Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 119 kekosongan


__ADS_3

"kilaaattttt...!!!!!"


Panji berteriak keras begitu sampai di pinggir pantai.


"huueeeekkkkk"


dari dalam hutan berlari seekor kuda yang langsung menghampiri Panji dan menjilati nya.


"kau rindu ya kepadaku kilat??" kata Panji dan menggaruk garuk leher kudanya itu. kuda hanya diam dan menggosokkan kepala nya ke tubuh Panji.


"baik seperti nya kita akan kembali berlari kilat"


"kita akan ke benua merah menjemput mustika merah"


Panji melompat dan naik ke punggung kudanya.


"berlari lah seperti kilat"


tanpa menunggu perintah dua kali kuda Panji langsung berlari dengan kecepatan penuh.


"kita lewat benua biru" perintah Panji saat sampai di perbatasan. kudanya kembali berlari kencang.


"apa hal ini??"


Panji kaget melihat begitu mayat bertebaran di sepanjang jalan.


"ini bukan perbuatan manusia"


"iblis....!!!"


"kilat ambil jalan ke kiri"


"kita ke lembah kesunyian"


Panji langsung khawatir akan nasib Pitaloka dan keluarganya.


kilat berlari tanpa mengenal waktu apalagi lelah. dan dalam beberapa jam mereka sampai di lembah kesunyian.


"Pitaloka....!!!"


Panji memanggil Pitaloka dari atas bukit dan sambil melesat menuju tempat tinggal gadis keraton itu. tapi sampai di sana Panji tak menemukan siapa pun, Panji hanya melihat beberapa mayat bergelimpangan tak terurus.


"apa yang telah terjadi??"


"kemana keluarga kerajaan??"


Panji memeriksa semua tempat tapi tak menemukan keberadaan Pitaloka atau pun orang orang yang di kenalnya. Panji juga memeriksa mayat dan dia juga tak menemukan mayat yang di kenalnya.


"hanya mayat prajurit"


"jangan jangan???"


"semoga aku belum terlambat"


Panji kembali ke arah kuda nya.


"kilat, kau kembali lah ke benua kuning"


"aku akan terbang ke benua merah"


kuda itu seperti mengerti akan kembali berpisah dengan Panji.


"kita pasti akan kembali berpetualang kilat"


"pergilah"


si kilat diam dan meringkik pelan. setelah menerima tepukan dari Panji kilat berlari meninggalkan Panji dan kembali ke benua kuning.


"aku harus cepat, aku tak mau semuanya hancur"


"atau semua yang aku lakukan sia sia" gumam Panji dan mengerahkan semua tenaga dalam nya ke kaki nya. mengarahkan ilmu meringankan dalam yang telah sempurna.


Panji yang terbang mendarat dengan indah di kotaraja, dan lagi lagi Panji mengerutkan dahinya.


"ada apa dengan kota ini??"


"aku tak melihat satu manusia pun"

__ADS_1


"tapi aku juga tak melihat mayat"


"kemana semua manusia penghuni kota ini" Panji keheranan akan kekosongan kota itu.


Panji berlari menuju kerajaan merak dan lagi lagi kosong, tak seorang penjaga pintu yang Panji temui.


"yang mulia???"


"Mahapatih??" teriak Panji


karena memang istana kerajaan telah kosong tak ada yang menjawab sahutan Panji.


"sebaiknya aku secepatnya menuju ruangan bawah tanah"


"klek..!!"


Panji masuk dalam ruangan bawah tanah untuk meminta mustika merah.


"kau telah kembali anak muda??" tanya nagatama.


"iya nagatama, aku kemari untuk mengambil mustika merah"


"seluruh benua sepertinya sudah dalam kondisi gawat" jawab Panji.


"iya aku sudah merasakannya anak muda"


"aku juga merasakan keberadaan dewa sesat"


"dewa sesat??"


"apa dia telah berhasil menyatu dengan raja kematian??" tanya Panji kaget.


"sepertinya iya"


"ahhh aku melihat kau sudah semakin kuat, dan sudah mengendalikan diriku dalam tubuhmu anak muda"


"apakah itu benar??" tanya nagatama


"dirimu??"


"aku tak paham" kata Panji


"apa kita akan bertarung lagi nagatama??" tanya Panji.


"apa bertarung lagi??"


"akan percuma aku melawan mu"


"aku akan menderita rasa malu"


"terima lah mustika merah ini" kata nagatama dan melemparkan nya kepada Panji.


Panji dengan sigap menerima mustika merah.


"aku akan menyerap sebagian tenaga dari mustika ini"


"dengan ini elemen api ku setara dengan tenaga elemen yang lain" gumam Panji dan bersila mulai menyerap energi dari elemen api.


"anak muda yang luar biasa"


"mungkin sampai kapan pun tak akan ada yang mampu menyaingi keberhasilan nya mengendalikan lima elemen dalam tubuhnya"


"tapi anak muda ini menggunakan lima elemen itu seperti mainan"


"aku bisa merasakan lima tubuh elemen telah menyatu dalam tubuhnya" gumam nagatama dan perlahan lahan berubah menjadi asap dan menghilang tanpa Panji sadari.


suasana perang masih dalam tahap normal. pasukan benua kegelapan hanya sesekali menyerang dengan serangan tiba tiba. mereka seperti menunggu waktu yang tepat. tapi di sebelah barat telah bersiap ribuan prajurit dari benua kegelapan yang bersiap kapan pun menyerang. tergantung perintah dari raja kematian.


"dua hari lagi"


"saat purnama, tenaga ku akan dalam puncaknya"


"saat itu lah kita menyerang"


"untuk saat ini serang mereka dengan serangan kecil untuk melemahkan pertahanan mereka Gantika"


"baik yang mulia"

__ADS_1


"hamba selalu melaksanakan perintah yang mulia"


"bagus, kau memang abdi ku yang paling setia"


"setelah perang ini kita menangkan kau yang akan memerintah di seluruh benua ini"


"aku akan mengawasi dari benua kegelapan" kata raja kematian.


mendengat itu Gantika berbinar senang bukan kepalang.


 



 


si kilat terus melaju tanpa henti dan berhenti di depan gerbang bukit seribu.


"itu kuda yang mulia raja Satria"


"cepat buka gerbang" kata salah seorang panglima.


tanpa menunggu dua kali gerbang di buka dan lagi lagi kilat melaju menuju istana kerajaan Bintang kejora.


"eh kenapa kuda yang mulia pulang sendirian??"


"kemana yang mulia" kata beberapa prajurit.


"jangan jangan...!!!"


"tak mungkin...!!!"


para prajurit lesu membayangkan hal yang tidak tidak terjadi kepada rajanya.


"laporkan kepada Mahapatih Demar"


"Mahapatih, kuda yang mulia telah kembali" lapor seorang prajurit.


"jadi yang mulia sudah di istana??" tanya Mahapatih Demar girang.


"tidak Mahapatih, hanya kuda yang mulia yang kembali"


"apa??"


Mahapatih Demar langsung melesat terbang menuju istana dan memang menemukan hanya si kilat yang kembali.


"bagaimana ini Mahapatih, prajurit kehilangan semangat saat mengetahui hanya kuda yang mulia yang kembali" kata patih jabat


"yang mulia tak mungkin tewas"


"dan kuda ini tak mungkin kembali tanpa perintah yang mulia" keras suara Mahapatih Demar sampai prajurit mendengar nya.


"percayalah, yang mulia akan segera kembali" lanjut Mahapatih itu menenangkan prajurit.


"ada apa Mahapatih??" tanya raja Bahar.


"prajurit risau dan lesu Karen yang mulia raja Satria tak kembali hanya kuda nya yang kembali" kata Mahapatih Demar.


"kemana anak muda itu??"


"kenapa dia belum kembali, saat ini keadaan sudah sangat genting" gumam raja Bahar.


"dia pasti mengambil mustika merah di istana yang mulia" kata mahapatih Seroja tiba tiba datang.


"eh iya benar"


"itu lah makanya dia menyuruh kuda nya duluan kemari"


"dia pasti akan segera datang" kata raja Bahar.


"segera lah kembali yang mulia"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


up nya satu dulu ya. author kecapean hari ini di dunia nyata. ngerti lah author hanya kerja bangunan.


like n komen ya.

__ADS_1


pengertian nya terima kasih.


__ADS_2