
Setelah kematian perempuan itu Panji melangkah semakin masuk ke dalam hutan. Panji merasa ada sesuatu yang terus memperhatikan nya, itu membuat Panji meningkatkan kewaspadaan nya.
Panji terus berjalan dan berjalan tapi Panji merasa heran karena dia seperti kembali ke tempat awal dia memasuki hutan sunyi.
sepertinya ada yang mau bermain main dengan ku"
aku merasa dari tadi berjalan dan kembali ke pohon ini" gumam Panji.
Panji mempertajam pandangan nya dengan menggunakan mata langit.
di sana...."
blaaaarrrrr
pukulan jarak jauh langsung terarah ke sumber yang di tuju Panji
bammmm
pohon pohon bertumbangan saat pukulan Panji menghantam rimbun nya pepohonan dan dari pepohonan itu keluar sekelebat bayangan.
siapa???
keluarlah"
aku tak berniat jahat"
tapi kalau kalian mengganggu aku lebih kejam dari iblis" ancam Panji
wik wik wik
suara seperti tertawa terdengar dan jelas di telinga Panji
aku sudah melihat kau membunuh bidadari beracun tapi aku tak melihat kemampuan yang hebat darimu bocah" suara serak kembali terdengar
pergilah"
kau tak di terima di hutan ini" suara itu semakin dekat dan berdiri di depan Panji
apa aku terlihat seperti undangan di hutan ini??
aku datang dan tak berniat untuk pergi sebelum mendapatkan yang aku cari" bantah Panji
aku tak peduli apa yang kau cari"
tapi kalau kau tak mendengar kata kata ku kau harus tinggalkan nyawamu di sini" kata lelaki usia puluhan yang sudah sepuh itu.
baik"
kalau memang bertarung tiket untuk masuk ke dalam aku akan meladeni mu" jawab Panji
hehehe
menarik"
baik"
aku Ki prana atau lembu bala akan membuatmu mengenal neraka" kata lelaki itu.
Panji tak menunggu lama dan menerjang Ki prana tapi Ki prana yang telah siap mampu menangkis serangan Panji sehingga serangan Panji hanya mengenai tempat kosong.
kecepatan mu cukup bagus"
tapi itu belum cukup untuk mengalahkan aku"
Ki prana gantian menyerang dan Panji bertahan, dengan tenang Panji meladeni setiap serangan Ki prana. Ki prana meningkatkan serangannya tapi Panji lagi lagi mampu mengimbangi serangan Ki prana.
Ki prana bersalto ke belakang dan memandang Panji tak percaya.
__ADS_1
seperti nya tak ada jalan lain"
aku harus menggunakan senjataku" gumam Ki prana dan mengeluarkan sebuah cambuk.
cambuk ini belum pernah gagal membunuh kalau keluar dari sarangnya"
kau akan jadi korban berikutnya"kata Ki prana dan memecut cambuk nya.
cletarrr
bammm
setiap pecutan cambuk itu menghasilkan lobang yang menganga.
Panji melompat dan bersalto menghindari setiap serangan Ki prana, setiap Panji berusaha mendekati Ki prana saat itu juga Ki prana menjauhi Panji karena Ki prana dengan cambuknya harus menyerang dari jarak jauh.
sepertinya tak ada jalan lain" gumam Panji
tapak petir"
Panji mengeluarkan separuh tenaga dalam nya ke tangan nya dan menggunakan elemen petir. Panji berniat menangkap cambuk Ki prana.
Panji melesat zig zag dan gerakan nya itu sedikit membingungkan Ki prana.
sekarang"
cletarrr
saat Ki prana memecut cambuknya dan dengan ketepatan yang pasti Panji menangkap ujung dan memegang dengan kekuatan penuh.
tangan pasti seperti terbakar karena menangkap cambuk api milik Ki prana tapi karena tangan Panji telah di aliri elemen petir rasa seperti terbakar itu hilang seketika.
bagaimana mungkin?? Ki prana kaget saat Panji menangkap cambuknya. wajah nya pucat dan tak menyangka Panji memiliki kekuatan yang begitu besar.
tarik menarik terjadi saat Panji dan Ki prana saling ingin mendapatkan cambuk api. dan adu kekuatan dan tenaga dalam terjadi dan tersalurkan lewat cambuk api.
bammmmm
sepertinya kau tak memiliki mainan yang lain Ki?? kata Panji dan berjalan mendekati Ki prana.
kurang ajar"
seperti aku menghadapi lawan yang tangguh"
pukulan bara api"
Ki prana mengeluarkan pukulan andalan nya.
baik"
akan aku ladeni"
pukulan halilintar"
dua pukulan beda elemen bertemu di tengah dan
blaaaarrrrr
pukulan Panji yang memang memiliki tenaga dalam lebih besar menahan dan mendorong pukulan bara api milik Ki prana.
akkkhhhhh
Ki prana hanya bisa menjerit saat pukulan halilintar menabrak tubuhnya. Ki prana terjungkal terbang dan jatuh ke tanah dengan tubuh hangus terbakar petir.
cukup melelahkan"
tapi aku tak bisa menunggu lama"
__ADS_1
sebaiknya aku teruskan mencari gua lumut" kata Panji dan berjalan kembali menyusuri hutan sunyi.
setelah kematian Ki prana Panji berjalan dan semakin masuk ke dalam hutan. di pandangan Panji yang ada hanya rimbun nya pepohonan.
seberapa luas sih hutan ini"
sampai kaki ku penat rawa bengis belum aku temukan"
tapi aku pun tak mengetahui bagaimana dan dimana letak rawa bengis itu" gumam Panji.
ehhh ada apa ini??
Panji yang istirahat tiba tiba merasa tersedot ke dalam tanah"
apa ini pasir hisap??
Panji memusatkan tenaga dalam nya ke kaki dan
blusss
Panji terbang dan dari udara Panji melihat akar akar dari dalam tanah mengejarnya.
Panji bersalto dan membuat jarak yang cukup jauh dan akar akar itu masuk kembali ke dalam tanah.
Panji berpikir sejenak.
baik akan aku coba"
Panji menangkap seekor kelinci yang berkeliaran di sekitar hutan dan melemparkannya ke tempat dia terhisap dan kembali akar akar itu keluar dan menghisap kelinci itu hilang tak berbekas.
Panji mengambil jarak dan memutari wilayah lembab itu.
seperti aku sudah sampai"
di depan mata Panji terlihat sekumpulan air yang terbentuk seperti danau tapi dengan keadaan yang di penuhi daun daun pepohonan. rawa itu sangat luas bahkan menyerupai danau.
Panji melangkah dan berniat mencuci muka tapi kembali akar akar hidup itu menghalangi langkah Panji
sepertinya akar akar ini penjaga rawa"
aku harus hati hati"
kalau tidak aku bisa terhisap dan mati di rawa ini" gumam Panji
Panji meningkatkan pandangan nya dan menggunakan mata langit.
apa itu??
Panji melihat di kejauhan sebuah pulau di tengah rawa itu.
pulau di tengah rawa??
apa di sana letak gua lumut dan mustika hijau???
seperti nya akan sulit menuju pulau itu"
Panji terbang tinggi dan akan melesat menuju pulau itu tapi lagi lagi akar itu menghalangi langkah Panji. akar itu memanjang tinggi setinggi Panji terbang.
tak semudah yang aku bayangkan"
aku pikir dengan terbang tinggi aku akan bisa mencapai pulau itu"
ternyata tidak"
Panji mundur dan berpikir sejenak.
baik"
__ADS_1
aku sudah putuskan akan terbang dan melewati akar akar itu"
*******