
Panji masih terus mengendalikan tenaga dalam nya. ranting ranting sudah banyak berserakan karena tak mampu menahan tenaga dalam yang Panji keluarkan.
Raja muda itu bahkan tak beristirahat, total sudah dua hari Panji terus berlatih dan berlatih.
"aku sudah katakan, sisik dari pendekar dewa belum kau miliki"
"kau hanya lah pendekar dewa yang terpaksa"
Dewa obat datang langsung memberi ceramah kepada Panji.
"sebaiknya kau lupakan untuk melawan dewa sesat, kau hanya akan mengantar nyawa mu saja" kembali dewa obat bicara.
"tidak, aku akan melawan dewa sesat tanpa atau dengan menguasai tenaga dalam ku" jawab Panji.
"bagaimana kau akan menghadapi nya??"
"apa kau tak ingat yang di katakan Ki Sranggilangit langit, jika kau tak mampu menguasai dan mengendalikan tenaga dalam mu maka pedang dewa tak akan di berikan kepada mu" kata dewa obat mengingatkan Panji
"iya aku ingat, itu lah kenapa aku terus berlatih, guru kemari untuk mengganggu latihan ku atau berceramah??" kata Panji.
"hahahahah, selamat berlatih" dewa obat tak tersinggung dengan ucapan Panji
Panji masih berpikir, apa yang salah dengan pengendalian tenaga dalam nya??
"apa karena aku memiliki lima elemen"
"elemen apa yang mudah masuk ke dalam kayu kecil ini??" gumam Panji
"api dan petir hangus terbakar, es membeku, sementara tanah sangat sulit di kendalikan"
"angin???" gumam Panji
Panji memperkuat tenaga dalam nya.
"jangan memaksa tenaga dalam mu, pelan pelan dan sedikit demi sedikit" sebuah suara memberi petunjuk kepada Panji.
Panji yang awalnya berdiri memilih duduk untuk lebih santai.
Pelan pelan Panji masih terus dan terus berlatih.
Sementara di pendopo Ki Sranggilangit juga sedang berusaha kembali melebur semua senjata langit menjadi pedang dewa. Ki Sranggilangit begitu kesulitan karena harus menyatukan lima elemen menjadi satu.
"peleburan ini akan membutuhkan tenaga dalam yang sangat besar, aku tak menyangka harus melakukan ini lagi"
"tapi ini sudah perkataan dewa tanah, aku tak memiliki kemampuan untuk menolak nya"
Ki Sranggilangit langit kembali bekerja dan terus berusaha untuk melebur senjata langit menjadi senjata dewa.
Semua yang ada di negeri setengah khayangan sedang berusaha dan bekerja keras.
__ADS_1
"Panji sebaiknya kau secepatnya menguasai dan mengendalikan tenaga dalam mu, aku merasakan kalau energi dewa sesat semakin besar" suara dewa obat terdengar jelas di telinga Panji.
"Apa???"
"baik guru, aku akan berusaha lebih giat"
Panji pun kembali meneruskan latihan nya. sedikit harapan mulai terlihat saat Panji mulai menguasai tenaga dalam ke ranting, tapi itu baru sisik nya saja, Panji belum mengetahui bagaimana untuk masuk lebih ke dalam.
**************
"Banjir datang...!!!!!"
Sebuah teriakan keras mengejutkan semua penduduk di tepi pantai barat benua hitam.
Air laut dengan ketinggian yang cukup tinggi menerjang begitu kencang, menghancurkan rumah rumah di pesisir pantai. Itu banjir tsunami karena pancaran besar dari tenaga dalam dewa sesat.
Gempa juga semakin sering terjadi, retakan antar benua juga semakin lebar, air bahkan sudah mengisi retakan retakan besar itu. seolah olah star benua ingin memisahkan diri.
"yang mulia, telah terjadi retakan besar di perbatasan dengan benua biru dan benua hitam" salah satu prajurit melapor pada Mahameru di benua putih.
"apa sebenarnya yang telah terjadi, gempa ini sudah terjadi berkali kali" gumam raja Mahameru tak mengerti apa sebenarnya yang telah terjadi.
"yang mulia, pesisir pantai juga mendapat musibah, banjir besar telah menghancurkan semua rumah penduduk"
"saat ini semua penduduk membutuhkan bantuan kita" lagi lagi kabar dari pesisir membuat pusing kepala raja Mahameru.
"hahahahah, satu purnama lagi, satu purnama lagi aku akan menguasai seluruh dunia ini"
"setelah itu aku akan menuju negeri dewa, aku akan membunuh raja dewa"
"aku akan menjadi raja dewa" Dewa sesat berbicara sendiri dan penuh dengan impian kosong.
"tak akan ada yang bisa menghentikan aku"
"seluruh benua bersiaplah menanti penguasa baru kalian"
*******
Setengah purnama berlalu, Panji sudah mulai menguasai pelajaran dari dewa obat. bahkan Panji sudah mampu melakukan seperti yang di perbuat oleh dewa obat, walaupun dengan ranting yang lebih besar.
Ki Sranggilangit langit juga sudah menyelesaikan tugasnya dan berjalan membawa sebuah pedang dengan gagang pedang berkepala matahari. dan di pedang itu ada ukiran naga yang berniat menelan matahari.
"aku sudah melihat perkembangan mu, aku tak ada alasan lagi untuk tak memberikan mu pedang dewa ini"
"terima lah, jangan sembarangan untuk menggunakan nya"
"pakai hanya untuk melawan dewa sesat" kata Ki Sranggilangit dan melemparkan pedang dewa kepada Panji.
Dengan refleks Panji menangkap pedang itu. Panji memegang gagang pedang dewa.
__ADS_1
"apa ini???"
Panji merasakan energi nya di sedot oleh pedang dewa. semakin lama semakin besar tenaga nya di sedot oleh pedang dewa.
Ki Sranggilangit datang dan membantu Panji memasukkan pedang dewa ke dalam warangka nya.
"kau pasti sudah merasakan bagaimana hebatnya pedang ini"
"jadi kuasai tenaga dalam mu, setelah itu baru lah kau bisa menggunakan pedang dewa dengan sempurna"
"aku harap di perjalanan pulang mu kau terus berlatih menguasai tenaga dalam mu, atau kau hanya akan tinggal nama" kata Ki Sranggilangit.
"perjalanan pulang??" tanya Panji.
"iya, sekarang kembali lah"
"dewa sesat sudah mulai mendapatkan tenaga dalam nya" kata jawab Ki Sranggilangit.
Panji menatap dewa obat, dewa obat hanya tersenyum.
"anak muda, kau juga harus mempelajari kitab seribu satu obat, jika kau masih hidup setelah pertarungan dengan dewa sesat aku rasa kau akan membutuhkan nya untuk memulihkan semua tenaga dalam mu" kata Ki Sranggilangit.
"baik guru, aku pasti akan mempelajarinya"
"dan aku pasti akan hidup" jawab Panji.
"baik, kemarilah" Ki Sranggilangit memanggil Panji.
Panji mendekat, Ki Sranggilangit memegang tangan Panji.
"aku sudah memberikan mu tambahan tenaga dalam, aku harap kau dapat mengalahkan dewa sesat"
Ki Sranggilangit menyentuh dahi Panji, setelah itu Panji merasakan semua nya gelap.
"Selamat berjuang anak muda, kau anak muda yang meneruskan semangat kami"
Itu suara terakhir yang Panji dengar, dan saat Panji membuka mata Panji telah berada di pinggir hutan Merbabu.
"aku bahkan tak sempat mengucapkan terima kasih" gumam Panji.
"Terima kasihhhh!!!!" Teriak Panji sekeras keras nya. tapi suara nya menghilang di telan oleh rimbun nya hutan Merbabu.
"inikah pedang dewa??" Panji memegang pedang dewa dan berniat menariknya, tapi saat mengingat yang terjadi pada nya Panji mengurungkan niat nya.
"saat nya untuk kembali"
"tapi sebelum nya aku harus menjemput si kilat"
"aku juga akan ke benua merah"
__ADS_1