah lepas dari tubuh nya.


seranggggg....


anak buah iblis darah menyerang bersama setelah melihat bargola tewas dengan mengenaskan. tapi Panji yang telah memakai pedang darah dengan mudah mampu menahan setiap serangan dari anak buah iblis darah.


akkkhhhhh


jeritan kematian mulai terdengar setiap Panji mengayunkan pedang nya. hanya waktu yang sebentar belasan tubuh telah tergeletak tak bernyawa di tanah.


Panji memasukkan pedang darah ke kantong semesta dan menghadapi anak buah iblis darah dengan cakar rajawali. Panji mencoba mengerahkan elemen es nya. udara yang awalnya panas berubah menjadi dingin. rasa dingin yang menyerang anak buah iblis darah membuat gerakan mereka menjadi kaku. Panji tak menyianyiakan kesempatan itu


akkkhhhh


lagi dan lagi anak buah iblis darah tak mampu menahan setiap serangan dari Panji. saat Panji akan meneruskan pembantaian nya sebuah deru angin bertenaga dalam menerjang dari kanan Panji. mau tak mau Panji mengerahkan tenaga dalam nya ke tangan nya


baaaammmmm


benturan tenaga dalam tinggi menimbulkan suara keras seperti petir


Panji bersalto ke belakang dan mendarat ringan di tanah.


iblis darah" kata Panji tersenyum.


kauuuuu....


iblis darah terkejut melihat Panji mampu menahan serangan nya.


kau pergi atau mati" ancam Panji


bedebah...


iblis darah menyerang


wwwuuuuutttttttt


 


\\\\\\\\\\\\\\\*


 

__ADS_1


ikuti terus ya


like vote n komen


__ADS_2