
Panji terkejut akan serangan tiba tiba dari naga itu tapi dengan sedikit mengegoskan badan nya Panji mampu menghindari semburan api itu.
"anak manusia..??"
"aku tadi menganggap kau Surawijaya tapi orang lain"
"apa Surawijaya keparat itu telah ******??"
"maaf eyang naga"
"paman Surawijaya masih hidup tapi paman Surawijaya ada di luar gua" kata Panji hati hati menjawab
"hahahaha"
"aku sudah tahu tujuan kemari"
"tapi tak akan semudah itu kau mengambil mustika itu dari penjagaan ku"
"asal kau tahu mustika ini akan terus bersama ku"
aku tak peduli walaupun benua kegelapan bangkit kembali"
naga Pancala sudah mengetahui maksud kedatangan Panji dan jelas jelas menolak kehadiran Panji
"sekalipun eyang menolak, aku akan tetap mengambil mustika itu, walaupun harus dengan cara paksa"
"hahahaha, cara paksa??"
"menggelikan"
"dengan apa kau akan mengambilnya??"
"kekuatan??"
"jangan sombong bocah"
roaaarrtt"
naga itu kembali menyemburkan bola api dan kali ini lebih besar dari yang sebelumnya.
blarrr"
bola itu menabrak dinding goa saat Panji melenting menghindari bola api itu. tapi tidak hanya sampai di situ ekor naga Pancala mengibas ke arah Panji, panji memang bisa menghindar tapi angin terpaan dari kibasan ekor naga itu tetap membuat tubuh Panji terdorong.
"dia sangat kuat"
Panji kaget karena angin kibasan ekor naga itu saja sudah mampu membuat tubuh nya terdorong.
tarian naga"
Panji memainkan jurus tarian naga dengan elemen api.
naga mengamuk"
Panji menyerang dengan kekuatan penuh, dan tak menahan tenaga dalam nya karena dia sadar tak mungkin menyimpan tenaga untuk melawan naga Pancala.
"ohhhh" jurus tarian naga ya??"
"asal kau tahu jurus itu hanya mainan bagi bangsa kami"
"bammmm"
naga Pancala sengaja menerima pukulan Panji dan memang pukulan itu menghantam telak di perut naga Pancala.
"hohohoho"
"apa tidak ada pukulan yang lebih keras lagi bocah"
"di sini, di punggung ku"
"agak kram, pukul di situ agar kram ku sembuh" naga Pancala mempermainkan Panji.
Panji mundur ke belakang melihat pukulan nya yang penuh tenaga dalam di anggap angin lalu oleh naga Pancala.
elemen angin"
badai topan"
Panji mengeluarkan salah satu jurus dari elemen angin. dan langsung mengirimkan serangan jarak jauh.
wuuuttttt
deru angin dari pukulan Panji terarah ke punggung naga Pancala.
"blaaaarrrr"
"hohohoho"
pukulan mu itu cukup membuat tubuh dan aliran darah ku berjalan lancar bocah"
__ADS_1
"coba lagi dengan pukulan yang lebih kuat"
"buat lah aku bersemangat melawan mu"
"hhaaahhhhh"
"aku mengantuk menghadapi mu"
naga Pancala menguap karena mengantuk tapi dari mulut nya kembali keluar bola api yang cukup banyak dan menyerang Panji.
"blarrr
blarrrrrr"
bola bola api itu mengejar Panji seperti di kendalikan. dan itu memaksa Panji melompat ke sana kemari menghindari bola bola Pai itu.
"ada monyet melompat" naga Pancala semakin memanas manasi Panji.
wajah Panji memerah mendengar ucapan naga Pancala.
"pukulan topan halilintar"
Panji tak main main kali ini, dia menggabungkan elemen angin dan elemen petir.
pukulan itu menderu ke arah naga Pancala.
"baaammmm"
kiiikkkk"
naga Pancala menjerit saat pukulan itu mengenai telak ke perutnya. naga Pancala terdorong sedikit ke belakang.
"keparat"
"ternyata kau memiliki ilmu simpanan rupanya"
"aku tak akan main main lagi"
naga Pancala terbang ke arah Panji, dan mulutnya tak henti henti nya menyemburkan api panas.
kembali Panji harus menghindar dari semua serangan naga Pancala.
blaaaarrrrr
Panji kembali menghantam tubuh naga Pancala dengan telak, naga Pancala dengan tubuh besar nya memang gesit tapi itu tak cukup menahan pukulan Panji
naga Pancala kembali menjerit menahan sakit di perutnya.
"kaauuu, bagaimana mungkin kau memiliki elemen petir??"
"saat ini aku memiliki empat elemen dalam tubuhku"
"hanya elemen tanah yang belum aku miliki"
"aku kemari untuk mengambil mustika hijau dan berniat menguasai elemen tanah" jawab Panji bersemangat setelah mengetahui kalau naga Pancala takut akan elemen petir nya.
"hohohoho, menarik"
"baik aku akan serius"
asap putih tiba tiba menyelubungi naga Pancala, saat asap putih itu menghilang seorang pemuda seusia Panji berdiri dan menatapnya dengan tatapan mata yang tajam.
"ini lah wujud manusia ku bocah"
"aku lah naga Pancala"
"sekarang bersiaplah"
"kita akan bertarung dengan serius" kata Pancala dan mengambil posisi bertarung
"baik, aku akan meladeni mu eyang dan aku akan mengalirkan elemen petir ke jurus tarian naga ku" kata Panji
"jurus apa pun yang akan kau pergunakan semua nya akan sama"
"kau akan tetap kalah" kata naga Pancala percaya diri.
"apa pun yang terjadi aku akan mengambil mustika hijau"
"dan memberikan kedamaian di benua"
"bersiap lah Pancala
"jurus pertama"
sembah langit
Panji langsung bergerak cepat dan menyerang dengan jurus pertama dari rangkaian jurus tarian naga.
Pancala menyambut serangan Panji, kedua nya bertarung serius,
__ADS_1
baaaammmm
gua itu bergetar setiap pukulan mereka berbenturan.
jurus ke sepuluh"
menari dengan langit
Panji memainkan jurus ke sepuluh setelah sembilan jurusnya tetap tak mampu menyentuh naga Pancala.
hiaaatttt"
bummmm"
lagi lagi naga Pancala dengan mudah menghindari serangan Panji.
"apa kau tak sadar anak muda??"
"jurus itu jurus bangsa kami"
"jadi percuma kau menggunakan jurus itu untuk melawan ku"
"aku pun melihat sama naga Pancala"
"kau juga tak memiliki kemampuan untuk melawan ku"
"aku melihat kemampuan kita berimbang" jawab Panji
"berimbang??"
"kau tak menyadari kau telah masuk dalam perangkap ku"
"asal kau tahu setiap benturan kita terjadi aku telah menyalurkan racun ke tangan mu"
"dan tak lama lagi racun ku akan bereaksi" kata naga Pancala percaya diri.
"sepertinya kau akan kecewa naga Pancala"
"aku kebal terhadap racun"
"apa..???"
"tidak mungkin"
naga Pancala surut dua langkah kebelakang mendengan ucapan Panji.
hiatttt
"jari petir"
blarrrrr
Panji menubruk dengan kecepatan tinggi dan Panji merasa tenaga dalam nya semakin berlimpah.
tapi naga Pancala tak tinggal diam, naga Pancala menyambut serangan Panji.
bukkkk"
akhhhh
saat pukulan Panji menghantam dada naga Pancala, pukulan naga Pancala juga masuk ke dada Panji. kedua nya sama sama terjungkal ke belakang.
"keparat"
naga Pancala berdiri dan langsung menyerang Panji, kedua kembali bertarung dengan jurus jurus tingkat tinggi.
bammm
tendangan naga Pancala menyerempet bahu Panji tapi Panji juga berhasil mendaratkan pukulan nya di bahu Pancala. keduanya benar benar seimbang.
"serangan terakhir"
pukulan naga api"
"baik, akan aku ladeni"
pukulan topan halilintar"
wuuuttttt
dua pukulan bertenaga dalam tinggi menderu dan bertemu di udara.
blaaaarrrrrr
pukulan itu bertemu di udara dan langsung menggetarkan seisi gua. debu debu langsung menutupi gua itu. saat debu itu menghilang dua tubuh terbaring jatuh di lantai gua.
"apa yang terjadi dengan Panji dan naga Pancala???"
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1