Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps161 tewas dan bangkit kembali


__ADS_3

Cakar jari dari dewa sesat memang berhasil melukai bahu Panji, dan dewa sesat sudah meracuni tubuh Panji.


Tapi seperti yang Panji katakan tubuhnya kebal terhadap racun, dan itu membuat dewa sesat frustrasi.


"eh kemana tubuh mu yang lain??"


"ohh aku tahu, itu membutuhkan tenaga dalam tinggi bukan??" kata Panji meledek dewa sesat.


Dewa sesat tak tahu, jika saat ini Panji sedang mencoba memulihkan tenaga dalam nya, sehingga dia mencoba mengulur waktu untuk bicara. Panji tersenyum simpul saat merasa tenaga nya sudah kembali terisi.


"kau ingin menguasai seluruh benua bukan??"


"tapi selama aku hidup semua harapan mu itu akan sia sia"


"hahahah, kau pikir kau memiliki kemampuan untuk menghalangi semua tujuan ku??"


"meskipun kau membunuh ku, aku akan mencari tubuh lain"


"ya, kau memang akan mencari tubuh lain, tapi saat itu separuh tenaga mu akan kembali menghilang"


"jika itu terjadi kau hanya akan jadi dewa bodoh" ejek Panji lagi.


"bedebah...!!!!"


Dewa sesat semakin panas kuping nya karena ejekan Panji.


"hiattttt....!!!!"


Dewa sesat kembali menyerang dan kali ini dengan serangan penuh, semua tenaga dalam nya dia kerahkan, dan itu yang Panji harapkan.


Harapan Panji jika dewa sesat sudah mengerahkan semua tenaga dalam nya maka akan ada saat nya dewa sesat kehabisan tenaga, dan saat itu lah Panji akan mengeluarkan pedang dewa.


Tapak dewa sesat kembali menyerang Panji, Panji yang sudah mendapat tenaga baru dari tubuh lima elemen menyambut serangan dewa sesat.


Kedua nya kembali saling bertukar serangan.


"tinju kematian..."


gerakan itu sangat cepat, tinju itu mengarah ke wajah Panji, Panji mengelak ke belakang, tapi tinju kiri sudah datang dari bawah.


Dalam posisi yang tak menguntungkan Panji memaksa menahan dengan tapak petir nya. tapi karena kalah posisi pertahanan yang Panji buat ambrol, dan tinju kematian menghantam perut nya.


"bammmm...!!!!"


Tubuh Panji terlempar jauh dari udara dengan punggung di bawah, dewa sesat mengejar dengan tendangan yang di pastikan akan mengarah ke dada Panji.


"pukulan topan"


Dalam posisi itu Panji memaksakan mengeluarkan salah satu pukulan dari elemen angin.


Deru angin kencang mengarah ke tubuh dewa sesat yang mendekati Panji, dewa sesat tak menyangka Panji masih mampu menyerang nya, dewa sesat menyilangkan tangan nya di wajah nya, menahan pukulan topan dari Panji.


Keadaan Panji yang paling tidak menguntungkan. karena pukulan topan itu membuat tubuhnya semakin cepat melesat jatuh dan itu tak mungkin lagi di tahan nya.


"yang mulia" teriak Mahapatih Demar dan terbang mencoba menolong Panji, Mahapatih Demar sampai di saat yang tepat. Mahapatih Demar menjadikan diri nya tameng sebelum tubuh Panji membentur tanah.


"paman??"

__ADS_1


"terima kasih sudah menolong ku, jika tidak aku pastikan tubuhku akan remuk" kata Panji


"sebaiknya paman segera pergi, aku tak mau paman jadi korban" lanjut Panji.


"aku mengerti yang mulia, kekuatan bathin nya mampu merusak pikiran ku"


"jika aku terus bertahan di sini, mungkin bisa bisa aku di peralat nya"


"iya pergi lah paman" usir Panji dan menatap dewa sesat yang masih di udara menahan pukulan topan milik nya.


"tak ada lagi cara nya, aku akan mengerahkan semua elemen"


"aku akan menyelesaikan sekarang" gumam Panji.


Panji kembali melesat ke udara, sisa tenaga nya hampir mencapai batas nya, begitu juga dengan dewa sesat, sudah hampir mencapai batas nya.


Dewa sesat melihat kedatangan Panji dan menyambut serangan dari raja muda itu.


Kedua nya kembali bertukar serangan, dewa sesat maupun Panji ingin segera menyelesaikan pertarungan itu, tak peduli caranya harus berakhir.


Di udara kedua nya saling diam dan kembali saling tatap. itu menandakan kalau kedua nya akan memberikan serangan terakhir dan serangan terakhir.


Dewa sesat mengerahkan seluruh tenaga dalam nya, dan mengalirkan nya ke tinju nya, dewa sesat akan mengerahkan tinju kematian terkuat dari yang terkuat yang pernah di gunakan nya selama dalam pertarungan.


Begitu juga dengan Panji, Panji sudah menggunakan semua elemen, api es tanah angin dan petir sudah dia kumpulkan dalam telapak tangan nya. Panji akan mengeluarkan jurus terkuat yang di berikan oleh Ki Sranggilangit.


"pukulan lima elemen"


Petir kembali menyambar, hujan turun, angin kembali bergejolak, tanah bergetar, tapi matahari juga bercahaya terang, itu semua seperti simbol dari semua elemen yang di miliki oleh Panji.


"dan aku pastikan kau akan mati" teriak dewa sesat.


"aku juga, ini serangan terkahir ku"


"kedamaian benua aku pastikan di sini, di ahei ini"


"dan aku pastikan juga kematian mu hari ini dewa sesat" teriak Panji.


"tinju kematian...." teriak dewa sesat.


"pukulan lima elemen.." balas Panji berteriak.


Kedua nya sama sama maju dan sama sama menghantamkan pukulan terkuat nya.


"bammmmmmmmmmmm........."


Benturan itu sangat keras, bumi sampai bergetar karena begitu kuat nya pertemuan dua tenaga dalam itu. bahkan Mahapatih Demar yang ada di sekitar tempat itu terlempar karena pancaran kuat dari dua tenaga dalam tinggi itu.


"krakkkk....!!!!"


Bunyi tangan hancur terdengar.


"akkhhhhhh...!!!!"


Dan di sertai jeritan kesakitan.


Satu sosok hitam terlempar jatuh ke bawah dan menghantam tanah begitu keras, seandainya itu manusia biasa, bisa di pastikan tubuhnya akan hancur berantakan. itulah tubuh dewa sesat yang terlempar dengan tangan hancur, dewa sesat kalah dalam adu tenaga dalam.

__ADS_1


Panji turun dari udara dengan sedikit sisa tenaga dalam.


"bukkk.."


Panji yang mulai kehabisan tenaga menjejakkan kaki nya dan berjalan ke arah dewa sesat.


Dewa sesat menatapnya tanpa sedikit pun merasa ketakutan.


"kau melukai ku, kau menghabiskan tenaga dalam ku"


"tapi aku tak akan mati, tangan ku ini??"


"aku bisa menyembuhkan nya, tenaga dalam ku??"


"pasti akan pulih meskipun akan dalam waktu yang lama"


"tapi kau tak akan bisa membunuh ku"


"pertarungan kita pertarungan yang sia sia" teriak dewa sesat sambil menahan sakit di sekujur tubuh nya.


"kau terlalu banyak bicara" kata Panji


Wajah dewa sesat berubah saat di tangan Panji tergenggam sebilah pedang yang sangat di kenal nya.


"pedang dewa??"


"hahahahah...."


"pantas saja kau ingin menghabiskan seluruh tenaga dalam ku"


"cara mu sangat licik" ejek dewa sesat


Meskipun dewa sesat banyak bicara, tapi wajah ketakutan jelas terpancar dari rona muka nya.


"kau terlalu banyak bicara" kata Panji dan mengangkat kepala dewa sesat.


"crassss...!!!"


Tanpa ampun Panji menyembelih dewa sesat bagaikan hewan kurban.


"akhhhhhhh....!"


Teriakan keras dari dewa sesat mengakhiri hidup nya.


Sesaat setelah kematian dewa sesat cahaya kehitaman keluar dari bekas mayat nya dan melesat masuk ke tubuh Panji.


Panji terlambat menyadari dan hanya bisa meronta.


"akhhh, tubuh ini..."


"tubuh ini lebih sempurna dari tubuh lama ku"


Suara serak itu bukan lagi suara Panji.


**********


Like n komen ya sahabat.

__ADS_1


__ADS_2