
Seekor kuda hitam melesat sangat kencang, tak ada satu pun yang mampu atau berani menghalangi kuda itu berlari. kuda itu berdiri dan berhenti di pintu gerbang istana Bintang kejora.
"prajurit buka gerbang" perintah pemuda di atas pelana kuda.
Prajurit itu memperhatikan wajah pemuda itu, dan wajah nya langsung pucat.
"yang mulia??"
"buka gerbang...!!"
"Yang mulia raja Satria telah kembali" kata prajurit itu lantang
Pintu gerbang langsung terbuka, Panji masuk dan puluhan prajurit penjaga langsung berlutut menyambut nya.
"Berdiri lah, dan lanjutkan tugas kalian" kata Panji dan melompat dari pelana kuda nya.
"jalan jalan ya kilat, cari rumput di halaman istana" kata Panji kepada kuda nya.
Panji berjalan gagah, dari pakaian nya dia tak terlihat seperti seorang raja yang di hormati dan di segani oleh semua rakyat kerajaan Bintang kejora.
"yang mulia sudah kembali??" Mahapatih Demar datang menyambut Panji dengan wajah yang sumbringah
"Mahapatih??"
"bagaimana kabarmu paman??" tanya Panji
"harus nya hamba yang bertanya yang mulia??"
"apa semua berjalan lancar yang mulia??" tanya Mahapatih Demar
"semua lancar, apa kau bisa melihat pedang ini Mahapatih??" tanya Panji
"iya hamba lihat" jawab Mahapatih Seroja dan terus berjalan di samping Panji.
Di dalam istana Panji juga sudah di sambut lara menteri dan Senopati serta para panglima kerajaan.
"sudah, jangan terlalu formal menyambut ku"
"penasehat, suruh dayang membawa makanan ke kamar ku"
"dan kalian ikut aku"
"aku ingin mendengar kabar apa saja yang terjadi selama aku tak di istana" kata Panji dan berjalan menuju kamar pribadinya
Penasehat Angga geleng geleng kepala mendengar ucapan Panji. tapi mereka tak akan membantah, penasehat Angga dan Mahapatih Demar berjalan mengikuti Panji dan masuk ke kamar pribadi Panji.
Panji meletakan pedang dewa di atas meja, Panji tak takut pedang itu akan hilang, karena hanya dia yang mampu mengendalikan pedang itu walaupun belum sepenuhnya mampu.
__ADS_1
Mahapatih Demar melirik pedang itu dan seperti nya sangat antusias melihat pedang itu dan ingin mencoba memegang dan menariknya dari warangka nya.
"yang mulia, apa boleh hamba melihat dan memegang pedang dewa??" tanya Mahapatih Demar
"kau sudah melihat nya paman, untuk memegangnya silahkan"
"tapi jangan menariknya dari warangka nya ya paman" kata Panji memperingatkan
Tapi seperti nya Mahapatih Demar sudah tak mendengar perkataan Panji, Mahapatih Demar mengambil pedang dewa dan memegang gagang pedang itu.
"sungguh pedang yang luar biasa yang mulia"
"ckckckxk" Mahapatih Demar sangat mengagumi pedang dewa.
"Sringgg..!!!"
"paman jangannnn...!!!"
Panji berteriak memperingatkan Mahapatih Demar tapi sudah terlambat, pedang dewa sudah keluar dari warangka nya.
"yang mulia aku bis.... akkkkhhhhhh...
Mahapatih Demar yang awal bahagia karena menarik pedang dewa langsung kaget karena tenaga dalam nya di sedot begitu deras oleh pedang dewa.
"awhhhhh...!!!!!
Mahapatih Demar menjerit mulai menahan sakit dan ketakutan.
Panji mengerahkan tenaga halus nya, dia tak melawan tenaga kasar dari sedotan energi yang di miliki pedang dewa. Panji memegang pedang dewa dan berhasil mengatasi kemarahan dari pedang dewa.
"clingg..!!!"
Panji kembali memasukkan pedang dewa ke warangka nya dan kembali meletakkan nya di atas meja.
"apa paman terluka??" tanya Panji kepada Mahapatih Demar yang sudah pucat.
"pedang yang luar biasa??"
"aku belum pernah melihat dan menemukan pedang dengan pamor sekuat itu yang mulia" jawab Mahapatih Demar yang masih gemetaran
"Aku sudah memperingatkan mu, tapi kau masih tak mendengarkan peringatan ku Mahapatih, bagaimana tangan mu??" tanya Panji cemas karena tangan Mahapatih kerajaan nya itu masih gemetaran
"aku tak apa apa yang mulia, tapi tenaga dalam ku tersedot hampir separuh tenaga dalam yang kumiliki"
"pedang dewa memang bukan pedang sembarangan" kata Mahapatih Demar sangat kagum.
"bukan saat nya untuk kagum, kemari"
__ADS_1
"aku akan memberikan mu sedikit tenaga dalam ku" kata Panji
Panji merasa tenaga dalam nya sangat banyak, bahkan dia merasa sangat berlebihan tenaga dalam yang di miliki nya. Panji tak sadar jika buah api naga telah menambah tenaga dalam nya berkali kali lipat.
"bagaimana??" tanya Panji setelah selesai menyalurkan tenaga dalam kepada Mahapatih Seroja
"sudah lebih baik yang mulai" jawab Mahapatih Demar.
"baik, sekarang kabar apa yang ada saat aku tak istana" tanya Panji
penasehat Angga yang juga sana memilih untuk bicara.
"saat ini seluruh benua sedang kacau yang mulia" kata penasehat Angga mulai bicara.
"itu aku sudah tahu paman, apa ada kabar lain??" tanya Panji
"ada yang mulia, kabar dari benua putih" jawab penasehat Angga
"dari benua putih??"
"kabar apa??" tanya Panji
Mendengar benua putih di sebut Panji langsung teringat kepada diyah Pitaloka. gadis cantik yang telah mengambil sebagian hatinya.
"Benua putih sudah kembali di kuasai oleh raja yang lama yang mulia, singgasana telah kembali kepada raja Mahameru"
"Benua putih dan kerajaan Ganda Lima sudah kembali ke tangan raja Mahameru??"
"bagus lah, kekuasaan sudah kembali ke tangan sah" kata Panji
"Mahapatih, kirimkan utusan ke benua putih"
"katakan raja Satria mengundang mereka ke kerajaan ini" kata Panji memberi perintah
"apa yang mulia mengenal raja Mahameru??" tanya Mahapatih Demar.
"iya, aku sangat mengenal mereka"
"dan aku ingin bertemu dengan putri kerajaan itu" jawab Panji
"putri kerajaan itu??" Mahapatih Demar dan penasehat Angga saling pandang dan tersenyum.
"calon permaisuri kerajaan" gumam kedua nya.
******
like n komen ya sahabat
__ADS_1
n rate nya jangan lupa.
selamat beristirahat