
Pertempuran telah berakhir, kematian Mahapatih Sepanu pukulan telak dan itu menjatuhkan mental para prajurit kerajaan, prajurit dan panglima memilih menyerah dan tak ingin meneruskan pertempuran dengan rakyat, kerusakan istana begitu parah, tembok rubuh dan puluhan mayat bergelimpangan tak bernyawa.
"bawa raja lalim itu ke halaman istana" teriak seseorang
Panji melihat sekeliling dan Panji hanya menganga melihat ribuan manusia bagai lautan mengelilingi istana, dengan senjata seadanya, Ki Jabat benar benar telah mengkoordinir rakyat untuk memberontak.
Raja Selese di bawa dan di dorong tanpa hormat sedikit pun.
"kalian harus nya tahu diri, aku raja kalian"
"apa seperti ini perlakuan kalian kepada raja kalian??" teriak raja Selese dengan amarah yang terlihat jelas
"kau memang raja, tapi kau telah mengubah kami menjadi sapi perah mu"
"apa kau pikir kami hidup untuk jadi budak mu??"
"kau raja tapi kau tak menghargai hidup kami"
Ki Jabat menjawab lantang
"ohhh, jadi kau yang memimpin pemberontakan ini??"
"setelah kalian menguasai istana, apa yang akan kalian lakukan??"
"membunuh ku??"
"kalian tak memiliki hak"
"sadarlah, hanya aku yang memiliki bukti tanda raja, keris liuk tujuh"
"apa kalian sadar tanpa keris itu tak seorang pun yang akan bisa memimpin kerajaan ini" kata raja Selese masih dengan amarah nya.
Ki Jabat diam mendengar kata kata raja Selese, dan memandang ke arah rakyat pemberontak.
"apa yang akan kita perbuat untuk raja lalim ini??" teriak Ki Jabat.
"bunuh saja dia"
"gantung sampai mati"
"pasung saja dalam penjara"
"usir dari wilayah ini"
suara riuh dari berbagai penjuru terdengar dan memberikan usulan masing masing.
"tidak, kalian tak memiliki keberanian itu" kata raja Selese
"ohhh, kau pasti yang telah membunuh Mahapatih kerajaan" tunjuk raja Selese pada Panji.
Panji diam tak menjawab dan tak menghiraukan raja itu.
"hey kau, raja mu bicara dan jangan coba coba palingkan wajah mu dari aku" Raja Selese masih angkuh dan memandang remeh pada Panji.
"hey jawab aku" teriak raja Selese
"aku tak memiliki urusan dengan urusan negara kalian"
"aku hanya memiliki tugas, membunuh Mahapatih Sepanu dan sekarang tugas ku telah selesai" jawab Panji dingin dan tanpa rasa bersalah.
"selesai, selesai katamu??"
"lihat, semua ini karena mu??"
__ADS_1
"aku??"
"semua ini terjadi karena kamu haus kekuasaan"
"kalau kau tetap menjaga kerajaan mu tanpa perang rakyat mu tak akan memberontak"
"tapi nafsu kekuasaan telah menggelapkan kepala mu"
"jadi jangan salahkan aku" kata Panji
Ki Jabat berjalan ke arah raja Selese.
"serahkan keris liuk tujuh dan biarkan kami memilih raja yang baru" kata Ki Jabat
"apa..??
"raja yang baru??"
"hahahahah, berapa kali pun kalian memilih keris ini akan tetap memilih aku, karena aku pemilik sah keris liuk tujuh" kata raja Selese masih dengan keras kepala nya.
"geledah dia" perintah ki Jabat kepada anak buah nya
"percuma, hanya aku yang mengetahui di mana keris liuk tujuh"
"berikan kepada ku atau kau akan mati" ancam Ki Jabat.
"baik, tapi aku memiliki syarat"
"syarat, syarat apa??" tanya Ki Jabat lagi.
"baik, dengar kan syarat ku" raja Selese mulai berteriak
"jika keris liuk tujuh tetap memilihku sebagai tuan nya, kalian semua juga harus tetap patuh kepada perintah ku"
"perintah raja kalian"
"bagaimana??"
raja Selese yakin keris liuk tujuh akan memilihnya, karena garis keturunan memang dari keturunan kerajaan, keris itu telah turun temurun menjadi simbol bagi seorang raja kerajaan Bintang kejora.
Semua nya diam dan tak berani bicara.
"kenapa kalian semua diam??"
"jawab??" kembali raja Selese bicara lantang
"sebaiknya kita menjauh dan mengawasi dari jauh anak muda" ajak Demar kepada Panji.
"iya paman, aku juga pusing kalau di suruh mengurusi urusan negara" kata Panji dan mengiyakan perkataan Demar.
"aku juga ingin menanyakan tentang siapa orang tadi"
"aku rasa paman memgenal nya bukan??" tebak Panji.
"iya, aku mengenalnya"
"tapi ini bukan saat yang tepat menceritakan nya"
"kita tunggu sampai mereka mendapat titik terang dan mufakat"
"tapi harus tetap kita awasi, jangan sampai para panglima kerajaan itu turun tangan"
"hanya kita yang menahan mereka tak membantai para rakyat" kata Demar.
__ADS_1
"baik, mari kita ke sudut sana"
"sepertinya di sana kita bisa duduk istirahat" kata Panji menunjuk sudut yang sedikit kosong.
Tanpa menjawab Demar berjalan ke arah yang di tunjuk Panji, Panji mengikuti dari belakang.
"bagaimana??"
"apa jawaban kalian??" lantang suara raja Selese menuntut jawaban rakyat nya yang telah memberontak.
"bagaimana ini??"
"kalau kita terima syarat nya pasti keris liuk tujuh memilihnya"
"dan kalau kita tak terima syaratnya secara tak langsung dia akan kembali menduduki takhtanya"
"dan itu artinya peperangan ini sia sia"
suara riuh dari suara rakyat kembali terdengar karena memang mereka tak memiliki jawaban. terima atau tidak hasil nya akan sama raja Selese akan kembali ke singgasana nya, begitu lah pemikiran dari para rakyat yang berkumpul.
"aku yang akan memberikan jawaban"
suara bijaksana terdengar dan itu membuat semua orang menoleh ke arah suara itu.
"penasehat Angga??"
penasehat Angga merupakan penasehat kerajaan Bintang kejora dan dia selalu pro rakyat, hanya saja semenjak kedatangan dan pengangkatan Mahapatih Sepanu tugasnya sebagai penasehat seperti tak ada arti. semua perkataan Mahapatih Sepanu selalu di ikuti raja Selese dan dia hanya menjadi boneka kerajaan.
raja Selese mendekati penasehat Angga.
"apa jawaban mu penasehat, aku menunggu" tanya Selese
"kami akan menerima syarat mu"
"diam dan tak bertindak sama seperti orang bodoh"
"bukan kah begitu Ki Jabat??" tanya penasehat Angga dan menatap Panji yang duduk di kejauhan.
"tapi penasehat??"
"sudah, apa kita punya pilihan lain??"
"sepertinya itu pilihan terbaik, dengan begitu rakyat akan tahu siapa raja nya" kata penasehat Angga pasrah.
"baik lah, tak ada salah nya mencoba"
"semoga saja keris liuk tujuh memilih yang benar benar penerus dan pemiliknya. kata Ki Jabat lemas.
"baiklah, sepertinya kalian sudah menerima syarat ku"
"hahahaha, raja Selese tertawa penuh kemenangan dan percaya diri.
raja Selese berkonsentrasi dan memusatkan pikiran nya.
"keris liuk tujuh, keluarlah" teriak raja Selese keras. cahaya kehijauan keluar dari tubuh raja Selese dan seekor burung rajawali melesat dari dalam tubuhnya dan terbang ke udara. sampai di udara rajawali itu berubah menjadi sebilah keris, melayang layang di udara tepat di atas kepala raja Selese.
"keris liuk tujuh"
"tunjukkan dan kembali lah ke pemilik mu yang sah" kembali teriakan raja Selese bergema.
keris liuk tujuh berputar putar terus di udara, bahkan putaran nya menimbulkan deru angin.
semua nya menunggu tapi keris itu tetap berputar dan melayang di udara.
__ADS_1
"ada apa dengan keris liuk tujuh??" guman penasehat Angga
***********